Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Salah Pakai AC yang Bikin Tagihan Bengkak, Kurangi!

5 Kebiasaan Salah Pakai AC yang Bikin Tagihan Bengkak, Kurangi!
ilustrasi kamar dan ac (pexels.com/Max Vakhtbovycn)
Intinya Sih
  • Banyak pengguna AC tanpa sadar melakukan kebiasaan yang bikin tagihan listrik membengkak, seperti menurunkan suhu terlalu rendah dan sering menyalakan-mematikan AC dalam waktu singkat.
  • Filter kotor, pintu atau jendela terbuka, serta jarang servis berkala membuat AC bekerja lebih berat dan boros energi, meski terlihat sepele dalam penggunaan sehari-hari.
  • Perawatan rutin dan pengaturan suhu moderat bisa bantu efisiensi listrik, menjaga kenyamanan ruangan tetap sejuk tanpa bikin dompet ikut panas setiap bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

AC sering jadi penyelamat saat cuaca terasa gerah dan bikin badan lengket. Begitu masuk rumah atau kamar, hal pertama yang kamu cari mungkin remote untuk langsung menyalakan pendingin ruangan. Rasanya memang nyaman ketika udara sejuk langsung menyapa. Namun tanpa sadar, ada beberapa kebiasaan kecil yang justru bikin tagihan listrik melonjak. AC memang membantu kenyamanan, tetapi cara pakainya sangat menentukan besar kecilnya biaya bulanan.

Banyak orang merasa sudah memakai AC dengan benar, padahal masih sering melakukan kesalahan sepele. Kebiasaan ini terlihat wajar karena dilakukan hampir setiap hari. Padahal, dampaknya bisa terasa signifikan dalam jangka panjang. Kalau kamu pernah kaget melihat tagihan listrik tiba-tiba membengkak, mungkin ada pola penggunaan yang perlu dievaluasi. Yuk, cek lima kebiasaan yang sering bikin dompet terasa makin tipis.

1. Mengatur suhu terlalu rendah sejak awal

ilustrasi kamar dan ac
ilustrasi kamar dan ac (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Begitu ruangan terasa panas, banyak orang langsung menurunkan suhu AC ke angka paling rendah. Harapannya ruangan bisa cepat dingin dalam waktu singkat. Padahal, cara kerja AC gak seperti kipas yang makin kencang makin cepat terasa efeknya. AC akan bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang kamu atur, terutama jika selisihnya terlalu jauh dari suhu ruangan. Inilah yang membuat konsumsi listrik meningkat.

Mengatur suhu terlalu rendah juga gak selalu membuat ruangan lebih nyaman. Suhu ideal biasanya berada di kisaran yang cukup sejuk tanpa membuat tubuh kaget. Jika kamu membiasakan diri menyalakan AC di suhu moderat, mesin gak perlu bekerja ekstra. Selain lebih hemat listrik, komponen di dalamnya juga lebih awet. Coba biasakan menurunkan suhu secara bertahap, bukan langsung ke titik terendah.

2. Sering menyalakan dan mematikan AC dalam waktu singkat

ilustrasi kamar dan ac
ilustrasi kamar dan ac (pexels.com/suhel vba)

Ada anggapan bahwa mematikan AC saat ruangan sudah dingin akan lebih hemat. Akhirnya, sebagian orang sering menyalakan dan mematikannya berulang kali dalam durasi pendek. Padahal, proses awal saat AC dinyalakan justru membutuhkan daya yang cukup besar. Jika kamu terlalu sering melakukan siklus ini, konsumsi listrik bisa tetap tinggi. Mesin juga lebih cepat mengalami keausan.

Menjaga AC tetap menyala dalam kondisi stabil biasanya lebih efisien dibanding sering dimatikan lalu dinyalakan kembali. Terutama jika kamu memang masih berada di ruangan tersebut. Mengatur suhu dan mode kipas dengan bijak akan lebih membantu daripada memainkannya seperti sakelar biasa. Selain itu, perubahan suhu yang terlalu sering juga membuat tubuh kurang nyaman. Jadi, perhatikan pola penggunaan agar gak justru boros tanpa disadari.

3. Gak rutin membersihkan filter

ilustrasi AC (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi AC (freepik.com/rawpixel.com)

Filter AC punya peran penting dalam menjaga sirkulasi udara tetap lancar. Saat filter kotor karena debu menumpuk, aliran udara menjadi terhambat. Akibatnya, AC harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan. Kondisi ini membuat konsumsi listrik meningkat dan pendinginan terasa kurang maksimal. Kalau kamu jarang membersihkannya, efeknya bisa langsung terasa pada tagihan bulanan.

Membersihkan filter sebenarnya gak serumit yang dibayangkan. Dalam interval tertentu, kamu bisa membuka penutup dan membersihkan bagian tersebut dari debu. Tindakan sederhana ini membantu AC bekerja lebih ringan. Udara yang keluar juga terasa lebih segar dan sehat. Kebiasaan kecil seperti ini sering diremehkan, padahal dampaknya cukup besar untuk efisiensi energi.

4. Membiarkan pintu dan jendela terbuka

ilustrasi ruang makan dan AC (pexels.com/Max Vakhtbovycn)
ilustrasi ruang makan dan AC (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Ruangan yang didinginkan AC idealnya tertutup rapat. Jika pintu atau jendela sering terbuka, udara dingin akan keluar dan tergantikan udara panas dari luar. AC pun harus terus bekerja menjaga suhu tetap sesuai pengaturan. Kondisi ini jelas membuat konsumsi listrik meningkat. Tanpa sadar, kamu membayar lebih mahal untuk udara dingin yang terus 'bocor'.

Kebiasaan keluar masuk ruangan tanpa menutup pintu rapat juga berkontribusi pada pemborosan energi. Apalagi jika ada celah di jendela atau ventilasi yang gak tertutup sempurna. Memastikan ruangan cukup kedap udara membantu AC bekerja lebih efisien. Suhu pun lebih stabil dan nyaman. Jadi, sebelum menyalahkan tagihan listrik, coba cek dulu apakah ruangan sudah tertutup dengan baik.

5. Mengabaikan servis berkala

ilustrasi ac
ilustrasi ac (pexels.com/Jonathan Borba)

AC bukan alat yang bisa dibiarkan bekerja tanpa perawatan. Seiring waktu, komponen di dalamnya bisa mengalami penurunan performa. Jika kamu jarang melakukan servis, kinerja pendinginan gak lagi optimal. Mesin yang kotor atau bermasalah akan menyedot lebih banyak daya listrik. Hal ini sering gak terasa di awal, tetapi perlahan membuat biaya listrik membengkak.

Servis berkala membantu memastikan semua bagian AC bekerja sebagaimana mestinya. Teknisi biasanya akan membersihkan unit, memeriksa tekanan, dan memastikan gak ada kebocoran. Perawatan rutin seperti ini membuat mesin lebih awet dan efisien. Selain menghemat listrik, kamu juga mengurangi risiko kerusakan besar yang butuh biaya lebih mahal. Jadi, jangan tunggu sampai AC bermasalah baru memanggil teknisi.

Kenyamanan ruangan memang penting, apalagi saat cuaca sedang panas-panasnya. Namun kenyamanan seharusnya gak membuat kamu lalai soal efisiensi. Kebiasaan kecil yang terlihat sepele bisa berdampak besar pada pengeluaran bulanan. Mulai dari cara mengatur suhu hingga rutinitas perawatan, semuanya punya peran.

Coba evaluasi kembali pola penggunaan AC di rumahmu. Mungkin ada satu atau dua kebiasaan yang tanpa sadar masih kamu lakukan. Dengan sedikit penyesuaian, tagihan listrik bisa lebih terkendali. Ruangan tetap sejuk, dompet pun gak ikut 'panas'. Jadi, kebiasaan mana yang paling sering kamu lakukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us