Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Cukup Cuma Atasi Masalah Kulit, Ini Pentingnya Kenali Skin Trigger

5 min read
Gak Cukup Cuma Atasi Masalah Kulit, Ini Pentingnya Kenali Skin Trigger
Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
  • Wardah mengedukasi pentingnya mengenali skin trigger dan membangun skin immunity, karena polusi, cuaca ekstrem, serta faktor tubuh dapat memengaruhi kulit sensitif.

  • Masalah kulit tidak selalu disebabkan produk skincare; kondisi tubuh, lingkungan, cuaca, pola makan, dan tidur perlu diperhatikan sebelum mengubah rutinitas perawatan.

  • Saat kulit sensitif, gunakan basic skincare seperti pembersih lembut, pelembap, dan sunscreen; hindari bahan aktif berat hingga kondisi kulit lebih stabil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kulit sensitif menjadi salah satu kondisi yang semakin banyak diperhatikan dalam beberapa tahun terakhir. Bukan tanpa alasan, perubahan lingkungan yang berlangsung cepat, mulai dari paparan polusi, cuaca ekstrem, hingga berbagai faktor dari dalam tubuh, dapat ikut memengaruhi kondisi kulit sehari-hari.

Melihat hal tersebut, Wardah mengajak masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada masalah kulit yang sudah terlihat, tetapi juga memahami berbagai faktor yang menjadi pemicunya. Melalui pendekatan skin immunity, Wardah ingin mengedukasi pentingnya membangun kondisi kulit yang lebih sehat dan siap menghadapi berbagai tantangan, sekaligus memperkenalkan inovasi skincare yang mendukung kebutuhan kulit sensitif.

  1. 1. Kulit sensitif bisa dipengaruhi perubahan lingkungan

    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026
    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Kulit sensitif tidak selalu muncul karena satu penyebab. Kondisi lingkungan yang terus berubah juga dapat membuat kulit menghadapi tantangan baru, sehingga kebutuhan perawatannya ikut berkembang.

    Segolene, Global Parahon Wardah Researcher sekaligus Scientific Expert, menjelaskan bahwa kondisi sensitive skin terus berevolusi seiring perubahan lingkungan yang berlangsung cepat. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk mulai mempersiapkan kulit dengan skin immunity yang lebih baik demi kesehatan kulit dalam jangka panjang.

    “Jangan hanya memperbaiki masalah yang kelihatan saat ini, tapi juga mempertimbangkan faktor yang memengaruhi kulit sehingga mencegah masalah di masa depan,” ujarnya, dalam Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2 yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026).

    Pendekatan ini membuat perawatan kulit tidak lagi hanya dilakukan ketika muncul kemerahan, kering, atau rasa tidak nyaman. Sebaliknya, rutinitas skincare yang tepat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kulit agar tetap sehat sebelum masalah muncul.

  2. 2. Jangan langsung ganti produk saat kulit mengalami masalah

    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026
    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Ketika kulit tiba-tiba bermasalah, respons yang cukup umum dilakukan adalah mengganti seluruh produk skincare yang sedang digunakan. Padahal, belum tentu produk tersebut menjadi satu-satunya penyebab perubahan kondisi kulit.

    Arum Pratiwi, Head of Wardah Skincare, mengatakan bahwa banyak konsumen dengan kulit sensitif cenderung langsung mengganti produk ketika mengalami gejala tertentu. Padahal, setiap gejala dapat memiliki skin trigger dan proses pemulihan yang berbeda.

    “Kita ingin edukasi kalau gejala yang muncul tidak selalu tingkat skin trigger dan recovery-nya sama,” jelasnya, dalam Press Conference instalasi yang terbuka untuk umum mulai 24 - 27 September 2026 tersebut.

    Karena itu, mengenali konteks ketika masalah kulit muncul menjadi langkah yang tidak kalah penting. Faktor internal maupun eksternal, termasuk kondisi tubuh, lingkungan, cuaca, hingga kebiasaan sehari-hari, dapat menjadi bagian dari perjalanan kondisi kulit.

    Melalui edukasi tersebut, Wardah ingin mengajak konsumen lebih memahami skin trigger sebelum mengambil keputusan dalam rutinitas perawatan kulit. Dengan begitu, skincare tidak hanya dipandang sebagai produk untuk mengatasi gejala, tetapi juga sebagai bagian dari kebiasaan merawat kesehatan kulit secara menyeluruh.

  3. 3. Kulit kering bisa menjadi tanda dengan banyak kemungkinan

    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026
    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Salah satu gejala yang terlihat sederhana adalah kulit kering. Namun menurut dermatolog, kondisi tersebut ternyata tidak selalu memiliki penyebab yang sama.

    “Gejala simpel, kulit kering, tapi ternyata gejala satu ini aja menunjukkan penyakit berbeda dengan trigger berbeda,” ungkap dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE, Dermatologist.

    Ia menjelaskan bahwa debu, polusi, hingga extreme weather dapat menjadi faktor risiko yang memengaruhi kondisi kulit. Namun, dampaknya dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, penting untuk mengetahui jenis kulit sekaligus memahami trigger yang mungkin memengaruhi kondisi masing-masing.

    Selain faktor eksternal, kondisi tubuh juga tidak bisa diabaikan. Pola makan, konsumsi makanan tinggi gula, hingga jadwal tidur dapat ikut berhubungan dengan kondisi kulit. Dengan memahami berbagai faktor tersebut, seseorang dapat lebih mudah menentukan kebiasaan perawatan yang sesuai.

  4. 4. Saat kulit sensitif, segeralah kembali ke basic skincare

    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026
    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Ketika kondisi kulit sedang sensitif, keinginan untuk mencoba berbagai produk atau kandungan aktif baru justru sebaiknya ditahan terlebih dahulu. Kulit yang sedang mengalami masalah membutuhkan rutinitas yang lebih sederhana agar tidak mendapatkan terlalu banyak stimulus sekaligus.

    Hal tersebut juga menjadi prinsip yang diterapkan Tasya Farasya, Beauty Enthusiast. Menurutnya, ketika kulit sedang sensitif, kembali ke basic skincare bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.

    “Kalau kulit lagi sensitif, kembali ke basic skincare, jangan pakai active ingredients yang berat. Pakai basic untuk shooting dan calming,” ungkapnya.

    Tasya juga menilai tekstur produk yang diperkenalkan Wardah terasa cukup seimbang. “Produk ini punya tekstur yang adil, gak terlalu tebal dan heavy untuk kulit berminyak, tapi juga gak terlalu ringan untuk kulit kering,” tambahnya.

    Pendekatan kembali ke dasar tersebut bisa diterapkan dengan memastikan rutinitas tetap sederhana, misalnya menggunakan pembersih yang lembut dan moisturizer untuk membantu menjaga kenyamanan kulit. Setelah kondisi kulit lebih stabil, penggunaan produk lain dapat dipertimbangkan kembali sesuai kebutuhan.

  5. 5. Merawat kulit sebaiknya dimulai sebelum masalah muncul

    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026
    Pembukaan instalasi Wardah Derma Longevity Lab di PIM 2, Jakarta. 24 September 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Perawatan kulit sering kali baru mendapat perhatian ketika masalah sudah terlihat. Padahal, menurut dr. Arlene, penggunaan basic skincare justru tidak harus menunggu kulit mengalami masalah terlebih dahulu.

    “Jangan tunggu ada masalah baru pakai skincare, justru saat baik-baik saja bisa pakai basic skincare, gentle cleanser, moisturizer, dan jangan lupa pakai sunscreen,” jelasnya.

    Rutinitas tersebut dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kondisi kulit sehari-hari. Di saat yang sama, mengenali faktor pemicu juga membantu seseorang lebih memahami kapan kulit membutuhkan perhatian tambahan.

    Pandangan ini sejalan dengan konsep skin immunity yang diperkenalkan Wardah. Segolene menekankan bahwa perawatan kulit sebaiknya tidak berhenti pada usaha memperbaiki kondisi yang sudah muncul, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan kulit di masa mendatang.

    Merawat kulit sensitif bukan tentang mencari satu produk yang bisa menyelesaikan semua masalah. Lebih dari itu, diperlukan kebiasaan untuk mengenali kondisi kulit, memahami skin trigger, menjaga rutinitas dasar, serta memberikan perlindungan dari faktor lingkungan yang dapat memengaruhinya.

    Lewat edukasi mengenai skin trigger dan skin immunity, Wardah mengajak konsumen untuk lebih mengenal kulitnya sendiri sebelum menentukan langkah perawatan. Jadi, sudah siap mulai mendengarkan kebutuhan kulitmu dan membangun rutinitas skincare yang lebih mindful?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More