Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Handuk Bau Apek padahal Baru Dicuci? Coba Cek 5 Kebiasaan Ini
ilustrasi mencuci handuk (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Pernah mengambil handuk dari jemuran, tetapi begitu digunakan, aroma apek justru tercium dari kainnya? Padahal, handuk sudah dicuci menggunakan deterjen, dibilas, dan dikeringkan selama berjam-jam. Rasanya tentu menyebalkan, apalagi jika handuk terlihat bersih dan tidak memiliki noda sedikit pun.

Tak jarang, kita langsung menambahkan pewangi atau menuangkan deterjen lebih banyak pada pencucian berikutnya dengan harapan bau tersebut hilang. Sayangnya, masalah handuk bau apek tidak selalu selesai dengan cara itu. Lalu mengapa bisa demikian? Kamu kamu lakukan kebiasaan-kebiasaan ini!

1. Handuk langsung dilipat meski belum benar-benar kering

ilustrasi mencuci handuk (unsplash.com/adrielprastyanto)

Setelah selesai mandi, handuk biasanya digantung di kamar mandi atau di belakang pintu. Masalahnya, tempat tersebut belum tentu memiliki sirkulasi udara yang baik. Akibatnya, handuk tetap lembap dalam waktu lama, terutama jika kamar mandi sering tertutup atau digunakan oleh banyak orang.

Selain itu ketika handuk yang belum kering sempurna kemudian dilipat dan disimpan di lemari, aroma apek bisa muncul kembali. Dr. Kristina Braly, pendiri merek perawatan cucian Aembr, mengingatkan pentingnya mengeringkan handuk secara menyeluruh.

"Bakteri yang terperangkap, penumpukan sisa detergen, atau proses pengeringan yang tidak tepat dapat memicu bau apek. Membiarkan handuk benar-benar kering setelah dicuci sangatlah penting untuk mencegah timbulnya bau tak sedap. Handuk dirancang untuk menyerap cairan, sehingga rentan menjadi tempat tumbuhnya jamur dan munculnya bau apek, bahkan sesaat setelah dicuci, jika tidak dikeringkan dengan cara dan waktu yang memadai," jelasnya dikutip dari The Spruce.

Untuk mengatasinya, bentangkan handuk selebar mungkin ketika menjemur agar udara dapat menjangkau seluruh permukaannya. Jika menjemur di dalam rumah, pilih area yang memiliki ventilasi baik atau gunakan kipas untuk membantu sirkulasi udara.

Pastikan bagian tengah dan lipatan handuk benar-benar kering sebelum disimpan. Jangan hanya mengandalkan bagian luar yang terasa kering karena bagian yang lebih tebal bisa saja masih menyimpan kelembapan.

2. Menuangkan deterjen terlalu banyak dengan harapan handuk lebih wangi

ilustrasi deterjen (vecteezy.com/kwangmoozaa)

Ada anggapan bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan, semakin bersih dan harum pula hasil cucian. Karena ingin menghilangkan bau apek, seseorang mungkin menuangkan deterjen lebih banyak dari takaran yang dianjurkan. Awalnya, handuk bisa terasa wangi karena aroma produk pencuci cukup kuat.

Namun, setelah digunakan dan terkena air, bau tidak sedap justru kembali tercium. Dr. Kristina menjelaskan bahwa penumpukan deterjen merupakan salah satu penyebab handuk tetap berbau apek setelah dicuci. Residu deterjen yang tertinggal pada serat kain dapat membuat proses pencucian kurang efektif.

"Penumpukan sisa detergen merupakan penyebab umum mengapa handuk tetap berbau apek meskipun sudah dicuci. Meskipun menggunakan lebih banyak detergen saat mencuci handuk mungkin tampak akan membersihkannya secara lebih menyeluruh dan membuatnya lebih harum, kenyataannya justru sebaliknya," jelasnya.

Dengan kata lain, menambah takaran deterjen bukan selalu solusi, terutama jika masalahnya justru berasal dari sisa produk yang tidak terbilas sempurna. Mulailah dengan membaca petunjuk takaran pada kemasan deterjen dan menyesuaikannya dengan jumlah cucian, tingkat kekotoran, serta jenis mesin cuci.

3. Terlalu sering menggunakan pelembut atau pewangi pakaian

ilustrasi deterjen untuk mencuci pakaian (pexels.com/RDNE Stock project)

Handuk yang lembut dan wangi memang terasa menyenangkan ketika digunakan setelah mandi. Karena itu, sebagian orang terbiasa menambahkan pelembut atau pewangi pada setiap pencucian. Namun, penggunaan pelembut secara berlebihan justru dapat meninggalkan lapisan residu pada serat handuk. Dalam jangka panjang, lapisan tersebut bisa mengurangi kemampuan handuk menyerap air dan membuatnya lebih sulit dibersihkan secara optimal.

"Hindari penggunaan pelembut pakaian karena produk ini melapisi serat kain dan membuat daya serap handuk berkurang seiring waktu, hal ini justru menyulitkan handuk untuk benar-benar bersih," ujar Dr. Kristina.

Artinya, hindari pelembut kain yang melapisi serat dan membuat handuk semakin kurang menyerap air seiring waktu. Saran ini relevan terutama jika handuk terasa licin, kurang menyerap, atau tetap berbau meskipun sudah dicuci. Sebagai alternatif, kurangi frekuensi penggunaan pelembut dan prioritaskan proses pencucian serta pengeringan yang benar.

4. Membiarkan handuk basah menumpuk sebelum dicuci

ilustrasi keranjang baju kotor (pexels.com/Karolina Grabowska)

Kebiasaan lain yang sering dianggap sepele adalah meletakkan handuk basah di keranjang cucian setelah digunakan. Karena masih ada pekerjaan lain, handuk baru dicuci beberapa hari kemudian. Selama menunggu, kain yang lembap dan terlipat rapat memiliki kesempatan lebih kecil untuk mengering.

Kondisi tersebut dapat membuat bau apek semakin kuat, bahkan sebelum handuk masuk ke mesin cuci. Karena itu, biasakan menggantung handuk setelah digunakan, bukan langsung memasukkannya ke keranjang dalam keadaan basah. Jika handuk harus menunggu jadwal mencuci, biarkan mengering terlebih dahulu di tempat yang memiliki aliran udara baik.

Cuci handuk secara berkala sesuai frekuensi pemakaian dan kondisi kelembapannya. Untuk handuk yang sudah berbau kuat, jangan hanya mengeringkannya kembali; cuci ulang dan pastikan proses pengeringan berikutnya dilakukan sampai tuntas.

5. Lupa membersihkan mesin cuci yang menjadi sumber bau

ilustrasi mencuci baju (vecteezy.com/wattanaphob kappago)

Kamu sudah mengganti deterjen, mengatur takaran dengan benar, bahkan menjemur handuk di bawah sinar matahari. Namun, setiap selesai dicuci, handuk masih mengeluarkan aroma tidak sedap. Jika situasi ini terus berulang, jangan hanya memeriksa handuknya.

Mesin cuci yang jarang dibersihkan juga patut diperiksa karena sisa deterjen, kotoran, dan kelembapan dapat menumpuk pada bagian tertentu, seperti laci deterjen, karet pintu, atau filter. Padahal, sangat penting untuk menjaga kebersihan mesin cuci.

"Agar handuk benar-benar bersih dan harum setelah dicuci, langkah awal yang penting adalah memastikan mesin cuci dalam keadaan bersih. Menjalankan siklus pembilasan secara rutin menggunakan cuka putih atau soda kue dapat membantu mencegah penumpukan residu di dalam mesin cuci," ujarnya.

Pada akhirnya, handuk bau apek padahal baru dicuci tidak selalu menandakan bahwa kamu membutuhkan deterjen yang lebih mahal atau pewangi yang lebih kuat. Sering kali, masalahnya justru berasal dari kebiasaan kecil yang luput diperhatikan, mulai dari menyimpan handuk saat masih lembap, menggunakan deterjen berlebihan, hingga membiarkan mesin cuci kotor.

Curated For You

Editorial Team

Related Article