ilustrasi tanaman udara (pexels.com/chandra-lynch)
Air hujan menjadi salah satu pilihan yang baik untuk tanaman udara karena mengandung sejumlah nutrisi. Air kolam atau akuarium juga dapat digunakan, sedangkan air keran sebaiknya didiamkan dalam wadah terbuka semalaman sebelum dipakai. Cara ini membantu klorin menghilang sekaligus membuat suhu air mencapai suhu ruang.
Sebaliknya, hindari softened water atau air yang telah melalui proses pelunakan serta air suling. Garam dalam softened water dapat merusak daun, sedangkan air suling terlalu murni dan gak menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Jika ingin memberikan nutrisi tambahan, gunakan pupuk khusus tanaman udara sesuai petunjuk pada kemasan.
Tanaman udara memang gak membutuhkan tanah, tetapi bukan berarti perawatannya bisa dilakukan sembarangan. Dengan penyiraman yang tepat, cahaya cukup, dan pengeringan yang baik, tanaman ini bisa tetap sehat sekaligus mempercantik sudut rumahmu.