6 Cara Bersihkan Gagang Pintu dari Bakteri, Jarang yang Bahas!

Gagang pintu adalah salah satu benda yang paling sering disentuh setiap hari. Sayangnya, justru bagian ini sering luput dari perhatian saat bersih-bersih rumah. Padahal, satu gagang pintu bisa disentuh puluhan bahkan ratusan kali dalam sehari. Mulai dari tangan bersih, tangan habis pegang uang, sampai tangan setelah dari luar rumah. Semua jejak itu bisa menempel dan jadi sarang bakteri.
Tanpa disadari, gagang pintu bisa menjadi media penyebaran kuman dari satu orang ke orang lain. Apalagi di rumah dengan banyak penghuni atau sering menerima tamu. Membersihkan lantai dan meja saja gak cukup jika gagang pintu dibiarkan kotor. Kabar baiknya, membersihkan gagang pintu gak ribet dan bisa dilakukan dengan bahan sederhana. Yuk, simak enam cara membersihkan gagang pintu dari bakteri yang jarang dibahas tapi penting banget ini!
1. Lap rutin dengan cairan disinfektan

Cara paling dasar dan efektif adalah membersihkan gagang pintu dengan cairan disinfektan. Cairan ini dirancang khusus untuk membunuh kuman dan bakteri. Kamu bisa menggunakan disinfektan siap pakai atau membuat sendiri dari campuran air dan alkohol. Semprotkan cairan ke kain bersih, bukan langsung ke gagang pintu. Cara ini mencegah cairan masuk ke celah atau mekanisme pintu.
Lap seluruh permukaan gagang pintu secara menyeluruh. Jangan lupa bagian bawah dan area yang sering terlewat. Lakukan dengan gerakan memutar agar kotoran terangkat sempurna. Idealnya, pembersihan ini dilakukan minimal sekali sehari. Terutama untuk gagang pintu kamar mandi dan pintu utama.
2. Gunakan alkohol 70 persen untuk hasil maksimal

Alkohol 70 persen dikenal sangat efektif membunuh bakteri dan virus. Bahan ini cepat menguap dan gak meninggalkan residu lengket. Tuangkan alkohol ke kapas atau kain microfiber. Lalu usapkan ke seluruh permukaan gagang pintu secara merata. Fokus pada area yang sering disentuh jari.
Selain membunuh kuman, alkohol juga membantu mengangkat minyak dari tangan. Gagang pintu jadi terasa lebih bersih dan kesat. Metode ini cocok untuk gagang pintu berbahan logam atau stainless steel. Namun, hindari penggunaan berlebihan pada gagang pintu berbahan kayu. Cukup gunakan sesekali untuk menjaga kebersihan.
3. Manfaatkan sabun cair dan air hangat

Kalau gak punya disinfektan atau alkohol, sabun cair juga bisa diandalkan. Sabun mampu merusak lapisan pelindung bakteri sehingga mudah mati. Campurkan sabun cair dengan air hangat secukupnya. Celupkan kain bersih ke dalam larutan, lalu peras hingga gak terlalu basah. Usapkan ke gagang pintu dengan lembut tapi menyeluruh.
Setelah itu, lap kembali dengan kain kering agar gak lembap. Kelembapan berlebih bisa memicu karat atau jamur, terutama pada gagang pintu tertentu. Cara ini aman untuk hampir semua jenis gagang pintu. Cocok dilakukan sebagai pembersihan rutin harian. Sederhana, murah, tapi tetap efektif.
4. Jangan lupakan celah dan bagian tersembunyi

Banyak bakteri justru bersembunyi di area yang jarang dibersihkan. Celah antara gagang dan daun pintu sering luput dari perhatian. Padahal, bagian ini sering terkena sentuhan jari tanpa disadari. Gunakan cotton bud atau sikat gigi bekas untuk menjangkau area sempit. Basahi dengan disinfektan atau alkohol secukupnya.
Bersihkan perlahan agar kotoran yang menumpuk bisa terangkat. Jangan terlalu keras agar gak merusak permukaan pintu. Setelah itu, lap dengan kain kering. Membersihkan bagian tersembunyi ini sangat penting untuk hasil maksimal. Gagang pintu jadi benar-benar bersih, bukan sekadar terlihat bersih.
5. Sesuaikan cara bersih-bersih dengan bahan gagang pintu

Gak semua gagang pintu bisa diperlakukan sama. Gagang pintu berbahan logam, kayu, dan plastik punya karakter berbeda. Untuk gagang logam, disinfektan dan alkohol relatif aman digunakan. Untuk gagang kayu, gunakan cairan pembersih ringan agar gak merusak lapisan. Hindari air berlebihan karena kayu mudah menyerap cairan.
Sementara itu, gagang plastik cukup dibersihkan dengan sabun dan air hangat. Selalu keringkan setelah dibersihkan agar gak licin. Menyesuaikan metode dengan bahan membuat gagang pintu lebih awet. Kebersihan terjaga tanpa merusak fungsi dan tampilan. Ini langkah kecil yang sering diabaikan.
6. Jadikan bagian dari rutinitas bersih-bersih rumah

Membersihkan gagang pintu akan lebih efektif jika dilakukan secara konsisten. Jangan menunggu sampai terlihat kotor atau lengket. Masukkan gagang pintu ke dalam daftar area wajib dibersihkan. Misalnya, setiap pagi atau sore bersamaan dengan menyapu dan mengepel. Kebiasaan ini membantu mencegah penumpukan bakteri.
Kamu juga bisa fokus pada gagang pintu yang paling sering digunakan. Pintu kamar mandi, dapur, dan pintu utama sebaiknya dibersihkan lebih sering. Dengan rutinitas sederhana ini, risiko penyebaran kuman bisa ditekan. Rumah jadi terasa lebih bersih dan aman. Terutama untuk anak-anak dan lansia.
Membersihkan gagang pintu memang terdengar sepele. Tapi dampaknya besar untuk kesehatan seluruh penghuni rumah. Banyak penyakit ringan bisa menyebar lewat sentuhan yang gak disadari. Dengan langkah sederhana, risiko ini bisa dikurangi secara signifikan. Gak perlu alat mahal atau waktu lama.
Mulai sekarang, jangan cuma fokus pada lantai dan meja. Gagang pintu juga butuh perhatian ekstra. Enam cara di atas bisa langsung kamu praktikkan hari ini. Rumah lebih higienis, hati pun lebih tenang. Jadi, gagang pintu di rumahmu sudah dibersihkan hari ini?



















