"Air hujan adalah yang terbaik, karena bahkan mungkin mengandung beberapa nutrisi. Lebih berkelanjutan, tidak mengandung garam, tidak mengandung bahan kimia," kata Wendy Wilber, koordinator tingkat negara bagian untuk Program Relawan Master Gardener Universitas Florida, dikutip dari The Spruce.
3 Jenis Air untuk Tanaman Hias Terbaik, Jangan Beri Air Keran Terus!

- Air hujan menjadi pilihan terbaik karena bebas garam dan bahan kimia, mengandung nitrat alami, serta penting bagi tanaman karnivora; wadah penampung harus bersih dan bebas alga.
- Air keran dapat mengandung klorin, fluorida, mineral, garam, dan logam berat yang memicu ujung daun cokelat pada tanaman sensitif seperti calathea, maranta, dracaena, dan spider plant.
- Air tersaring membantu mengurangi klorin, fluorida, serta penumpukan mineral, sedangkan air suling minim bahan kimia tetapi memerlukan pemupukan rutin karena hampir tanpa mineral dan nutrisi.
Tanaman membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang. Namun, jenis air yang kamu gunakan untuk tanaman dapat memengaruhi kesehatan tanaman hias dan penampilannya. Misalnya, air keran dapat mengandung mineral terlarut dan zat tambahan pengolahan, seperti fluorida dan klorin yang membuat beberapa tanaman sensitif.
Jika kamu memberi jenis air yang salah, tanaman hias tertentu mungkin akan mengembangkan ujung dan tepi daun yang berwarna cokelat. Untuk menjaga tanaman tetap sehat dan tumbuh subur, berikut jenis air untuk tanaman hias yang tepat selain air keran!
1. Air hujan

Ilustrasi air hujan (pexels.com/Donny Yularso) Mengumpulkan air hujan untuk tanaman jadi cara yang sustainable dan bermanfaat bagi kesehatan tanaman. Air hujan yang bersih bebas dari garam dan bahan kimia, serta secara alami mengandung nitrat yang dapat membantu tanaman hias tumbuh subur.
Kamu dapat mengumpulkan air hujan dalam wadah kecil atau wadah yang lebih besar, seperti tong penampung air hujan khusus, pastikan wadah tersebut tetap bersih dan bebas dari alga.
Jika memiliki atap logam atau atap aspal yang belum dipasang genteng baru, kamu dapat memasang sistem pengumpulan seperti tong air hujan untuk menampung air yang kemudian dapat digunakan untuk menyiram tanaman hias. Air hujan juga diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman karnivora seperti Venus flytrap, tanaman kantong semar, sundew, dan butterwort.
2. Air yang disaring (filtered water)

Ilustrasi filter air keran (pexels.com/Helena Lopes) Menyaring air keran sangatlah memungkinkan, terutama jika tanaman tidak membutuhkan banyak air. Air keran dari pasokan air kota dapat mengandung sejumlah kecil bahan kimia, seperti klorin dan fluorin yang bermanfaat bagi pasokan air, tetapi tidak dapat ditoleransi oleh beberapa tanaman hias yang sensitif. Hal ini dapat menyebabkan ujung daun menjadi cokelat bahkan pada tanaman yang kuat seperti spider plant.
“Sirami tanaman hias dengan air yang disaring untuk menghilangkan klorin dan fluorida serta mencegah penumpukan mineral dari garam dan logam berat di tanah, yang akan kamu dapatkan jika menggunakan air langsung dari keran,” kata pakar tanaman hias Lee Miller, dikutip dari Martha Stewart.
Kamu dapat menemukan filter air kecil yang langsung terpasang pada keran dapur, teko penyaring, atau versi yang lebih besar untuk diletakkan di atas meja. Penggunaan filter air osmosis terbalik (reverse osmosis water) dapat menghilangkan semua bahan kimia dari air.
3. Air suling (distilled water)

Ilustrasi air yang sudah disuling (pexels.com/MART PRODUCTION) Air suling adalah air yang telah direbus, menyebabkan molekul air kembali ke keadaan gas dan kemudian mengembun kembali menjadi cairan. Kamu bisa menyuling air keran dan selama proses perebusan air suling, kotoran dihilangkan.
Air suling relatif bebas dari bahan tambahan kimia, itulah sebabnya sebagian orang lebih suka menggunakannya pada tanaman hias, terutama jika rumahnya memiliki air sadah (hard water).
Namun karena air suling hampir tidak mengandung mineral atau nutrisi penting, kamu perlu memastikan untuk memupuknya secara teratur. Kondisi tanaman dalam ruangan yang disiram air suling dibandingkan dengan air keran, punya perbedaan yang signifikan alias lebih baik kualitasnya. Membeli air suling lebih mudah, tetapi ada biaya dan pertimbangan penyimpanan yang perlu diperhatikan.
4. Mengapa air keran bisa berbahaya bagi tanaman hias?

Ilustrasi air keran (pexels.com/Steve A Johnson) “Air keran kota sering mengandung klorin dan fluorida, dan beberapa tanaman bereaksi buruk terhadap salah satu atau keduanya,” kata Lisa Eldred Steinkopf, pendiri Houseplant Guru dan penulis buku Houseplants, dikutip dari Martha Stewart.
Jika rumahmu menggunakan sumber air publik, air tersebut mungkin memiliki beberapa kekurangan bagi tanaman hias. Calathea, misalnya, akan mengembangkan tepi cokelat, ujung cokelat, dan mungkin urat cokelat akibat fluorida. Maranta, dracaena, dan spider plant juga sensitif terhadap air keran. Jadi, luangkan waktu untuk meneliti tanaman untuk mengetahui apakah tanaman tersebut sensitif terhadap air keran.
Bila air keran berasal dari sumur pribadi, air tersebut mungkin cocok untuk menyiram tanaman hias karena biasanya tidak mengandung zat tambahan tersebut. Namun, beberapa sumur pribadi diolah dengan water softener dan Steinkopf menyarankan untuk menghindari penggunaan air yang telah dilembutkan untuk tanaman karena mengandung garam yang dapat membahayakan tanaman.
Nah, itulah beberapa jenis air terbaik untuk tanaman hias di rumahmu yang perlu kamu perhatikan agar tanaman tumbuh dengan sempurna. Semoga bermanfaat buat kamu yang suka koleksi tanaman hias, ya!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















