ilustrasi lidah buaya (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)
Lidah buaya termasuk tanaman yang cukup populer untuk ditanam di rumah. Daunnya tebal dan mampu menyimpan air sehingga tanaman ini relatif toleran terhadap kondisi kering. Bentuknya juga cukup menarik sehingga bisa berfungsi sebagai tanaman hias sekaligus menjadi bagian dari kebun tanaman rumah.
Letakkan lidah buaya di area yang mendapatkan cahaya terang dan gunakan media yang gak mudah menahan air. Penyiraman gak perlu dilakukan terlalu sering, terutama ketika media masih terasa lembap. Kalau ingin menanam lebih banyak, anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk bisa dipisahkan dan ditanam kembali setelah cukup kuat.
Memiliki tanaman obat di rumah memang praktis, tetapi jangan menganggap semua tanaman tersebut bisa diperlakukan sama. Jahe dan kunyit, misalnya, punya kebutuhan yang berbeda dari mint atau lidah buaya. Kenali karakter setiap tanaman agar kamu bisa menentukan lokasi, media, dan pola penyiraman yang sesuai.
Perlu diingat juga, tanaman obat rumahan bukan berarti setiap bagiannya aman digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu. Pemanfaatannya lebih tepat sebagai bahan pangan atau minuman sesuai penggunaan yang lazim, sedangkan keluhan kesehatan yang serius tetap membutuhkan saran tenaga medis. Kalau perawatannya tepat, kebun kecil ini gak cuma membuat rumah lebih hijau, tetapi juga memberi kamu pengalaman seru menanam sesuatu yang bisa dipanen sendiri.