Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kamu Merasa Dicintai atau Dikendalikan? Waspadai 5 Tanda Ini

Kamu Merasa Dicintai atau Dikendalikan? Waspadai 5 Tanda Ini
ilustrasi pasangan sedang ngobrol (pexels.com/Julia M Cameron)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti bahwa perundungan juga bisa terjadi dalam hubungan romansa, sering disamarkan sebagai bentuk kasih sayang namun sebenarnya bersifat manipulatif dan merusak kepercayaan diri.
  • Dijelaskan lima tanda utama hubungan toksik: kontrol berlebihan, sikap merendahkan, emotional abuse, pengabaian batasan pribadi, serta hilangnya rasa saling menghormati antar pasangan.
  • Pesan utama artikel menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda tersebut dan berani menetapkan batas tegas demi menjaga kesehatan emosional serta kualitas hubungan yang setara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Perundungan bukan hanya fenomena yang terjadi dalam hubungan pertemanan atau profesional. Walau lebih personal, hubungan romansa dengan pasangan gak luput dari perundungan. Mungkin gak akan seterang-terangan bullying dalam pertemanan, tapi jelas berdampak destruktif untuk hubungan kalian.

Seringkali, banyak orang melakukannya dengan dalih sayang atau bahkan cinta. Padahal, perilaku demikian destruktif dan bisa merusak rasa percaya diri seseorang. Penting untuk mengenali gejala perundungan di tempat kerja agar kamu gak mudah terjebak di lubang yang sama. Berikut lima tanda tersirat terjadi perundungan dalam hubungan romansa.

1. Sikap overcontrolling dengan dalih “sayang”

ilustrasi pasangan ngobrol
ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/Samson Katt)

Apakah pasangan tipe orang yang selalu berusaha mengendalikanmu? Dari hal kecil seperti apa yang kamu makan, apa yang kamu pakai, sampai hal personal seperti hobi bahkan circle pertemananmu. Hati-hati, ini bukan tanda cinta. Ini jelas sikap toksik yang dilakukan untuk mengontrol dan memanipulasi kehidupanmu.

Saat kamu berusaha menolak, pasangan selalu bisa mengucapkan kata-kata atau kalimat yang memnacing rasa bersalahmu. Tujuannya hanya satu, agar kamu tetap terus ada dalam kuasa kendalinya. Padahal, cinta yang tulus gak akan pernah berusaha mengendalikan berlebih. Justru, cinta yang tulus akan membangkitkan sikap respek satu sama lain.

2. Selalu memandang dan menganggapmu rendah

ilustrasi pasangan bertengkar
ilustrasi pasangan (pexels.com/Timur Weber)

Hubungan yang sehat harus dibangun atas dasar cinta dan respek satu sama lain. Ketika salah satu pihak memandang tinggi dirinya sendiri, maka di situlah ketimpangan terjadi dalam hubungan. Dalam kesempatan apa pun, pasangan selalu cari celah untuk merendahkanmu.

Saat kumpul keluarga atau reuni dengan teman, misalnya. Alih-alih memperkenalkanmu dengan bangga, pasangan justru malah memperlakukanmu dengan lebih rendah demi meninggikan dirinya.

3. Sering melakukan emotional abuse

ilustrasi pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Perundungan dalam hubungan bisa terjadi melalui sikap emotional abuse, yakni tindakan untuk mengendalikan atau menakuti seseorang melalui manipulasi emosional. Seperti, melakukan silent treatment, mengritikmu berlebihan bahkan tentang hal kecil, dan selalu menyalahkanmu dalam situasi apa pun.

Sikap abusif gak hanya tentang fisik, tapi juga bagaimana dia memperlakukanmu sehari-hari. Walau terlihat kecil, ini bikin kamu gak bisa bahagia dan enjoy hidup. Kamu akan selalu merasa dirimu kurang, gak berharga, dan gak layak untuk bisa dicintai seseorang.

4. Mengabaikan boundary dalam relasi

ilustrasi pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Monstera Production)

Dengan kata lain, pasangan memaksakan kehendak dan kemauannya tanpa peduli dengan pendapat atau bahkan persetujuanmu. Kamu bukan dipandang sebagai partner diskusi yang sehat, melainkan hanya sebagai objek pemuas nafsu pribadi.

Batasan adalah hal yang penting dalam hubungan. Melalui batasan, kamu bisa mengomunikasikan apa yang kamu inginkan serta butuhkan dari pasangan, begitu pun sebaliknya. Bila diabaikan, hubungan bisa berjalan ke arah toksik.

5. Gak ada mutual respect dalam hubungan

ilustrasi pasangan sedang ngobrol
ilustrasi pasangan sedang ngobrol (pexels.com/Kampus Production)

Rasa saling respek dan menghormati berperan penting dalam membangun hubungan yang sehat. Ini bicara tentang bagaimana kamu dan pasangan mampu menerima, memandang, dan mencintai satu sama lain sebagaimana mereka ingin dicintai.

Bila satu elemen ini dihilangkan, kamu dan pasangan pasti akan saling menyerang, menindas, bahkan merendahkan satu sama lain. Hati-hati, relasi demikian malah membuat hubungan jadi ladang bersaing.

Perundungan dalam relasi romansa jauh lebih berbahaya. Dari luar terlihat sayang dan romantis, padahal di dalam penuh keinginan untuk menjatuhkan satu sama lain. Kalau kamu sudah melihat lima indikasi di atas dalam hubunganmu, jangan ragu untuk bangun batasan yang tegas, ya. Untuk apa komitmen dengan orang yang gak mau kamu bertumbuh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More