Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Atreyu Moniaga Project Hadir di ArtJog 2026: Merekam 13 Tahun Berkarya

Atreyu Moniaga Project Hadir di ArtJog 2026: Merekam 13 Tahun Berkarya
Atreyu Moniaga Project hadir di ArtJog 2026. (Dok.AMP)
Share Article

Pameran seni menjadi ruang publik untuk menghadirkan gagasan, proses kreatif, serta perjalanan seniman, baik secara personal maupun kolaboratif. Tahun ini, Atreyu Moniaga Project turut berkontribusi dalam ArtJog 2026, festival dan pameran seni rupa kontemporer tahunan terbesar di Indonesia yang berpusat di Yogyakarta

Dalam pameran perdananya, Atreyu Moniaga Project akan menampilkan ratusan karya dan arsip sebagai rekam jejak lebih dari satu dekade praktik berkesenian sebegai koletif. Melalui pameran ini, Atreyu Moniaga Project mengajak pengunjung menelusuri perjalanan mereka sebagai kelompok seni yang bernaung di bawah AMP.

Lebih dari tujuh ratus karya dan arsip dihadirkan untuk memperlihatkan perkembangan gagasan, proses kreatif, serta berbagai dinamika yang mewarnai tiga belas tahun perjalanan kolektif tersebut.

1. Atreyu Moniaga Project (AMP) mempersembahkan pameran bertajuk Liminal/Periphery

AMP AT ARTJOG FULL TEAM 02.JPG
Atreyu Moniaga Project hadir di ArtJog 2026. (Dok.AMP)

Atreyu Moniaga Project (AMP) dengan bangga mempersembahkan Liminal/Periphery sebagai bagian dari ArtJog 2026. Perhelatan seni tahunan yang akan berlangsung di Jogja National Museum, Yogyakarta, tersebut mengusung tema Ars Longa: Generatio. Tema Ars Longa berangkat dari gagasan bahwa kehidupan manusia bersifat terbatas, sementara karya seni dan pengetahuan yang diciptakan dapat melampaui waktu serta dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan manusia.

Sejalan dengan tema tersebut, Liminal/Periphery merekam perjalanan Atreyu Moniaga Project yang dimulai pada 2013 di kawasan Lodan, Jakarta Utara. Wilayah ini lebih dikenal sebagai kawasan industri dibandingkan pusat aktivitas seni rupa.

Pada masa itu, Atreyu Moniaga yang masih merintis kariernya sebagai seniman membangun AMP bersama kelompok mahasiswa yang merupakan anak didiknya. Pertemuan dua generasi tersebut melahirkan ruang kolaborasi yang dibangun atas mimpi yang sama, yakni menjalani kehidupan melalui praktik berkesenian. Perjalanan inilah yang kemudian menjadi benang merah pameran, sekaligus merefleksikan tema utama ArtJog 2026.

2. Merekam perjalanan AMP dari kelompok berbasis kampus menjadi komunitas lintas disiplin

ARTJOG 2025 (instagram.com/artjog.id)
ARTJOG 2025 (instagram.com/artjog.id)

Program AMP mencakup inkubasi seni yang berlangsung selama satu tahun. Dalam periode tersebut, tiga hingga lima seniman mendapat pendampingan untuk mengembangkan kemampuan teknis dalam berkarya. Selain itu, juga mempersiapkan pameran secara mandiri dan berjejaring.

Pada 2026, AMP telah melaksanakan 13 program inkubasi dan menghasilkan 57 alumni, yang terus aktif berkarya sebagai seniman, fotografer, dan pekerja industri kreatif di Indonesia. Dalam perjalanan ini, AMP berkembang dari semula kelompok berbasis kampus menjadi komunitas lintas disiplin yang mempertemukan seniman dan mentor dari berbagai generasi.

Seniman Atreyu Moniaga sebagai inisiator berdirinya AMP berupaya mendukung seniman muda merintis karir di dunia seni dan kreatif di Jakarta. Pameran perdana AMP di ArtJog 2026 menjadi ajang untuk tampil sebagai kolektif lintas generasi secara publik. Kesempatan ini digunakan untuk memperkenalkan AMP secara luas melalui ruang pameran yang dirancang serupa studio seniman.

3. Nikmati pameran Liminal/Periphery mulai 19 Juni hingga 30 Agustus 2026 di ArtJog

ARTJOG 2025 (instagram.com/artjog.id)
ARTJOG 2025 (instagram.com/artjog.id)

Pada pilot project AMP, Liminal/Periphery menampilkan lebih dari tujuh ratus karya dan arsip yang dirangkai dalam dua bagian utama untuk menggambarkan dinamika perjalanan bertumbuh sebagai pribadi, seniman, juga menjadi bagian dari komunitas dan ekosistem. Bagian pertama menyajikan kilas balik retrospektif selama tiga belas tahun yang menelusuri perkembangan praktik artistik AMP sebagai sebuah kolektif.

Sementara pada bagian kedua, ditampilkan presentasi khusus dari 12 seniman yang menghadirkan refleksi personal mengenai ambisi, keraguan, persahabatan serta perubahan.

Ada pun seniman yang akan turut serta sebagai bagian dari pameran Liminal/Periphery, yakni Atreyu Moniaga, Wilhemus Willy, WD.Willy, Liffi Wongso, Rapha Lisa, Clasutta, Tusita Mangalani, Zita Nuella, Ada Khansa, Ansn Martin, Red Maerra, Oddyendry.

“AMP bisa bertahan selama dan sejauh ini berkat dukungan orang-orang yang percaya pada kemampuan dan kerja keras kami. Semua ini adalah jerih payah bersama. Saya berharap pameran ini bisa menginspirasi audiens untuk menemukan dan merawat harapan yang tumbuh dari lingkungan mereka,” ujar Atreyu Moniaga.

Bagi yang ingin menikmati karya-karya dalam pameran Liminal/Periphery, pameran ini terbuka untuk umum mulai 19 Juni hingga 30 Agustus 2026 di ArtJog. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi instagram @atreyumoniaga.project.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Tanda Kamu Mengalami Remote Work Burnout dan Cara Mengatasinya

12 Jun 2026, 06:25 WIBLife