Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Rumah Bisa Terasa Tidak Nyaman Tanpa Alasan Jelas? Ini Sebabnya

Ilustrasi perempuan duduk di sofa
Ilustrasi perempuan duduk di sofa (pexels.com/Alina Matveycheva)
Intinya sih...
  • Penyebab lingkungan dan fisik
    • Berantakan, kurangnya cahaya alami, kualitas udara buruk, suhu yang tidak nyaman, kebisingan
    • Masalah desain dan tata letak
      • Pengaruh tata letak, kurangnya privasi, nuansa hampa atau "terlalu sempurna"
      • Faktor psikologis dan emosional
        • Stres, kurangnya perawatan diri, konflik dan ketegangan, isyarat alam bawah sadar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lingkungan tempat tinggal sangat memengaruhi kesejahteraan mental, loh! Pasalnya, fenomena merasa 'tak nyaman' tanpa alasan yang jelas saat di dalam rumah jadi masalah nyata bagi banyak orang, mungkin bagi kamu juga.  

Lingkungan sekitar berperan penting dalam memengaruhi emosi secara keseluruhan dan hal ini nyatanya disebabkan oleh masalah fisik dan psikologi. Mulai dari kurangnya cahaya alami, kualitas udara yang buruk, hingga konflik dengan orang di rumah, berbagai faktor ini dapat berkontribusi pada kecemasan seseorang.

Dengan memahami alasan mengapa rumah terasa tak nyaman, kamu dapat mulai meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan. Yuk, cari tahu apa saja yang membuat rumah bisa terasa tak nyaman dan cara mengatasinya!

1. Penyebab lingkungan dan fisik

Ilustrasi rumah berantakan
Ilustrasi rumah berantakan (unsplash.com/Nellie Adamyan)

Beberapa alasan yang membuat rumah kamu bisa terasa tidak nyaman adalah karena faktor lingkungan dan fisik. Terdapat masalah umum yang sering membuat rumah tak nyaman, yakni:

  • Berantakan: Rumah yang berantakan dapat menyebabkan perasaan kewalahan dan stres, sehingga sulit untuk bersantai dan melepas penat.
  • Kurangnya cahaya alami: Paparan cahaya alami yang tidak cukup dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan berdampak negatif pada suasana hati.
  • Kualitas udara buruk: Polusi udara dalam ruangan dapat memperburuk masalah pernapasan dan menyebabkan perasaan lelah dan mudah tersinggung.
  • Suhu yang tidak nyaman: Suhu ekstrem atau ventilasi yang buruk dapat membuat rumah terasa tidak nyaman, yang menyebabkan peningkatan ketegangan dan ketidaknyamanan.
  • Kebisingan: Suara bising yang berlebihan dari tetangga, lalu lintas, atau peralatan rumah tangga dapat mengganggu konsentrasi dan tidur, serta menimbulkan perasaan frustrasi dan mudah tersinggung.

2. Masalah desain dan tata letak

Ilustrasi pintu masuk
Ilustrasi pintu masuk (unsplash.com/Douglas Sheppard)

Rumah yang tak nyaman biasanya juga berkaitan dengan penataan ruangan. Masalah ini membuat rumah terasa tidak nyaman meskipun semuanya bersih dan tampak menarik secara visual.

  • Pengaruh tata letak: Penempatan furnitur yang buruk, kurangnya alur, atau area masuk yang berantakan membuat pergerakan menjadi sulit dan ruangan terasa tidak nyaman.“Misalnya, pintu masuk yang tertata rapi dan terarah dapat memberikan rasa tenang, bukan kacau atau sempit, hingga rumah akan terasa lebih mengundang. Alur yang buruk juga memaksa kita untuk mengambil jalan memutar yang tidak nyaman, jadi, sulit untuk merasa tenang," ujar Amanda Bell, desainer utama Meadowlark Design + Build, dikutip dari laman The Spruce.
  • Kurangnya privasi: Merasa tidak memiliki ruang pribadi di dalam rumah dapat menyebabkan perasaan terganggu dan stres, seperti kurangnya jendela atau pintu.
  • Nuansa hampa atau "terlalu sempurna": Rumah yang kurang berkarakter atau terlalu tertata dapat terasa steril dan menghambat relaksasi. 

3. Faktor psikologis dan emosional

Ilustrasi konflik di rumah
Ilustrasi konflik di rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Tak hanya masalah lingkungan dan penataan saja, rumah kamu pun bisa terasa tidak nyaman karena faktor psikologis dan emosional dari anggota penghuninya. Termasuk di antaranya:

  • Stres: Kecemasan, kelelahan, atau masalah emosional yang belum terselesaikan dapat membuat lingkungan apa pun terasa tidak nyaman.
  • Kurangnya perawatan diri: Mengabaikan praktik perawatan diri di lingkungan rumah, seperti menjaga kebersihan pribadi atau pola makan bergizi, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.
  • Konflik dan ketegangan: Konflik keluarga yang tersembunyi atau pengalaman negatif di masa lalu dapat terus membayangi suatu ruangan. Hubungan yang tegang atau konflik yang belum terselesaikan di dalam rumah tangga dapat menciptakan suasana bermusuhan, yang berdampak pada kesehatan mental semua orang.
  • Isyarat alam bawah sadar: Sebuah rumah yang terasa "tidak nyaman" mungkin merupakan respons terhadap perubahan halus dalam rutinitas, kurangnya ruang pribadi, atau bahkan perubahan lingkungan sekitar. 

4. Tips membuat rumah selalu nyaman

Ilustrasi keluarga di rumah yang nyama
Ilustrasi keluarga di rumah yang nyaman (unsplash.com/Jimmy Dean)
  • Bersihkan dan atur ruangan: Membersihkan rumah jadi cara ampuh untuk menciptakan ketenangan. Sortir barang-barang, singkirkan benda yang tidak lagi berguna, lalu atur barang dengan wadah penyimpanan, sehingga rapi, mudah diakses dan menarik secara visual.
  • Maksimalkan cahaya alami dan atur furnitur: Cahaya alami memiliki kemampuan meningkatkan mood dan menciptakan rasa hangat di dalam rumah. Buka tirai dan penutup jendela di siang hari untuk membiarkan sinar matahari masuk ke ruangan. Atur posisi furniture untuk memaksimalkan paparan cahaya alami dan menciptakan area yang terang.
  • Bawa alam ke dalam rumah: Membawa unsur alam ke dalam ruangan dapat memberikan efek menyegarkan bagi kesehatan mental. Sertakan tanaman hias di rumah untuk memurnikan udara dan menambahkan sentuhan kehijauan. Pajang bunga segar, karya seni, hingga membuat kebun sendiri untuk menghadirkan keindahan.
  • Tingkatkan kualitas udara dalam ruangan: Buka jendela, gunakan kipas angin untuk meningkatkan sirkulasi udara, atau pilih air purifier untuk menghilangkan polutan dari udara. Hindari merokok di dalam ruangan dan minimalkan penggunaan produk pembersih kimia yang membuat masalah pernapasan.
  • Minimalkan gangguan kebisingan: Gangguan suara di dalam rumah dapat mengganggu ketenangan pikiran dan stres. Atasi sumber polusi suara, seperti peralatan yang berisik atau pintu yang berderit, untuk menciptakan lingkungan yang lebih damai. Gunakan teknik peredaman suara seperti karpet, tirai, dan panel akustik untuk meredam kebisingan.
  • Membangun hubungan positif: Hubungan kamu dengan orang lain memainkan peran penting dalam membentuk lingkungan rumah. Saling mendukung dengan anggota keluarga melalui komunikasi terbuka, saling menghormati, dan tindakan kebaikan. Praktikkan empati, kasih sayang, dan saling memaafkan demi menciptakan lingkungan harmonis.
  • Prioritaskan perawatan diri: Memprioritaskan perawatan diri di rumah penting untuk menjaga kesejahteraan secara keseluruhan. Ciptakan perawatan diri harian yang mendorong relaksasi dan pengurangan stres, seperti meditasi, yoga, atau menulis jurnal. Sediakan ruang di rumah untuk aktivitas yang menyehatkan pikiran, tubuh, dan jiwa.

Nah, itulah jawabn kenapa rumah bisa terasa tidak nyaman tanpa alasan jelas. Jangan lupa praktikkan tips yang diberikan agar suasana rumah selalu nyaman, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

Cari Kampus? Ini Jurusan di Universitas Pendidikan Indonesia

06 Jan 2026, 22:04 WIBLife