ilustrasi mencuci botol minuman (unsplash.com/Bluewater Sweden)
Bagian terakhir yang perlu diperiksa adalah dasar dan dinding bagian dalam botol. Sekilas, area ini mungkin terlihat bersih setelah dibilas dengan air dan sabun. Namun, sisa minuman bisa menempel pada permukaan bagian dalam, terutama di sudut dasar botol yang sulit dijangkau spons pencuci piring biasa.
Bakteri dari mulut dan tangan dapat berpindah ke botol minum. Sisa partikel makanan dari mulut juga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur. Karena itu, mencuci botol secara menyeluruh dan mengeringkannya merupakan bagian penting dari kebersihan sehari-hari.
“Segala sesuatu yang bersentuhan dengan botol minum pakai ulang kita dapat menularkan bakteri. Kita menempelkan mulut ke botol, menyentuh sedotan, atau meletakkan botol di suatu tempat-bakteri bisa berpindah melalui kontak apa pun yang terjadi,” jelas Marianne.
Gunakan sikat botol bertangkai panjang untuk membersihkan dinding dan dasar bagian dalam. Pilih sikat dengan ukuran yang sesuai agar seluruh permukaan dapat terjangkau. Setelah dicuci, bilas menggunakan air mengalir dan tiriskan botol dalam posisi terbuka. Hindari langsung memasang tutup ketika bagian dalamnya masih basah karena kelembapan yang terperangkap dapat memicu munculnya bau apek kembali.
Botol minum yang masih berbau meskipun sudah dicuci bisa jadi bukan karena wadahnya yang kotor, melainkan ada bagian kecil yang terlewat saat dibersihkan. Mulai dari tutup, karet silikon, sedotan, mulut botol, hingga dasar bagian dalam, semuanya membutuhkan perhatian khusus. Biasakan mencuci botol secara menyeluruh setelah digunakan, terutama jika diisi minuman selain air putih.