Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Kerja Ikut Saudara Tidak Memalukan, Ambil Kesempatan yang Ada

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Kampus Production)
Intinya sih...
  • Cari kerja sendiri tidak mudah, ambil kesempatan bekerja ikut saudara jika ada.
  • Kamu butuh pekerjaan, saudaramu juga butuh karyawan yang bisa dipercaya.
  • Hubungan persaudaraan tidak menghalangi profesionalitas dan kamu bisa berkontribusi memajukan usaha saudaramu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau kamu punya keleluasaan untuk memilih barangkali bekerja ikut saudara paling dihindari. Bukan karena dia jahat, tetapi boleh jadi sesimpel buatmu menjadi kurang menantang. Dirimu seakan-akan memanfaatkan privilese hubungan persaudaraan dengannya.

Akan tetapi, pastinya sayang sekali bila kesempatan segera bekerja tidak diambil. Apalagi kamu mencoba melamar ke sana kemari belum juga ada hasilnya. Mending dirimu menerima tawaran saudara untuk bekerja bersamanya.

Hilangkan rasa malu seakan-akan kamu baru saja melakukan perbuatan yang hina. Fokus pada semangatmu buat bekerja. Abaikan komentar orang. Kamu tak perlu mengharapkan semua orang mendukung keputusan dalam hidupmu. Nih, lima alasan bekerja ikut saudara sama membanggakannya dengan ikut orang lain atau bikin usaha sendiri.

1. Nyatanya cari kerja sendiri gak gampang

bekerja
ilustrssi bekerja (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Seandainya mencari pekerjaan sendiri merupakan perkara gampang, tentu dirimu sudah memperolehnya. Mungkin kamu hanya 1 atau 3 kali mengirim berkas lamaran langsung ada panggilan dan diterima bekerja. Kenyataannya gak begitu.

Malah sampai sekarang dirimu masih berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Kalau ada jalan yang lebih mudah buat memperoleh kemandirian finansial, kenapa tidak? Mau orang lain menyebutnya privilese atau apa pun, berkonsentrasilah pada kebutuhanmu akan pekerjaan.

Bila perlu kamu seolah-olah tutup mata saja. Bayangkan saudaramu bukan saudaramu alias orang lain yang lagi butuh karyawan. Dirimu menjadi tak malu lagi untuk bergegas bekerja bersamanya. Ibarat menambang emas sendiri mustahil untukmu. Kenapa kamu bisa-bisanya menolak perhiasaan yang diberikan orang langsung padamu?

2. Kamu butuh pekerjaan, saudaramu juga perlu tambahan pekerja

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Rasa kurang puas karena tidak bisa mencari pekerjaan sendiri dapat membuatmu merasa di pihak yang gak berdaya. Kamu adalah si paling butuh pekerjaan. Sementara itu, saudaramu sebenarnya tidak mempekerjaanmu juga tak rugi

Dia mungkin cuma kasihan padamu atau merasa tidak enak jika bersikap cuek. Semua itu boleh jadi hanya pemikiranmu. Bagaimanapun juga, saudaramu menjalankan usaha pakai perhitungan matang. Kalau gak nanti dia rugi.

Apalagi soal penambahan karyawan yang konsekuensinya besar serta berkelanjutan. Ia harus menggajimu dengan layak bahkan ketika usahanya sedang agak goyah. Ini amat tidak mudah. Kalau dia benar-benar tak membutuhkan tambahan pekerja tentu gak mengajakmu bergabung.

3. Adanya hubungan persaudaraan tak berarti pasti gak profesional

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Canva Studio)

Soal profesionalitas kerap disoroti saat kamu bekerja di kantor saudara atau orangtua. Dari cara masukmu saja sudah dianggap dikasih karpet merah. Namun, anggapan seperti di atas bisa ditepis jika posisi yang dilamar sesuai dengan latar belakang pendidikan atau pengalamanmu.

Kamu juga mengikuti serangkaian tahapan tes. Tidak lantas dirimu tiba-tiba muncul di kantor dan mulai bekerja. Kemudian setelah kamu resmi menjadi karyawan pun selalu bekerja sesuai prosedur.

Dirimu mau merevisi hasil kerja seperti arahan atasan yang langsung membawahimu. Kamu tidak lantas mengadu pada saudaramu dan malah minta atasanmu itu dimarahi. Profesional atau gaknya suasana kerjamu nanti tergantung kamu sendiri. Saudaramu justru senang jika di awal dirimu sudah mewanti-wantinya untuk tidak menjadikanmu anak emas.

4. Memudahkan saudara mencari karyawan yang bisa dipercaya

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Thirdman)

Mencari pekerjaan memang sulit. Namun, mencari karyawan yang tepat untuk sebuah posisi juga gak mudah. Ada saja hal-hal yang ternyata kurang sesuai. Di tahap seleksi kerja barangkali proses terhenti karena ketidaksesuaian gaji yang ditawarkan dengan harapan pelamar.

Ada pula pelamar dari kampus terbaik, tetapi sama sekali belum punya pengalaman kerja yang disyaratkan. Atau, justru pengalaman kerjanya sudah banyak dan membuatnya sulit diatur. Malah dia ingin mengatur semua orang.

Ada juga karyawan yang lolos sampai tahap terakhir, tapi setelah bekerja baru terlihat hal-hal yang gak beres. Misalnya, dia tidak jujur. Kamu bukannya pribadi yang sempurna. Akan tetapi, minimal saudaramu sudah mengenalmu sejak dulu. Dengan dirimu mau bekerja bersamanya, ia tentu lebih tenang.

5. Kamu juga bisa berkontribusi memajukan usahanya

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Ivan S)

Hanya karena kamu bekerja ikut saudara bukan lantas dirimu bakal pasif terus. Itu tergantung kamu plus arahan saudara. Selama dirimu sadar di sana untuk bekerja sesuai kemampuan terbaikmu, kamu bisa kasih peran besar.

Bantu saudaramu memajukan usahanya. Sehingga keberadaanmu di sana tidak seperti benalu. Kamu rutin dapat gaji bahkan bonus serta fasilitas, tetapi kontribusimu sekadarnya saja. Adanya hubungan persaudaraan di antara kalian bukan tanda kamu bebas bersantai.

Justru ada tantangan buatmu meyakinkan semua orang di kantor bahwa dirimu bukan anak manja yang minim kompeten. Juga supaya saudara tidak menyesal telah merekrutmu. Seiring dengan kerja nyatamu, kamu bakal mendapat kepercayaan lebih dari saudara sekaligus karyawan lainnya.

Satu hal yang kudu dijaga olehmu saat bekerja ikut saudara ialah jangan sembarangan menjadikannya batu loncatan. Seperti kamu baru bekerja sebentar lalu meninggalkannya begitu saja ketika ada pekerjaan lain. Cobalah bersikap loyal sampai cukup lama. Kecuali, saudaramu yang bilang sendiri kamu boleh resign kapan pun dirimu diterima di kantor lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Membuat Calm Corner untuk Orang Dewasa di Rumah, Bantu Pikiran Lebih Tenang

06 Feb 2026, 23:42 WIBLife