Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Buku yang Bikin Perempuan Lebih Punya Suara

5 Buku yang Bikin Perempuan Lebih Punya Suara
Cover buku "Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan" & "Girl, Woman, Other" (kolase foto via Goodreads & Penguin)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya perempuan memiliki suara sendiri untuk menyatakan pendapat, menentukan pilihan, dan memahami diri di tengah tekanan sosial yang membatasi peran mereka.
  • Lima buku direkomendasikan karena membantu perempuan membangun kepercayaan diri, mengenali sisi autentik, serta memahami makna kesetaraan dan kebebasan dalam menjalani hidup.
  • Keseluruhan buku menunjukkan bahwa perjalanan setiap perempuan berbeda, namun tujuannya sama: menjadi diri sendiri dengan jujur, berani, dan memiliki suara yang kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah tuntutan sosial yang masih sering membatasi peran perempuan, memiliki 'suara' bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang keberanian untuk menyatakan pendapat, menentukan pilihan, dan memahami diri sendiri. Banyak perempuan tumbuh dengan pesan-pesan yang terkadang membuat mereka memilih untuk diam, menyesuaikan diri, atau tidak terlalu menonjol.

Padahal, suara perempuan memiliki kekuatan besar untuk mengubah cara pandang, relasi, bahkan arah hidupnya sendiri. Berikut ini beberapa rekomendasi buku yang bikin perempuan lebih punya suara.

1. "The Alpha Girl's Guide" by Henry Manampiring

Cover buku "The Alpha Girl's Guide" by Henry Manampiring (foto via Gramedia)
Cover buku "The Alpha Girl's Guide" by Henry Manampiring (foto via Gramedia)

Buku ini menawarkan panduan praktis bagi perempuan untuk menjadi versi terbaik dari dirinya tanpa harus kehilangan empati. Henry Manampiring membahas konsep alpha girl bukan sebagai sosok dominan, tetapi sebagai perempuan yang tahu apa yang ia inginkan dan berani mengambil keputusan.

Buku ini membantu pembaca memahami bahwa memiliki suara bukan berarti harus keras, tetapi jelas dan tegas. Dengan pendekatan yang sederhana, buku ini cocok untuk perempuan yang ingin mulai membangun kepercayaan diri dari dalam.

2. "Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan" by Ester Lianawati

Cover buku "Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan" by Ester Lianawati (foto via Goodreads)
Cover buku "Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan" by Ester Lianawati (foto via Goodreads)

Buku ini mengajak perempuan untuk mengenali sisi liar dan autentik dalam dirinya, yang sering ditekan oleh norma sosial. Ester Lianawati menjelaskan bahwa banyak perempuan hidup dengan versi diri yang sudah ‘disesuaikan’, bukan yang benar-benar mereka rasakan.

Melalui buku ini, perempuan diajak untuk tidak lagi takut dengan sisi dirinya yang berbeda. Justru dari sanalah suara yang jujur dan kuat bisa muncul, tanpa perlu terus-menerus menyesuaikan diri dengan ekspektasi orang lain.

3. "We Should All Be Feminists" by Chimamanda Ngozi Adichie

Cover buku "We Should All Be Feminists" by Chimamanda Ngozi Adichie (foto via Goodreads)
Cover buku "We Should All Be Feminists" by Chimamanda Ngozi Adichie (foto via Goodreads)

Buku ini merupakan esai yang kuat dan mudah dipahami tentang pentingnya kesetaraan gender. Chimamanda menjelaskan bagaimana pengalaman pribadi dan realitas sosial membentuk pandangannya tentang feminisme.

Buku ini membuka perspektif bahwa berbicara tentang kesetaraan bukanlah sesuatu yang ekstrem, melainkan kebutuhan. Dengan membaca buku ini, perempuan didorong untuk lebih sadar akan haknya dan berani menyuarakannya.

4. "Untamed" by Glennon Doyle

Cover buku "Untamed" by Glennon Doyle (foto via Penguin)
Cover buku "Untamed" by Glennon Doyle (foto via Penguin)

Dalam buku ini, Glennon Doyle menceritakan perjalanan pribadinya melepaskan diri dari ekspektasi sosial dan menemukan kebebasan sebagai perempuan. Ia menunjukkan bahwa banyak perempuan hidup dalam “aturan” yang tidak mereka pilih sendiri.

Melalui kisah yang jujur dan emosional, buku ini mengajak perempuan untuk berani mengambil kendali atas hidupnya. Suara perempuan tidak hanya penting untuk orang lain, tetapi juga untuk dirinya sendiri.

5. "Girl, Woman, Other" by Bernardine Evaristo

Cover buku "Girl, Woman, Other" by Bernardine Evaristo (foto via Penguin)
Cover buku "Girl, Woman, Other" by Bernardine Evaristo (foto via Penguin)

Novel ini menghadirkan berbagai kisah perempuan dengan latar belakang berbeda, menunjukkan bahwa setiap perempuan memiliki pengalaman dan suara yang unik. Buku ini menyoroti identitas, ras, gender, dan hubungan sosial secara mendalam.

Melalui berbagai karakter, buku ini menunjukkan bahwa tidak ada satu cara menjadi perempuan. Justru keberagaman itulah yang memperkuat suara perempuan secara kolektif.

 

Memiliki suara sebagai perempuan bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, tetapi hasil dari proses mengenal diri, memahami nilai, dan berani menghadapi ketakutan. Buku-buku di atas menunjukkan bahwa setiap perempuan memiliki perjalanan yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama: menjadi diri sendiri dengan jujur dan berani.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us

Related Articles

See More