Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Menyapu Rumah saat Kabut Asap agar Tetap Aman
Ilustrasi menyapu rumah (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Hindari menyapu kering saat kabut asap karena partikel mengendap dapat kembali beterbangan; gunakan kain lembap atau pel basah, lalu cuci kain setelah dipakai.
  • Gunakan masker yang pas seperti N95 saat membersihkan area kotor, batasi durasi kegiatan, dan hentikan aktivitas bila muncul pusing, sesak, atau batuk memburuk.
  • Pilih waktu saat kualitas udara membaik, prioritaskan area yang sering digunakan, serta gunakan penyedot debu berfilter HEPA untuk karpet atau sofa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap akibat kebakaran hutan gak hanya mengganggu aktivitas di luar rumah. Sebagian partikel asap juga bisa masuk ke dalam rumah dan menempel di lantai, meja, kursi, serta berbagai permukaan lainnya. Ketika debu dan partikel tersebut dibersihkan secara sembarangan, sebagian bisa kembali beterbangan ke udara. Kondisi ini membuat aktivitas sederhana seperti menyapu perlu dilakukan lebih hati-hati. Apalagi jika kualitas udara di luar sedang buruk dan rumah harus dibuat sebagai tempat berlindung dari paparan asap. Jadi, membersihkan rumah tetap penting, tetapi caranya perlu disesuaikan dengan kondisi udara.

Salah satu hal yang perlu diingat adalah jangan sampai kegiatan bersih-bersih justru membuat udara di dalam rumah semakin penuh partikel. Menyapu menggunakan sapu kering dapat mengangkat debu yang sudah mengendap di permukaan. EPA menyarankan menggunakan kain lembap atau pel untuk menangkap partikel yang mengendap, sementara penyedot debu sebaiknya menggunakan filter HEPA. Selain teknik membersihkan, waktu dan perlindungan diri juga perlu diperhatikan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar rumah tetap bersih tanpa terlalu banyak mengaduk partikel kabut asap.

1. Hindari menyapu dengan cara kering

Ilustrasi menyapu rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Menyapu lantai menggunakan sapu kering memang terasa praktis untuk membersihkan debu. Namun, gerakan sapu dapat membuat partikel kecil yang sudah mengendap kembali beterbangan. Saat kabut asap sedang pekat, partikel tersebut bisa menambah paparan polutan di dalam ruangan. Karena itu, hindari gerakan menyapu yang terlalu kuat atau cepat. Jika permukaan lantai terlihat berdebu, lebih baik gunakan metode yang bisa menangkap debu daripada menerbangkannya. Cara ini membantu mengurangi jumlah partikel yang kembali masuk ke udara.

Kamu bisa menggunakan kain pel yang sedikit lembap untuk membersihkan lantai. Untuk permukaan seperti meja atau rak, gunakan kain lembap agar debu menempel pada kain. Setelah digunakan, kain sebaiknya segera dicuci agar partikel yang terkumpul gak kembali tersebar. Jangan pula mengibaskan kain atau keset di dalam rumah karena tindakan tersebut dapat membuat debu kembali ke udara. Prinsipnya, bersihkan permukaan secara perlahan dan hindari aktivitas yang menghasilkan banyak debu. EPA juga merekomendasikan damp dusting dan wet mopping untuk membantu mengurangi partikel yang kembali beterbangan.

2. Gunakan masker saat membersihkan

ilustrasi seseorang memakai masker (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Membersihkan rumah saat terdapat banyak debu atau partikel asap tetap bisa membuat kamu terpapar polutan. Karena itu, perlindungan pernapasan perlu dipertimbangkan terutama ketika membersihkan area yang cukup kotor. Masker yang memiliki kemampuan menyaring partikel dengan baik dapat membantu mengurangi paparan. Untuk kondisi asap atau abu yang cukup berat, CDC dan EPA merekomendasikan respirator yang pas di wajah, seperti N95 yang sesuai. Pastikan masker terpasang dengan baik sehingga celah di sekitar wajah seminimal mungkin. Hindari menggunakan masker yang sudah basah, rusak, atau sulit digunakan untuk bernapas.

Selain memakai masker, usahakan aktivitas membersihkan dilakukan sesingkat mungkin ketika kualitas udara sedang buruk. Kamu gak perlu memaksakan diri membersihkan seluruh rumah dalam satu waktu. Pilih area yang paling membutuhkan perhatian, terutama lantai dan permukaan yang sering disentuh. Setelah selesai, cuci tangan dan bersihkan perlengkapan yang digunakan. Jika kamu merasa pusing, sesak, batuk semakin berat, atau mengalami keluhan lain, hentikan aktivitas dan cari tempat dengan udara yang lebih bersih. Orang yang memiliki kondisi tertentu dan kelompok rentan sebaiknya lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan pembersihan.

3. Pilih waktu saat kondisi udara lebih baik

Ilustrasi menyapu rumah (pexels.com/Ron Lach)

Menyapu rumah gak harus dilakukan saat kabut asap sedang paling pekat. Jika memungkinkan, perhatikan informasi kualitas udara sebelum menentukan waktu untuk membersihkan rumah. Ketika kondisi udara luar memburuk, aktivitas bersih-bersih yang mengaduk partikel sebaiknya diminimalkan. Kamu bisa menunda pekerjaan yang gak mendesak sampai kondisi udara membaik. Langkah ini juga membantu mengurangi kebutuhan membuka pintu atau jendela ketika asap sedang banyak di luar. Selama kondisi tersebut, fokus utama sebaiknya menjaga udara di dalam rumah tetap bersih.

Ketika kualitas udara membaik, kamu dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan pembersihan yang lebih menyeluruh. EPA juga menyarankan rumah diberi udara segar ketika kondisi udara luar membaik, meski hanya sementara. Namun, jangan membuka semua jendela hanya berdasarkan perkiraan tanpa melihat kondisi udara. Jika kualitas udara kembali memburuk, tutup kembali jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya asap. Dengan mengatur waktu, kamu gak perlu membersihkan rumah ketika paparan asap sedang tinggi. Cara ini membuat kegiatan bersih-bersih menjadi lebih aman dan terkontrol.

4. Gunakan penyedot debu dengan filter HEPA

ilustrasi alat penyedot debu (freepik.com/freepik)

Penyedot debu bisa menjadi pilihan untuk membersihkan karpet, sofa, atau permukaan lain yang sulit dipel. Namun, gak semua penyedot debu cocok digunakan saat rumah terpapar asap atau abu. Penyedot debu tanpa penyaringan yang baik dapat membuat sebagian partikel halus kembali keluar ke udara. Karena itu, pilih perangkat yang memiliki filter HEPA jika kamu perlu menggunakan penyedot debu. Filter tersebut dirancang untuk menangkap partikel berukuran sangat kecil sehingga membantu mengurangi debu yang kembali dilepaskan. EPA secara khusus menyarankan menggunakan penyedot debu dengan filter HEPA ketika membersihkan partikel akibat asap atau kebakaran.

Sebelum digunakan, periksa juga kondisi filter dan wadah penampung debunya. Filter yang sudah terlalu kotor dapat memengaruhi kemampuan perangkat bekerja secara optimal. Setelah selesai membersihkan, ikuti petunjuk produsen ketika mengosongkan wadah atau mengganti filter. Jangan menggunakan penyedot debu rumah tangga biasa untuk membersihkan abu dalam jumlah banyak. Abu dapat menjadi partikel yang mudah beterbangan dan berpotensi kembali terhirup. Jika permukaan hanya memiliki sedikit debu, kain lembap atau pel basah bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana.

5. Prioritaskan area yang sering digunakan

Ilustrasi menyapu rumah (pexels.com/cottonbro studio)

Saat kabut asap masih tebal, kamu gak harus langsung membersihkan seluruh sudut rumah. Prioritaskan area yang paling sering digunakan oleh anggota keluarga. Lantai, meja makan, permukaan kursi, dan area tidur bisa menjadi bagian yang lebih dulu dibersihkan. Permukaan tersebut berpotensi mengumpulkan partikel yang masuk dari luar. Bersihkan secara perlahan menggunakan kain lembap atau pel agar debu gak kembali beterbangan. Dengan menentukan prioritas, kamu bisa mengurangi durasi aktivitas bersih-bersih sekaligus membatasi paparan.

Perhatikan juga area dekat pintu dan jendela karena bagian tersebut berpotensi menjadi tempat masuknya debu dari luar. Keset sebaiknya dibersihkan secara rutin agar partikel yang menempel gak terus terbawa masuk ke rumah. Kamu juga bisa melepas sepatu sebelum masuk untuk mengurangi kotoran dan partikel yang terbawa dari luar. EPA menyarankan penggunaan keset dan pembersihan rutin untuk membantu mencegah abu masuk ke ruang dalam. Setelah area utama bersih, gak perlu memaksakan diri langsung membersihkan bagian lain. Rumah yang cukup bersih dan memiliki udara lebih terjaga lebih penting daripada memaksakan kegiatan bersih-bersih dalam satu waktu.

Menyapu rumah saat kabut asap membutuhkan cara yang sedikit berbeda dari rutinitas bersih-bersih biasa. Hindari menyapu kering karena gerakannya dapat membuat partikel yang sudah mengendap kembali beterbangan. Gunakan kain lembap atau pel basah untuk menangkap debu, dan pertimbangkan penyedot debu dengan filter HEPA untuk permukaan tertentu. Pilih waktu ketika kualitas udara lebih baik dan gunakan perlindungan pernapasan jika memang perlu melakukan pembersihan. Kamu juga gak perlu membersihkan seluruh rumah sekaligus karena area yang paling sering digunakan bisa menjadi prioritas. Saat kabut asap masih tebal, menjaga udara di dalam rumah tetap bersih sebaiknya menjadi perhatian utama daripada mengejar rumah yang benar-benar bebas debu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article