ilustrasi membersihkan kamar mandi (freepik.com/rawpixel.com)
Saat membersihkan kamar mandi, perhatian sering terpusat pada lantai dan kloset. Padahal, tirai kamar mandi, nat di antara keramik, serta sudut shower juga bisa menampung sisa sabun, kerak, dan kelembapan. Bagian bawah tirai yang terus terkena air, misalnya, dapat menjadi tempat munculnya noda atau lapisan berlendir jika tidak dibersihkan dan dikeringkan dengan baik.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa metode pembersihan perlu disesuaikan dengan jenis permukaan dan tingkat kekotorannya. Kotoran yang menempel perlu dihilangkan terlebih dahulu agar proses sanitasi atau disinfeksi, jika diperlukan, dapat bekerja dengan baik. Prinsip ini relevan untuk nat keramik dan sudut shower yang sering luput ketika kita hanya menggosok bagian tengah lantai.
Agar hasilnya lebih maksimal, gunakan sikat kecil untuk membersihkan nat dan sudut yang sulit dijangkau. Cuci tirai kamar mandi sesuai petunjuk perawatannya, lalu bentangkan agar cepat kering setelah digunakan. Jika ada jamur, pilih produk yang sesuai dengan permukaan dan gunakan sesuai petunjuk label.
Buka ventilasi atau jendela jika memungkinkan untuk membantu mengurangi kelembapan. Jangan menggosok terlalu keras pada nat atau lapisan silikon karena bisa merusak material yang berfungsi mencegah air merembes.
Rumah yang bersih bukan berarti setiap sudut harus selalu disterilkan, melainkan setiap bagian mendapat perhatian sesuai fungsi dan tingkat kekotorannya. Mulailah dengan memeriksa lima area di atas saat jadwal bersih-bersih berikutnya.