Barang yang Sebaiknya Disingkirkan kalau Ingin Kamar Terasa Lega

Kamar sempit bukan cuma soal ukuran ruangan, tapi juga soal apa aja yang ada di dalamnya. Kadang tanpa sadar, kita menyimpan banyak barang yang sebenarnya sudah gak terpakai. Namun tetap dibiarkan menumpuk begitu saja.
Padahal, semakin banyak barang yang menuhin kamar, semakin sempit juga ruang gerak. Tentu, suasana kamar pun jadinya kurang nyaman. Nah, biar kamarmu terasa lebih lega dan lapang, coba deh singkirkan beberapa barang ini!
1. Baju dan wardrobe yang sebenarnya sudah tak terpakai

Menurut Homedit yang ditulis oleh Rachel Brown, seorang interior designer, berdasarkan berbagai studi dan survei profesional, kebanyakan orang cuma memakai sebagian kecil dari koleksi baju yang mereka punya. Baju yang sudah gak muat atau modelnya sudah ketinggalan zaman ternyata makan banyak tempat penyimpanan di lemari.
Coba sortir isi lemari dengan tujuan hanya mempertahankan baju yang memang pas di badan dan bikin kamu percaya diri. Menyumbangkan atau menjual baju-baju yang udah gak terpakai bisa bikin ruang lemari lebih lega. Jadi kamu bisa lebih gampang lihat dan pakai baju yang emang masih relevan. Selain itu, baju-baju ini juga bisa dapet 'kehidupan baru' karena dipakai orang lain.
2. Kardus atau bungkus barang-barang elektronik

Sering kali kita menyimpan kardus atau bungkus barang elektronik dengan alasan 'siapa tau butuh buat garansi atau mau dijual lagi.' Padahal, kalau barangnya sudah dipakai bertahun-tahun dan gak ada rencana buat dijual dalam waktu dekat, kardus-kardus ini cuma jadi tumpukan yang makan tempat di gudang atau pojokan kamar.
Kalau emang khawatir soal garansi, cek dulu masa berlakunya. Kalau udah lewat, gak ada salahnya buat langsung disingkirkan aja. Simpan dokumen atau nota pembeliannya kalau memang perlu, tapi kardusnya bisa dilipat rapi dan dibuang atau didaur ulang biar kamar jadi lebih lega.
3. Kosmetik atau skincare kedaluwarsa

Skincare dan makeup juga punya masa pakai, lho. Produk yang udah kedaluwarsa bukan cuma gak efektif lagi, tapi juga berisiko bikin iritasi atau masalah kulit lainnya kalau tetap dipakai.
Cek satu-satu tanggal kedaluwarsa di kemasan, atau simbol kecil berbentuk toples terbuka yang biasanya nunjukkin masa pakai setelah dibuka (biasanya 6, 12, atau 24 bulan). Kalau warnanya udah berubah, teksturnya aneh, atau baunya udah gak seperti awal beli, mending langsung disingkirkan aja meski tanggal kedaluwarsanya belum lewat. Selain bikin meja rias lebih rapi, kamu juga jadi lebih aman pas pakai skincare dan makeup sehari-hari.
4. Peralatan olahraga yang tak terpakai

Niat awal olahraga di rumah emang bagus. Tapi kalau matras yoga, dumbbell, atau resistance band cuma jadi pajangan berbulan-bulan tanpa disentuh, mungkin udah saatnya dipertimbangkan lagi. Alat-alat ini biasanya makan tempat cukup banyak, apalagi kalau ukurannya besar seperti treadmill atau sepeda statis.
Kalau memang masih pengen olahraga rutin, coba evaluasi dulu jenis alatnya. Apakah alat yang tepat atau kamu butuh strategi lain biar konsisten. Kalau ternyata alatnya memang gak terpakai, jual atau kasih ke orang yang lebih membutuhkan bisa jadi solusi biar ruang kamar gak makin sesak.
5. Barang dekorasi lama yang udah gak punya nilai sentimental

Melansir Homedit, gaya interior itu terus berkembang dan berubah, tapi banyak dari kita masih menyimpan dekorasi lama meski sudah beli barang baru buat dipajang. Dekorasi 'sisa' ini akhirnya cuma menumpuk di rak, meja, atau permukaan lain di rumah, tanpa menambah nilai sentimental maupun estetika.
Mulai simplifikasi gaya interiormu dengan menyingkirkan dan menyumbangkan barang-barang yang udah gak terpakai ini. Selain bikin tampilan rumah lebih bersih, kamu juga ngasih kesempatan buat orang lain menikmati barang tersebut.
Demikian beberapa barang yang sebaiknya disingkirkan supaya kamarmu makin lega! Lakukan decluttering secara rutin juga, ya!






















