ilustrasi komunitas membaca (freepik.com/freepik)
Membaca masih menjadi salah satu hobi paling murah sekaligus paling berdampak bagi pengembangan diri. Kamu tidak harus membeli semua buku yang ingin dibaca karena banyak perpustakaan umum, perpustakaan kampus, hingga aplikasi buku digital yang menyediakan ribuan koleksi dengan biaya sangat terjangkau.
Selain menambah wawasan, membaca juga membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkaya kosakata, dan memperluas cara pandang terhadap berbagai persoalan. Manfaat membaca akan semakin besar ketika dilakukan bersama komunitas atau book club. Dalam kelompok diskusi, setiap anggota dapat bertukar perspektif, melatih kemampuan menyampaikan pendapat, sekaligus membangun relasi dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
"Klub buku bisa menjadi tempat yang subur untuk membangun persahabatan. Berbeda dengan kebanyakan aktivitas sosial orang dewasa yang cenderung bersifat dangkal atau transaksional, diskusi buku menciptakan ruang untuk membangun kedekatan yang tulus. Dalam klub buku, kamu bisa berbagi pendapat, menyampaikan perbedaan pandangan dengan saling menghormati, menceritakan hubungan pribadi dengan sebuah kisah, sekaligus mendengarkan pengalaman serupa dari orang lain." ucap Dr. James Morrison, ahli psikologi perilaku dilansir laman Readfeed.
Masih berdasarkan laman yang sama, survei The Reading Agency (Inggris) pada 2021 menemukan bahwa 73 persen anggota klub buku mengaku memiliki setidaknya satu anggota lain yang mereka anggap sebagai "teman dekat". Sebagai perbandingan, hanya 31 persen orang di kelompok sosial terorganisasi lainnya, seperti liga olahraga atau organisasi sukarelawan, yang mengatakan hal serupa. Kerentanan saat membagikan cara kita memaknai sebuah karya seni ternyata mampu menciptakan ikatan yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar mengobrol tentang cuaca.