Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Perubahan dalam Cara Mengambil Keputusan saat Puasa, Kamu Sadar?

5 Perubahan dalam Cara Mengambil Keputusan saat Puasa, Kamu Sadar?
ilustrasi mengambil keputusan (pexels.com/Liza Summer)
Intinya Sih
  • Saat puasa, orang cenderung menunda keputusan yang tidak mendesak dan menghindari pilihan impulsif.

  • Pilihan lebih mengarah ke hal yang praktis, nyaman, dan tidak menguras energi.

  • Keputusan diambil dengan jeda dan pertimbangan lebih matang karena tubuh lebih sadar batasan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Puasa sering diam-diam mengubah cara seseorang menentukan pilihan, bahkan untuk hal yang terlihat sepele. Bukan soal menjadi lebih bijak secara tiba-tiba, tetapi lebih karena kondisi tubuh dan kebiasaan yang ikut berubah. Saat energi terbatas, orang cenderung tidak mau repot mengambil keputusan yang rumit atau tidak penting. Tanpa sadar, puasa membuat proses memilih terasa lebih sederhana dan terencana. Berikut beberapa perubahan yang sering terjadi.

1. Orang cenderung menunda keputusan yang tidak mendesak

ilustrasi menunda keputusan
ilustrasi menunda keputusan (pexels.com/Liza Summer)

Saat puasa, banyak orang menjadi lebih santai dalam menentukan pilihan yang sebenarnya bisa ditunda, contohnya rencana membeli barang, mengganti gawai, atau memutuskan ikut acara tertentu. Bukan karena malas, tetapi karena energi terasa lebih terbatas. Akhirnya, keputusan spontan yang biasanya cepat diambil menjadi tertunda secara alami.

Kebiasaan ini membuat seseorang lebih terbiasa memberi jeda sebelum memutuskan sesuatu. Menariknya, setelah dipikir ulang, banyak pilihan ternyata tidak lagi terasa penting. Hal kecil seperti ini membuat keputusan menjadi lebih hemat tenaga dan tidak terlalu impulsif. Tanpa disadari, seseorang jadi lebih selektif.

2. Pilihan lebih condong ke hal yang praktis

ilustrasi pilihan hidup
ilustrasi pilihan hidup (pexels.com/SHVETS production)

Selama puasa, orang biasanya lebih memilih sesuatu yang mudah dan tidak merepotkan. Sebagai contoh, orang memilih rute perjalanan yang paling cepat, menu makan yang sederhana, atau aktivitas yang tidak menguras tenaga. Keputusan yang terlalu rumit sering dihindari karena terasa melelahkan, bahkan sebelum dilakukan.

Kondisi ini membuat seseorang lebih realistis dalam menentukan pilihan. Tidak semua hal perlu dibuat sempurna atau terlalu dipikirkan. Yang penting cukup aman dan bisa dijalani dengan nyaman. Cara memilih seperti ini sering membuat keputusan terasa lebih ringan.

3. Orang lebih sering berpikir sebelum menjawab

ilustrasi berpikir
ilustrasi berpikir (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Puasa membuat banyak orang tidak langsung memberi jawaban cepat seperti biasanya. Saat ditanya soal rencana, ajakan, atau keputusan kecil, mereka cenderung berpikir beberapa detik lebih lama. Hal ini terjadi karena tubuh sedang tidak dalam kondisi paling bertenaga.

Kebiasaan ini justru membuat jawaban terasa lebih matang. Banyak keputusan yang biasanya diambil spontan menjadi lebih dipertimbangkan. Orang juga jadi lebih jarang menyesal karena memilih terlalu cepat. Jeda kecil ternyata cukup berpengaruh.

4. Kenyamanan menjadi pertimbangan utama

ilustrasi kenyamanan
ilustrasi kenyamanan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Saat puasa, keputusan sering didasarkan pada satu hal sederhana: kenyamanan. Sebagai contoh, orang memilih tempat nongkrong yang adem, waktu bertemu yang tidak terlalu siang, atau aktivitas yang tidak terlalu padat. Faktor ini menjadi lebih penting dibanding biasanya.

Hal ini terjadi karena tubuh sedang beradaptasi dengan kondisi berbeda. Orang otomatis ingin menjaga tenaga agar tidak cepat habis. Keputusan yang diambil pun cenderung lebih masuk akal dan tidak memaksakan diri. Semua terasa lebih realistis.

5. Orang lebih hati-hati menentukan pilihan

ilustrasi pilihan
ilustrasi pilihan (pexels.com/かわい サムライ)

Puasa membuat seseorang lebih waspada terhadap konsekuensi kecil dari sebuah keputusan. Sebagai contoh, banyak orang menghindari aktivitas mendadak yang bisa membuat kelelahan. Bahkan, keputusan sederhana seperti lembur atau bepergian jauh sering dipikir ulang.

Sikap ini bukan berarti menjadi ragu, melainkan lebih sadar kondisi. Orang jadi terbiasa menimbang sebelum bertindak. Akibatnya, keputusan yang diambil biasanya lebih aman dan minim penyesalan. Kebiasaan ini sering terbawa, bahkan setelah puasa selesai.

Puasa ternyata tidak hanya mengubah kebiasaan makan, tetapi juga cara seseorang menentukan pilihan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak keputusan menjadi lebih sederhana, tenang, dan tidak terburu-buru. Jika kebiasaan ini bisa dipertahankan, bukankah proses mengambil keputusan bisa terasa lebih ringan sepanjang waktu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Life

See More