Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kesalahan Dekorasi Vintage yang Bikin Rumah Tampak Ketinggalan Zaman
ilustrasi ruangan bergaya vintage (pexels.com/cottonbro studio)

Tak dapat dimungkiri bahwa barang-barang antik bisa menambah kedalaman, karakter, dan kepribadian pada tema interior rumah. Atmoster yang dibawa oleh barang-barang vintage bukan hanya mampu memancarkan vibes nostalgia, tapi juga kemewahan yang lebih unik dari biasanya.

Meski berasal dari era lampau, mendekorasi rumah dengan barang-barang vintage tetap tidak boleh dilakukan asal-asalan. Sebab, tanpa kamu sadari, beberapa kesalahan desain kecil saja bisa memengaruhi tampilan ruang secara keseluruhan, lho.

Nah, untuk mencegah rumah terlihat ketinggalan zaman akibat salah mendekorasi, berikut IDN Times membahas tentang kesalahan dekorasi vintage yang harus kamu hindari. Cermati sampai tuntas, ya!

1. Memprioritaskan nuansa nostalgia daripada keseimbangan dekorasi

ilustrasi ruangan bergaya vintage (pexels.com/Pixabay)

Memajang barang-barang antik favoritmu di rumah memang bisa menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Namun, perlu diingat, terlalu banyak menggunakan dekorasi atau furnitur pada era yang sama bisa membuat tampilan ruang terasa monoton dan tampak ketinggalan zaman.

Ketika kamu mendekorasi ruangan dengan barang-barang vintage, sebaiknya selipkan satu atau dua ornamen kontemporer sebagai penyeimbang. Hal ini bertujuan supaya ruangan tidak terkesan penuh dan tetap sesuai dengan arsitektur aslinya.

“Di satu sisi, barang-barang vintage dan antik mampu menambah begitu banyak karakter pada sebuah ruangan. Namun, di sisi lain jika tidak dipadukan dengan benar, ruangan tersebut dapat terasa terlalu seragam, ketinggalan zaman, dan suram,” ujar desainer interior Liz Williams, dikutip dari Homes and Gardens.

2. Terlalu banyak menggunakan set furnitur

ilustrasi ruangan bergaya vintage (pexels.com/Curtis Adams)

Tak sedikit penghuni rumah yang mengandalkan set furnitur karena dianggap lebih praktis. Kendati memang benar, terlalu banyak menggunakannya juga bisa membuat interior rumah menjadi kurang menarik. Menurut Emily Jiles, desainer interior di Maggie Griffin Design, pemakaian set furnitur yang berlebihan dapat memicu kesan kuno pada hunian. Hal ini karena rumah telah kehilangan karakter aslinya.

“Jika tujuanmu menghadirkan suasana hangat dan ramah, merangkul tren furnitur vintage yang seimbang dapat memberi pesona abadi pada hunian,” kata Jiles, dilansir Homes and Gardens.

Jiles menambahkan bahwa memilih furnitur yang saling melengkapi tidak harus identik. Kamu boleh memadukan berbagai gaya, tekstur, dan warna berbeda asal tetap harmonis supaya ruangan terlihat estetik tanpa perlu kehilangan kepribadiannya.

3. Tidak menyesuaikan ukuran

ilustrasi ruangan bergaya vintage (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Ukuran atau skala selalu punya peran besar dalam hal mendekorasi rumah, termasuk dekorasi bergaya vintage. Melalui skala inilah, kamu bisa mengetahui apakah hasil dekor yang telah dilakukan berhasil atau tidak.

Sebuah sofa panjang bergaya abad pertengahan misalnya, mungkin akan cocok di tempatkan pada ruang tamu tipe open space. Namun, tidak dengan ruang tamu bergaya minimalis karena dapat menciptakan ilusi yang terlihat penuh.

Lauren Sullivan, Pendiri & Kurator Well x Design, dalam laman Homes and gardens, mengungkapkan bahwa beberapa furnitur dan dekorasi antik sebenarnya diciptakan untuk ukuran ruangan dan gaya hidup yang berbeda. Maka dari itu, bila kamu menerapkan skala yang kurang tepat, tanpa disadari kamu telah menghadirkan kesan ketinggalan zaman pada isi rumah.

4. Menjadikan dekorasi vintage sebagai aksen bukan focal point

ilustrasi interior rumah bergaya vintage (pexels.com/Brunxs Monochrome)

Jika tujuanmu sejak awal adalah menciptakan ruangan dengan sentuhan nostalgia, menjadikan dekorasi vintage sebagai fokus utama adalah keharusan. Sebab, memperlakukan barang-barang antik sebagai aksen dapat mengurangi keindahannya.

Pilihlah dekorasi bergaya vintage yang paling menarik dan disukai untuk dipajang di tempat-tempat strategis atau mudah terlihat. Metode ini dimaksudkan supaya ketika kamu atau tamu yang berkunjung ke rumah dapat merasakan suasana layaknya kembali ke masa lampau.

“Bahkan, barang antik paling autentik sekalipun bisa kehilangan daya tariknya saat tidak ada pembandingnya. Barang-barang vintage terasa paling kuat ketika berada di samping material yang lebih sederhana seperti linen, plester, atau kayu alami. Kontras inilah yang bisa membuat ruangan tetap terasa apik,” jelas Lauren Saab, desainer interior, dilansir Homes and Garden.

5. Pencahayaan yang kurang tepat

ilustrasi ruangan bergaya vintage (pexels.com/Maria Orlova)

Kesalahan terakhir, tapi juga penting yang bisa memicu rumah tampak ketinggalan zaman ialah pencahayaan yang kurang tepat. Perlu dipahami, pencahayaan sangat memengaruhi keindahan sebuah ruangan. Lebih dari sekadar penerang, pencahayaan juga dapat menghadirkan suasana berbeda yang akan diterima pemilik rumah.

“Pencahayaan yang terlalu terang adalah kesalahan yang kerap dilakukan orang dalam desain interior yang akan membuat tempat tinggal mereka terlihat lebih tua. Kuncinya bukan berfokus pada satu sumber cahaya, melainkan memadukan berbagai jenis lampu untuk menciptakan kedalaman, kehangatan, dan keseimbangan di dalam rumah,” saran Magdalena Gierasinska, kepala produk dan pajangan di Barker and Stonehouse, dikutip dari Country Living.

Meskipun mendekorasi rumah dengan barang-barang yang kamu sukai merupakan hal baik demi menciptakan interior yang lebih personal, mengabaikan aspek-aspek penting dalam mendekorasi juga bisa membuat rumah tidak terlihat estetik. Alih-alih menarik, rumahmu justru terkesan ketinggalan zaman. Oleh karenanya, hindari kesalahan-kesalahan yang telah dibahas tadi, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article