Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Trik Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian Tanpa Kamper
Ilustrasi lemari pakaian (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
  • Bau apek muncul karena kelembapan, lemari jarang dibuka, dan sirkulasi udara buruk; masalah ini cenderung terasa lebih kuat saat musim hujan.
  • Buka lemari rutin, beri jarak antar pakaian, serta gunakan baking soda dalam wadah dan penyerap kelembapan untuk mengurangi bau sekaligus sumber kelembapan.
  • Bersihkan bagian dalam lemari hingga benar-benar kering, lalu simpan hanya pakaian yang kering sempurna dan jangan menumpuknya terlalu padat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bau apek di lemari pakaian bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu. Pakaian yang sudah dicuci dan dikeringkan dengan baik pun dapat kembali berbau kurang sedap ketika disimpan di dalam lemari yang lembap, jarang dibuka, atau memiliki sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini biasanya semakin terasa saat musim hujan ketika kelembapan udara meningkat.

Tidak sedikit orang memilih kamper untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, bagi yang kurang menyukai aroma kamper atau ingin menggunakan alternatif lain, ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba. Mulai dari memperbaiki sirkulasi udara hingga memanfaatkan bahan penyerap bau dan kelembapan, berikut lima trik yang dapat membantu membuat lemari kembali segar.

1. Rutin buka pintu lemari agar udara bersirkulasi

Ilustrasi sirkulasi lemari pakaian (pexels.com/Raumplus India)

Cara paling sederhana untuk mengurangi bau apek adalah membuka pintu lemari secara rutin. Lemari yang selalu tertutup membuat udara di dalamnya sulit berganti, terutama jika berada di ruangan yang lembap. Akibatnya, kelembapan dapat terperangkap di antara pakaian dan permukaan lemari sehingga memicu munculnya aroma pengap.

Luangkan beberapa waktu setiap hari untuk membuka pintu lemari agar udara segar dapat masuk. Jika memungkinkan, lakukan ketika kondisi udara di dalam ruangan sedang kering dan memiliki sirkulasi yang baik. Jangan lupa memberi sedikit jarak antar pakaian agar udara dapat bergerak dan tidak ada bagian yang terlalu padat.

2. Manfaatkan baking soda sebagai penyerap bau

Ilustrasi baking soda (pexels.com/MART PRODUCTION)

Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu alternatif sederhana untuk membantu mengurangi bau tidak sedap. Letakkan baking soda dalam wadah terbuka berukuran kecil, kemudian tempatkan di sudut lemari. Bahan ini dapat membantu menyerap sebagian aroma yang tidak sedap dari lingkungan sekitarnya.

Baking soda sebaiknya tidak ditaburkan langsung ke pakaian karena dapat meninggalkan residu. Letakkan dalam wadah yang stabil agar tidak mudah tumpah. Ganti secara berkala, terutama jika lemari memiliki masalah kelembapan atau bau yang cukup kuat.

3. Gunakan penyerap kelembapan

Ilustrasi lemari pakaian (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Bau apek sering kali berkaitan erat dengan kelembapan berlebih. Karena itu, selain mengatasi aromanya, penting untuk mengurangi sumber masalahnya. Kamu bisa menggunakan produk penyerap kelembapan yang memang dirancang untuk lemari atau ruang penyimpanan kecil.

Letakkan penyerap kelembapan di bagian bawah atau sudut lemari sesuai petunjuk penggunaan. Periksa secara berkala dan ganti ketika sudah penuh atau tidak lagi efektif. Hindari menempatkan wadah cairan penyerap kelembapan di posisi yang mudah terguling agar tidak mengenai pakaian dan merusak bagian dalam lemari.

4. Bersihkan bagian dalam lemari secara berkala

Ilustrasi mengecek lemari (pexels.com/khezez | خزاز)

Terkadang sumber bau apek bukan hanya pakaian, tetapi juga permukaan bagian dalam lemari. Debu, kotoran, dan kelembapan yang menumpuk dapat membuat aroma tidak sedap bertahan lebih lama. Karena itu, kosongkan lemari secara berkala dan bersihkan rak, sudut, serta bagian belakang lemari.

Gunakan kain yang sesuai dengan material lemari dan pastikan permukaannya benar-benar kering sebelum pakaian dimasukkan kembali. Jika menggunakan cairan pembersih, jangan membasahi permukaan secara berlebihan. Lemari yang masih lembap ketika ditutup justru dapat memperburuk masalah bau dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.

5. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan

Ilustrasi pakaian kering (pexels.com/Julia M Cameron)

Kebiasaan memasukkan pakaian yang masih sedikit lembap ke dalam lemari merupakan salah satu hal yang sebaiknya dihindari. Meskipun hanya terasa agak dingin atau lembap, pakaian yang belum benar-benar kering dapat meningkatkan kelembapan di ruang penyimpanan dan membuat bau apek lebih mudah muncul.

Pastikan pakaian sudah kering sempurna sebelum dilipat dan disimpan. Berikan ruang yang cukup di antara tumpukan pakaian dan hindari memenuhi lemari sampai terlalu padat. Jika pakaian tertentu jarang digunakan, sesekali keluarkan dari lemari dan angin-anginkan agar tidak terlalu lama berada dalam ruang tertutup.

Menghilangkan bau apek dari lemari bukan sekadar membuat aromanya menjadi lebih wangi. Hal yang lebih penting adalah mengatasi kelembapan dan memperbaiki sirkulasi udara. Pewangi ruangan mungkin dapat membuat lemari beraroma segar untuk sementara, tetapi jika sumber kelembapan tetap ada, bau apek kemungkinan akan kembali.

Dengan rutin membuka lemari, menggunakan penyerap bau dan kelembapan, membersihkan bagian dalam lemari, serta memastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan, masalah bau apek dapat dikurangi tanpa harus menggunakan kamper. Selain membuat lemari lebih nyaman, kebiasaan tersebut juga membantu menjaga pakaian tetap bersih, segar, dan lebih awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article