- Memberantas kemiskinan dan kelaparan.
- Mencapai pendidikan dasar untuk semua.
- Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
- Menurunkan kematian anak.
- Meningkatkan kesehatan ibu.
- Mengendalikan HIV dan AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.
- Menjamin kelestarian lingkungan hidup.
Perkembangan Bidan di Indonesia dari Tahun ke Tahun

- Profesi bidan di Indonesia berkembang sejak 1952 dengan hadirnya BKIA dan program KIA yang fokus pada kesehatan ibu, anak, serta layanan keluarga berencana di seluruh pelosok negeri.
- Pada masa pemerintahan Suharto tahun 1992, pendidikan kebidanan mulai dibentuk agar bidan desa mampu menjalankan program KIA dan memberikan layanan menyeluruh bagi ibu hamil hingga bayi baru lahir.
- Sejak 1994 hingga era MDGs dan Permenkes 2010, pelayanan bidan semakin terarah pada kesehatan reproduksi, penurunan angka kematian ibu-anak, serta kolaborasi lintas sektor demi peningkatan kualitas layanan.
Sampai sekarang bidan menjadi profesi yang penting di tengah masyarakat. Terutama untuk ibu hamil, anak, maupun keluarga. Pasalnya, saat ini bidan sudah tersebar sampai ke pelosok negeri. Hal ini sangat memudahkan masyarakat yang tinggal di daerah dan jauh dari rumah sakit.
Tentu kamu penasaran seperti apa perkembangan bidan di Indonesia, bukan? Untuk itu kamu bisa menyimak artikel ini sampai selesai, ya.
Table of Content
1. Diperkenalkan pada tahun 1952

Dari dulu pelayanan bidan diarahkan pada individu, keluarga, dan masyarakat. Selanjutnya pada tahun 1952, diperkenalkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bernama Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA).
Kemudian pada tahun 1960, pemerintah masa itu mengeluarkan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang dijadikan layanan bidan di puskesmas. Lalu pada 1974, pelayanan Keluarga Berencana (KB) dikembangkan secara nasional.
Pada saat itu bidan diberikan izin untuk memberikan layanan KB dengan metode sederhana. Mulai dari metode hormonal seperti suntik KB pil, suntik, implan sampai dengan IUD atau Intra Uterine Device.
Waktu demi waktu program KIA ini pun terus berkembang. Pada tahun 1990, program ini diarahkan pada keselamatan keluarga dan pelayanan bidan yang berkaitan dengan peningkatan peran perempuan dalam mewujudkan kesehatan keluarga.
2. Masa pemerintahan Suharto pendidikan kebidanan muncul

Pada sidang kabinet tahun 1992, Presiden Suharto ketika itu mengemukakan bahwa bidan perlu dididik agar bisa memberikan pelayanan optimal sebagai bidan desa. Tugas pokoknya adalah melaksanakan program KIA di tengah masyarakat.
Layanan KIA ini juga memiliki beberapa cakupan di dalamnya. Di antaranya adalah layanan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, melayani ibu pada masa nifas sampai merawat bayi baru lahir. Hal ini juga termasuk pembinaan bagi dukun bayi, KB, pembinaan posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), dan mengembangkan pondok untuk bersalin.
3. Pelan-pelan pelayanan bidan lebih terfokus

Dalam prosesnya, perkembangan bidan di Indonesia berjalan semakin baik. Pada tahun 1994, layanannya lebih menekankan pada kesehatan reproduksi dan pelayanan bidan lain seperti program penyelamatan masa reproduksi, keluarga berencana, penyakit menular, dan kesehatan reproduksi bagi usia lanjut.
Kemudian pada 2015, dengan adanya Millennium Development Goals (MDGs), pelayanan bidan pun mulai terfokus. Mereka harus mencapai dua hal dari tujuh program MDGs, yaitu penurunan angka kematian anak dan peningkatan kesehatan ibu. Ada pun tujuh program MDGs sebagai berikut seperti dikutip dari laman Bappenas:
Saat ini pelayanan bidan di Indonesia mengacu pada Permenkes No.1464/Menkes/PER/2010/Pasal 9. Di dalamnya sudah diatur mengenai kebidanan mulai dari praktik, kewenangan, dan pelayanan.
Dalam pelaksanaan tugasnya, mereka juga bisa melakukan kolaborasi, konsultasi, dan rujukan sesuai kondisi pasien. Pelayanannya pun mulai dari kesehatan ibu, kesehatan anak, dan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan serta keluarga berencana.
Itulah tadi pembahasan mengenai perkembangan bidan di Indonesia. Kini bagi kamu yang ingin menjadi bidan juga sudah tersedia pendidikan khusus. Kamu pun bisa belajar mengenai ilmu tersebut di berbagai lembaga pendidikan yang ada di Indonesia.
FAQ Seputar Perkembangan Bidan di Indonesia dari Tahun ke Tahun
| Kapan pendidikan bidan pertama kali dimulai di Indonesia? | Pendidikan bidan di Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1851. Saat itu, pembukaan pendidikan bidan ditujukan bagi wanita pribumi di Batavia (Jakarta) untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang sangat tinggi. Namun, pendidikan ini sempat ditutup pada tahun 1875 dan baru dibuka kembali pada tahun 1902. |
| Bagaimana perkembangan organisasi profesi bidan di Indonesia? | Tonggak sejarah penting bagi profesi ini adalah berdirinya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada tanggal 24 Juni 1951. Organisasi ini dibentuk untuk menyatukan visi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperjuangkan hak-hak para bidan di seluruh tanah air. Sejak tahun 1954, IBI secara resmi diakui sebagai organisasi berbadan hukum dan bergabung dalam International Confederation of Midwives (ICM). |
| Apa peran krusial bidan dalam program kesehatan pemerintah di era 1990-an? | Pada era 1990-an, pemerintah meluncurkan program "Bidan di Desa". Program ini bertujuan untuk menempatkan tenaga bidan di pelosok pedesaan guna mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Bidan desa menjadi garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) di tingkat akar rumput. |
| Bagaimana standar kompetensi bidan di era modern saat ini? | Saat ini, profesi bidan di Indonesia telah diatur secara lebih ketat melalui Undang-Undang Kebidanan. Bidan kini dituntut memiliki pendidikan formal yang kuat dan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Fokus pelayanan bidan pun berkembang, tidak hanya pada aspek klinis persalinan, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi remaja, hingga pemenuhan gizi untuk mencegah stunting pada anak. |


















