Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gak Mau Boros Air, Begini Trik Menyiram Tanaman saat Kemarau
Ilustrasi seseorang menyiram tanaman (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Siram tanaman pada pagi hari dan cek kelembapan tanah sebelum menyiram agar air lebih banyak meresap, bukan menguap atau digunakan berlebihan.
  • Arahkan aliran air perlahan langsung ke zona akar, hindari semprotan tinggi atau luas, serta lakukan penyiraman cukup dalam sesuai kebutuhan tiap jenis tanaman.
  • Gunakan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah dan prioritaskan tanaman muda, baru ditanam, atau sedang berbunga maupun berbuah saat persediaan air terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musim kemarau membuat aktivitas menyiram tanaman terasa seperti rutinitas yang gak boleh dilewatkan. Tanah lebih cepat kering, daun mudah layu, sementara penggunaan air di rumah juga perlu diperhatikan. Kalau menyiram terlalu sedikit, tanaman bisa kekurangan air, tetapi kalau terlalu banyak, air justru terbuang sebelum sempat dimanfaatkan akar. Karena itu, cara menyiram tanaman saat kemarau perlu disesuaikan agar air yang digunakan benar-benar sampai ke bagian yang membutuhkan.

Kamu gak harus menyiram tanaman berkali-kali dalam sehari untuk membuatnya tetap segar. Waktu penyiraman, cara mengarahkan air, kondisi tanah, dan penggunaan mulsa justru punya peran penting dalam menghemat air. Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa membantu tanaman bertahan selama cuaca kering tanpa membuat pemakaian air di rumah membengkak.

1. Siram pada pagi hari

Ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

Pagi hari menjadi salah satu waktu yang baik untuk menyiram tanaman karena suhu biasanya belum terlalu tinggi. Air punya kesempatan lebih besar untuk meresap ke tanah sebelum penguapan meningkat akibat panas. Panduan dari University of Minnesota Extension juga menyarankan penyiraman pada pagi hari sebagai salah satu cara mengurangi kehilangan air akibat evaporasi.

Sebaliknya, menyiram ketika matahari sedang terik dapat membuat sebagian air lebih cepat menguap dari permukaan tanah. Kamu juga gak perlu menjadikan penyiraman sebagai rutinitas otomatis tanpa melihat kondisi tanaman. Coba cek kelembapan tanah terlebih dahulu agar air yang digunakan memang sesuai kebutuhan.

2. Arahkan air langsung ke area akar

ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

Kalau tujuanmu menghemat air, jangan hanya membuat seluruh permukaan tanaman basah. Arahkan air ke tanah di sekitar pangkal tanaman atau area yang menjadi tempat akar mengambil air. Cara ini membuat air lebih dekat dengan bagian yang memang membutuhkannya. Penyiraman menggunakan selang tetes atau drip irrigation juga dapat membantu menyalurkan air langsung ke area akar.

Cara sederhana juga bisa dilakukan tanpa alat khusus. Saat menggunakan selang atau gayung, tuangkan air perlahan di sekitar zona akar dan hindari membiarkannya mengalir ke jalan, lantai, atau bagian tanah yang tidak ditumbuhi tanaman. Air yang langsung meresap di sekitar akar akan lebih berguna daripada air yang menyebar ke area kosong.

3. Jangan langsung menyiram hanya karena tanah terlihat kering

ilustrasi seseorang menyiram tanaman (pexels.com/Lạc Liil)

Permukaan tanah yang terlihat kering belum tentu berarti bagian di bawahnya benar-benar kekurangan air. Panas dan angin dapat membuat lapisan atas tanah cepat kehilangan kelembapan, sementara bagian yang lebih dalam masih cukup basah. Karena itu, kamu bisa memeriksa tanah terlebih dahulu sebelum mengambil air.

Caranya cukup sederhana, yaitu masukkan jari atau alat kecil ke dalam tanah untuk mengecek kelembapan di bawah permukaan. Kalau bagian tersebut masih lembap, penyiraman bisa ditunda. Kebiasaan ini membantu mencegah penyiraman berlebihan sekaligus membuat penggunaan air lebih efisien.

4. Gunakan mulsa agar tanah gak cepat kering

ilustrasi seseorang menyiram tanaman sayur (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Salah satu trik yang cukup efektif untuk menghadapi kemarau adalah menutup permukaan tanah dengan mulsa. Bahan seperti daun kering yang sudah dicacah, serpihan kayu, atau bahan organik tertentu dapat membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi penguapan. University of Minnesota Extension merekomendasikan penggunaan mulsa sebagai salah satu cara mempertahankan kelembapan tanah selama periode kering.

Mulsa juga membantu melindungi area perakaran dari perubahan suhu yang terlalu ekstrem. Namun, jangan menumpuk mulsa sampai menyentuh batang tanaman secara langsung. Beri sedikit ruang di sekitar batang supaya kondisi yang terlalu lembap tidak memicu masalah pada bagian tersebut.

5. Lebih baik menyiram cukup dalam daripada sedikit-sedikit

ilustrasi seseorang wanita menyiram tanaman (pexels.com/Gustavo Fring)

Menyiram tanaman sedikit tetapi sangat sering belum tentu menjadi cara paling hemat air. Pada tanaman yang sudah mapan, penyiraman yang cukup untuk membasahi zona akar kemudian memberi waktu tanah mengering sebagian dapat membantu mendorong pertumbuhan akar yang lebih dalam. Akar yang berkembang lebih dalam juga dapat membantu tanaman menghadapi periode kering.

Namun, kebutuhan setiap tanaman tetap berbeda. Tanaman baru ditanam, sayuran tertentu, tanaman dalam pot, dan tanaman yang sedang berbunga atau menghasilkan buah dapat membutuhkan perhatian lebih terhadap ketersediaan air. Jadi, jangan menerapkan satu jadwal penyiraman untuk semua tanaman di halaman rumah.

6. Prioritaskan tanaman yang paling membutuhkan air

ilustrasi seseorang menyiram kebun (pexels.com/Peter Chilumba)

Saat air terbatas, kamu gak harus memperlakukan semua tanaman dengan cara yang sama. Tanaman muda, tanaman baru ditanam, sayuran yang sedang berbunga atau berbuah, serta pohon tertentu bisa membutuhkan perhatian lebih dibanding tanaman yang sudah mapan dan lebih tahan kondisi kering. Menentukan prioritas membuat air yang tersedia bisa digunakan untuk tanaman yang paling membutuhkan.

Sebaliknya, tanaman yang sudah beradaptasi dengan kondisi kering mungkin gak membutuhkan penyiraman sesering tanaman lain. Kamu bisa mengelompokkan tanaman berdasarkan kebutuhan airnya supaya lebih mudah menentukan bagian mana yang harus disiram terlebih dahulu. Cara ini juga membuat kebiasaan berkebun menjadi lebih efisien karena gak semua tanaman diperlakukan sama.

7. Hindari penyiraman dengan semprotan yang mudah menguap

ilustrasi seseorang menyiram tanaman hias (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Kalau menggunakan selang atau alat penyiram, perhatikan ke mana air jatuh. Semprotan yang terlalu tinggi atau terlalu luas dapat membuat sebagian air menguap sebelum mencapai tanah, apalagi ketika cuaca sedang panas dan berangin. University of Minnesota Extension menyarankan sistem penyiraman yang mengalirkan air lebih dekat ke permukaan tanah untuk mengurangi kehilangan air.

Penyiraman manual menggunakan gayung atau selang dengan aliran yang pelan juga bisa menjadi pilihan sederhana. Kuncinya bukan seberapa banyak air yang terlihat keluar, tetapi seberapa banyak yang benar-benar masuk ke tanah dan dapat dimanfaatkan akar. Kalau air sampai menggenang atau mengalir jauh dari area tanaman, itu bisa menjadi tanda bahwa cara penyiramannya perlu diperbaiki.

Menghemat air saat kemarau bukan berarti membiarkan tanaman kekeringan. Tujuannya adalah menggunakan air secara lebih tepat supaya lebih sedikit yang terbuang melalui penguapan, aliran permukaan, atau penyiraman pada area yang sebenarnya gak membutuhkan air. Waktu penyiraman, pemeriksaan kelembapan tanah, dan pemberian mulsa bisa menjadi langkah sederhana untuk memulainya.

Kamu juga gak perlu langsung membeli peralatan berkebun yang mahal. Mulai saja dari kebiasaan sederhana seperti menyiram pada pagi hari, mengarahkan air ke akar, mengecek tanah sebelum menyiram, dan menutup permukaan tanah dengan mulsa. Saat dilakukan secara konsisten, cara tersebut bisa membantu tanaman tetap terawat sekaligus membuat penggunaan air di rumah lebih bijak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article