Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Membuat Storage Sederhana untuk Kamar Kos, Modal Minim!
Ilustrasi storage gantung (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Kamar kos yang ukurannya terbatas sering membuat barang cepat menumpuk. Pakaian, buku, tas, sepatu, perlengkapan kuliah atau kerja, sampai barang-barang kecil bisa memenuhi lantai dan meja jika tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas. Masalahnya, membeli banyak lemari atau rak tambahan juga belum tentu menjadi solusi karena ruang yang tersedia sangat terbatas.

Kabar baiknya, kamu tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk membuat kamar kos lebih rapi. Dengan memanfaatkan area yang sering terabaikan dan membuat storage sederhana dari bahan yang mudah ditemukan, setiap sudut kamar bisa dimaksimalkan.

1. Manfaatkan kardus bekas jadi kotak penyimpanan

ilustrasi storage box (freepik.com/freepik)

Kardus bekas paket bisa menjadi storage paling murah untuk kamar kos. Pilih kardus yang masih kokoh, kemudian bersihkan dan ukur sesuai area yang tersedia. Kamu bisa melapisinya dengan kertas kado, kain bekas, atau wallpaper sisa agar tampilannya lebih rapi.

Kotak ini cocok untuk menyimpan buku, dokumen, kabel, aksesori, atau barang yang tidak digunakan setiap hari. Supaya lebih praktis, buat beberapa kotak dengan fungsi berbeda. Misalnya, satu kotak khusus dokumen, satu untuk perlengkapan elektronik, dan satu lagi untuk barang-barang musiman.

2. Buat rak dinding sederhana

Ilustrasi rak dinding (pixabay.com/KathrinPie)

Jika lantai kamar sudah penuh, arahkan perhatian ke dinding. Rak dinding sederhana bisa digunakan untuk menyimpan buku, skincare, dekorasi, koleksi kecil, atau perlengkapan yang sering digunakan. Kamu bisa membuat rak dari papan kayu bekas atau membeli papan sederhana kemudian memasangnya dengan braket yang sesuai.

Untuk kamar kos, pastikan aturan pemilik kos mengizinkan pemasangan rak dengan sekrup atau paku. Kalau tidak diperbolehkan, pilih storage vertikal yang bisa berdiri sendiri atau sistem gantung yang tidak merusak dinding. Letakkan barang yang paling sering digunakan pada bagian yang mudah dijangkau.

3. Manfaatkan area bawah tempat tidur

Ilustrasi storage di area bawah tempat tidur (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Bagian bawah kasur sering menjadi area kosong yang sebenarnya memiliki potensi besar sebagai storage. Kamu bisa menggunakan kotak plastik, kardus kokoh, atau tas penyimpanan pipih untuk menyimpan pakaian yang jarang digunakan, selimut, sprei, sepatu, maupun barang musiman.

Sebelum memasukkan barang, kelompokkan berdasarkan kategori. Misalnya, satu kotak khusus pakaian musim tertentu dan satu kotak untuk perlengkapan tidur. Hindari memasukkan semua barang secara acak karena storage bawah kasur justru bisa berubah menjadi tempat persembunyian barang yang sulit dicari.

4. Ubah bagian belakang pintu jadi storage

Ilustrasi storage belakang pintu (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Pintu kamar atau pintu lemari juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan tambahan. Kamu bisa memasang organizer gantung untuk menyimpan sandal, aksesori, skincare, alat tulis, atau perlengkapan kecil. Untuk kamar kos yang tidak memungkinkan pengeboran, pilih organizer yang menggunakan pengait atau sistem pemasangan yang tidak merusak permukaan pintu.

Cara ini sangat berguna untuk barang-barang berukuran kecil yang sering membuat meja terlihat berantakan. Daripada semua benda diletakkan di atas meja, kelompokkan barang berdasarkan kegunaannya dan simpan pada kantong organizer yang berbeda.

5. Buat storage gantung dari kain bekas

Ilustrasi storage gantung (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Kalau punya kain bekas yang cukup kuat, kamu bisa mengubahnya menjadi storage gantung sederhana. Jahit atau sambungkan beberapa bagian kain hingga membentuk kantong-kantong kecil, lalu gantungkan pada sisi lemari, pintu, atau area dinding yang diperbolehkan. Storage ini cocok untuk menyimpan kabel, kaus kaki, aksesori, alat tulis, atau barang kecil lainnya.

Kamu juga bisa menggunakan kain bekas dari jeans atau kemeja lama agar storage terlihat lebih unik. Kantong dari jeans, misalnya, cukup kuat untuk menyimpan benda-benda kecil. Kalau tidak bisa menjahit sendiri, kain dapat dibawa ke tukang permak dengan desain yang sederhana.

 

6. Manfaatkan sudut kamar untuk rak mini

Ilustrasi rak mini (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Sudut kamar yang sempit sering kali tidak dimanfaatkan karena dianggap terlalu kecil untuk furnitur biasa. Padahal, area tersebut bisa digunakan untuk rak mini bertingkat. Pilih rak dengan bentuk tinggi dan ramping sehingga tidak memakan banyak lantai.

Rak ini dapat digunakan untuk buku, parfum, perlengkapan mandi, tanaman kecil, atau barang dekorasi. Kalau ingin membuat sendiri, kamu bisa menggunakan papan kayu kecil dan menyusunnya menjadi rak bertingkat. Alternatif lainnya adalah menggunakan peti kayu bekas yang ditumpuk secara vertikal.

7. Gunakan storage multifungsi

ilustrasi nakas kayu di dalam kamar (pexels.com/Andrea Davis)

Daripada menambahkan banyak furnitur, pilih storage yang memiliki lebih dari satu fungsi. Contohnya, gunakan ottoman atau bangku yang bagian dalamnya bisa menyimpan barang. Meja kecil dengan laci juga bisa menjadi tempat bekerja sekaligus menyimpan perlengkapan kuliah atau kerja.

Untuk kamar kos yang sangat kecil, prinsip ini membantu mengurangi jumlah furnitur yang dibutuhkan. Satu benda bisa menjalankan dua atau bahkan tiga fungsi sehingga ruang gerak tetap tersedia. Jika ingin membuat DIY, kamu dapat menggunakan kotak kayu kokoh sebagai meja kecil sekaligus tempat penyimpanan.

Kamar kos yang sempit bukan berarti tidak bisa memiliki storage yang rapi dan fungsional. Yang gak kalah penting, selalu sesuaikan storage dengan barang yang benar-benar kamu miliki dan gunakan, sehingga setiap sudut kamar punya fungsi tanpa mengorbankan kenyamanan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article