Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Bikin Rumah Tetap Sejuk tanpa Harus Menyalakan AC Seharian

6 Cara Bikin Rumah Tetap Sejuk tanpa Harus Menyalakan AC Seharian
ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Jonathan Borba)
  • Menutup tirai tebal atau berwarna terang pada saat terik membantu menghalangi panas matahari, terutama di jendela yang mendapat paparan langsung.
  • Sirkulasi udara bisa dioptimalkan dengan membuka jendela saat pagi atau sore, memanfaatkan ventilasi silang, serta mengarahkan kipas dekat jendela untuk mendorong udara panas keluar.
  • Rumah dapat terasa lebih nyaman dengan mematikan perangkat tak terpakai, mengatur waktu memasak, menambah tanaman peneduh, dan merapikan barang yang menyimpan atau menghambat panas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cuaca panas bukan cuma bikin badan cepat gerah, tetapi juga bisa membuat rumah terasa seperti menyimpan panas sepanjang hari. Baru masuk rumah setelah bepergian, rasanya bukannya adem malah seperti masuk ke dalam oven. Menyalakan AC memang menjadi solusi paling cepat, tetapi kalau harus hidup seharian, tagihan listrik juga bisa ikut bikin kepala panas.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu membuat suhu di dalam rumah terasa lebih nyaman tanpa haryus menyalakan AC. Kamu bahkan bisa mulai dari hal-hal kecil yang gak membutuhkan biaya besar. Tujuannya bukan membuat rumah berubah menjadi ruangan ber-AC tanpa listrik, melainkan mengurangi panas yang masuk dan membantu udara bergerak lebih baik. Beberapa cara berikut juga bisa diterapkan secara bertahap sesuai kondisi rumahmu. Yuk, cek mana yang paling mudah kamu coba hari ini!

  1. 1. Tutup tirai saat matahari sedang terik

    ilustrasi tirai
    ilustrasi tirai (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

    Sinar matahari yang masuk langsung melalui jendela bisa membuat suhu ruangan meningkat. Apalagi kalau jendelamu menghadap arah yang mendapat paparan matahari cukup kuat pada siang atau sore hari. Tirai atau gorden bisa menjadi penghalang sederhana agar panas dari luar gak langsung masuk ke dalam rumah. Kamu bisa menutupnya ketika matahari mulai terasa menyengat, terutama pada jam-jam paling panas. Langkah kecil ini bisa membantu ruangan terasa lebih nyaman tanpa harus langsung menyalakan AC.

    Kalau memungkinkan, pilih tirai yang cukup tebal atau gunakan lapisan tambahan pada jendela yang paling banyak terkena sinar matahari. Tirai berwarna terang juga bisa menjadi pilihan karena mampu membantu memantulkan sebagian cahaya. Kamu gak harus mengganti semua gorden di rumah sekaligus, kok. Prioritaskan dulu ruangan yang paling panas atau jendela yang mendapatkan paparan matahari langsung. Coba perhatikan perbedaannya setelah beberapa hari, siapa tahu ruang yang biasanya terasa seperti sauna jadi lebih bersahabat.

  2. 2. Buka jendela pada waktu yang tepat

    ilustrasi jendela
    ilustrasi jendela (freepik.com/schantalao)

    Membuka jendela memang bisa membantu sirkulasi udara, tetapi waktu membukanya juga perlu diperhatikan. Saat udara luar sedang sangat panas, membuka semua jendela justru bisa membuat udara panas masuk ke dalam rumah. Kamu bisa membuka jendela pada pagi atau sore hari ketika suhu luar mulai lebih nyaman. Udara dari luar yang lebih sejuk dapat membantu menggantikan udara panas yang terperangkap di dalam ruangan. Cara ini juga membuat rumah terasa lebih segar tanpa harus bergantung pada pendingin ruangan.

    Kalau rumah memiliki jendela di sisi yang berlawanan, manfaatkan keduanya untuk menciptakan aliran udara silang atau cross ventilation. Udara bisa masuk dari satu sisi dan keluar melalui sisi lainnya sehingga ruangan gak terasa pengap. Pintu antar-ruangan juga bisa dibuka ketika kondisi memungkinkan agar udara bergerak lebih bebas. Kamu bisa mengombinasikannya bersama kipas untuk membantu mendorong udara panas keluar. Jadi, jangan asal buka jendela sepanjang hari, tetapi pilih waktu yang paling tepat untuk memaksimalkan manfaatnya.

  3. 3. Gunakan kipas untuk membantu mengalirkan udara

    ilustrasi kipas angin
    ilustrasi kipas angin (pexels.com/Enrique Zafra)

    Kipas angin memang bukan alat pendingin seperti AC, tetapi penggunaannya bisa dibuat lebih efektif. Salah satu caranya adalah mengarahkan kipas agar membantu mengeluarkan udara panas dari ruangan. Ketika udara di dalam rumah terasa pengap, posisikan kipas dekat jendela dan arahkan ke luar untuk membantu mendorong udara panas keluar. Setelah itu, udara yang lebih sejuk dari area lain bisa masuk melalui jendela atau pintu yang terbuka. Strategi sederhana ini bisa terasa lebih efektif dibandingkan hanya mengarahkan kipas langsung ke tubuh.

    Kamu juga bisa menyesuaikan posisi kipas berdasarkan kondisi ruangan. Kalau sedang berada di dalam kamar, arahkan aliran udara ke area tempat kamu beraktivitas agar tubuh terasa lebih nyaman. Ketika ingin mendinginkan ruangan, fokuskan kipas pada pergerakan udara, bukan hanya membuat angin berembus ke satu titik. Pastikan juga kipas gak terhalang oleh barang-barang di sekitarnya. Kalau digunakan secara tepat, kipas bisa membantu kamu mengurangi ketergantungan pada AC, terutama ketika suhu mulai turun pada malam atau pagi hari.

  4. 4. Kurangi sumber panas di dalam rumah

    ilustrasi rak TV
    ilustrasi rak TV (pexels.com/Arina Krasnikova)

    Kamu mungkin gak sadar kalau beberapa benda di rumah ikut menghasilkan panas. Televisi, komputer, laptop, lampu, kompor, dan berbagai perangkat elektronik menghasilkan panas ketika digunakan. Kalau banyak perangkat menyala dalam satu ruangan, suhu di dalamnya bisa terasa semakin gerah. Karena itu, matikan perangkat elektronik yang sudah gak digunakan daripada membiarkannya menyala tanpa alasan. Selain membantu mengurangi sumber panas, kebiasaan ini juga bisa membantu menghemat penggunaan listrik.

    Aktivitas memasak juga perlu diperhatikan ketika cuaca sedang panas. Kompor dan oven dapat membuat area dapur terasa sangat panas, bahkan panasnya bisa menyebar ke ruangan lain. Kalau memungkinkan, pilih waktu memasak ketika suhu udara sudah lebih rendah atau manfaatkan ventilasi dapur secara maksimal. Lampu yang menghasilkan panas cukup tinggi juga bisa diganti menggunakan jenis yang lebih efisien dan menghasilkan panas lebih rendah. Rumah yang lebih sedikit memiliki sumber panas tentu akan lebih mudah terasa nyaman ketika suhu di luar sedang tinggi.

  5. 5. Tambahkan tanaman di area yang tepat

    ilustrasi kamar dan tanaman
    ilustrasi kamar dan tanaman (pexels.com/The Ghazi)

    Tanaman bisa membuat suasana rumah terasa lebih segar sekaligus memberikan elemen hijau yang menyenangkan. Beberapa tanaman juga dapat membantu memberikan naungan ketika ditempatkan di area luar rumah yang tepat. Kamu bisa menaruh tanaman di dekat teras, halaman, atau sisi rumah yang paling banyak terkena sinar matahari. Pepohonan atau tanaman berdaun lebat di luar rumah dapat membantu memberikan bayangan pada bagian bangunan tertentu. Namun, jangan menganggap tanaman sebagai pengganti AC yang bisa langsung menurunkan suhu ruangan secara drastis.

    Penempatan tanaman tetap perlu disesuaikan dengan kondisi rumah dan kebutuhan masing-masing jenis tanaman. Jangan sampai tanaman justru menghalangi jendela sehingga sirkulasi udara dan cahaya alami menjadi terlalu terbatas. Kamu bisa memilih tanaman yang memang cocok hidup di area rumahmu dan gak membutuhkan perawatan rumit. Pot tanaman juga dapat ditempatkan di area yang terasa gersang agar rumah terlihat lebih segar. Bonusnya, suasana rumah yang lebih hijau biasanya juga terasa lebih nyaman untuk bersantai.

  6. 6. Kurangi penggunaan barang yang menyimpan panas

    sofa
    ilustrasi sofa (pexels.com/Leah Newhouse)

    Material dan benda di dalam ruangan bisa memengaruhi bagaimana panas terasa di rumah. Karpet tebal, sofa berbahan tertentu, atau tumpukan barang yang terlalu banyak dapat membuat ruangan terasa lebih penuh dan kurang nyaman. Kamu bisa mulai menata ulang ruangan agar udara memiliki ruang untuk bergerak. Barang yang jarang digunakan juga sebaiknya disimpan atau dipindahkan agar area rumah terasa lebih lega. Ruangan yang lebih rapi gak cuma enak dipandang, tetapi juga bisa terasa lebih nyaman ketika udara sedang panas.

    Perhatikan pula area yang terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Kalau ada furnitur yang terus-menerus terkena panas dari jendela, pertimbangkan untuk memindahkannya ke lokasi yang lebih teduh. Kamu juga bisa menggunakan bahan dekorasi rumah yang lebih ringan untuk area yang terasa panas. Sprei dan sarung bantal berbahan yang nyaman juga bisa membuat kamar terasa lebih menyenangkan saat malam hari. Jadi, sebelum buru-buru menyalakan AC, coba lihat lagi apakah ada benda atau pengaturan ruangan yang justru membuat rumah semakin gerah.

    Rumah yang terasa sejuk gak selalu harus bergantung pada AC sepanjang hari. Kamu gak perlu mengubah seluruh rumah sekaligus untuk merasakan manfaatnya. Mulai saja dari ruangan yang paling panas, lalu perhatikan apa yang membuat suhu di sana terasa kurang nyaman. Setelah menemukan penyebabnya, kamu bisa memilih solusi yang paling sederhana dan sesuai kondisi rumah. Jadi, saat cuaca kembali panas, jangan langsung menyerah pada AC seharian—coba bikin rumah lebih sejuk dari hal-hal kecil dulu, siapa tahu tagihan listrik ikut terasa lebih adem!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More