Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Kesalahan Pemasangan Wallpaper yang Perlu Diketahui, biar Rapi dan Awet

7 Kesalahan Pemasangan Wallpaper yang Perlu Diketahui, biar Rapi dan Awet
ilustrasi perempuan hendak memasang wallpaper (pexels.com/n-voitkevich)
Share Article

Wallpaper bisa menjadi solusi praktis untuk mengubah suasana ruangan tanpa perlu renovasi besar. Pilihan motif dan warna yang beragam membuat dinding terlihat lebih hidup sekaligus memberi karakter pada interior rumah. Namun, hasil akhirnya tidak hanya bergantung pada desain wallpaper, tetapi juga teknik pemasangannya.

Kesalahan saat memasang wallpaper sering kali terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa cukup besar. Mulai dari pola yang miring, gelembung udara, hingga wallpaper yang mudah mengelupas, semuanya bisa mengurangi estetika ruangan. Supaya hasilnya lebih rapi dan tahan lama, hindari beberapa kesalahan berikut ini.

1. Salah menghitung kebutuhan wallpaper

ilustrasi perempuan memegang wallpaper
ilustrasi perempuan memegang wallpaper (pexels.com/n-voitkevich)

Banyak orang hanya menghitung luas dinding saat membeli wallpaper, tanpa mempertimbangkan proses penyambungan motif. Padahal, setiap lembar perlu disesuaikan polanya sehingga akan ada bagian yang terpotong dan tidak bisa digunakan. Jika jumlah wallpaper terlalu pas, kamu berisiko kehabisan di tengah proses pemasangan.

Sebaiknya beli wallpaper sekitar 10–15 persen lebih banyak dari hasil perhitungan awal. Cadangan ini berguna jika terjadi kesalahan pemasangan atau ada bagian yang harus diganti. Cara ini juga menghindarkanmu dari risiko perbedaan warna apabila harus membeli gulungan tambahan dari batch produksi yang berbeda.

"Lebih baik mengeluarkan sedikit biaya tambahan sekarang daripada harus menghadapi banyak stres di kemudian hari," ujar Lior Kahana, Operations Manager di 123 Remodeling, dikutip dari Martha Stewart.

2. Memilih wallpaper tanpa menyesuaikan kondisi ruangan

ilustrasi perempuan hendak memasang wallpaper
ilustrasi perempuan hendak memasang wallpaper (pexels.com/n-voitkevich)

Tidak semua wallpaper cocok dipasang di setiap ruangan. Wallpaper berbahan kertas atau material alami, misalnya, kurang tahan terhadap kelembapan sehingga lebih mudah rusak jika digunakan di kamar mandi atau area yang sering terkena uap air. Untuk ruangan seperti ini, wallpaper berbahan vinyl biasanya menjadi pilihan yang lebih aman karena lebih tahan air.

Selain kondisi ruangan, perhatikan juga ukuran dan fungsi ruang yang akan dipasangi wallpaper. Motif yang terlalu besar bisa membuat ruangan kecil terasa semakin penuh, sedangkan motif tertentu justru mampu menciptakan ilusi ruang yang lebih luas. Memilih wallpaper yang sesuai sejak awal akan membuat tampilannya lebih serasi sekaligus lebih awet.

3. Tidak mempersiapkan dinding sebelum pemasangan

ilustrasi mengecat dinding (pexels.com/bluebird)
ilustrasi mengecat dinding (pexels.com/bluebird)

Wallpaper tidak akan menempel dengan baik jika permukaan dinding masih kotor, lembap, atau tidak rata. Debu, bekas cat yang mengelupas, hingga retakan kecil bisa mengurangi daya rekat lem dan membuat wallpaper lebih cepat rusak. Karena itu, pastikan kondisi dinding benar-benar bersih sebelum mulai memasang.

Jika jenis wallpaper yang digunakan memerlukan primer, jangan lewatkan tahap ini. Primer membantu menciptakan permukaan yang lebih rata dan memiliki daya serap yang sesuai sehingga wallpaper lebih mudah dipasang maupun dilepas di kemudian hari. Persiapan yang baik akan membuat hasil akhirnya terlihat lebih halus dan tahan lama.

"Fungsi utama primer wallpaper adalah menciptakan permukaan yang seragam dan memiliki daya serap yang sesuai agar perekat wallpaper dapat menempel dengan baik," ujar Tim Toot, Technical Manager di York Wallcoverings, dikutip dari Better Homes & Gardens.

4. Tidak membuat garis acuan sebelum memasang lembar pertama

ilustrasi mengecat ruangan (pexels.com/bluebird)
ilustrasi mengecat ruangan (pexels.com/bluebird)

Banyak orang langsung memasang wallpaper tanpa membuat garis panduan. Padahal, dinding rumah belum tentu benar-benar lurus. Jika lembar pertama dipasang sedikit miring, kemiringan tersebut akan terus berlanjut hingga lembar terakhir.

Sebelum mulai memasang, buat garis vertikal menggunakan waterpass atau alat ukur sebagai titik awal. Langkah sederhana ini membantu menjaga posisi setiap lembar tetap sejajar sehingga pola wallpaper terlihat lebih rapi. Hasil akhirnya pun akan tampak jauh lebih presisi.

"Jika kamu tidak menggunakan waterpass atau garis plumb sebagai titik awal, pola wallpaper akan mulai miring. Saat kamu menyadarinya, biasanya semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki," ujar Lior Kahana.

5. Menempel wallpaper baru di atas wallpaper lama

ilustrasi pria memasang wallpaper
ilustrasi pria memasang wallpaper (pexels.com/kseniachernaya)

Keinginan menghemat waktu membuat sebagian orang langsung menempel wallpaper baru di atas lapisan yang lama. Padahal, cara ini justru bisa memicu berbagai masalah, seperti munculnya gelembung udara hingga wallpaper yang mudah terlepas. Lem pada wallpaper baru dapat mengaktifkan kembali perekat lama sehingga hasil pemasangannya tidak maksimal.

Sebelum memasang wallpaper baru, lepaskan seluruh lapisan lama terlebih dahulu. Meski membutuhkan waktu lebih banyak, langkah ini membuat wallpaper menempel lebih kuat dan tampil lebih rapi. Selain itu, kamu juga bisa memeriksa apakah ada bagian dinding yang perlu diperbaiki sebelum pemasangan dimulai.

6. Mencocokkan pola wallpaper saat sudah ditempel di dinding

ilustrasi perempuan hendak memasang wallpaper
ilustrasi perempuan hendak memasang wallpaper (pexels.com/n-voitkevich)

Pola wallpaper sebaiknya tidak langsung disesuaikan saat proses pemasangan berlangsung. Cara ini justru membuat pekerjaan menjadi lebih lambat dan meningkatkan risiko wallpaper tertarik terlalu kencang. Akibatnya, pola akan semakin sulit diselaraskan dan hasil akhirnya terlihat kurang rapi.

Agar lebih mudah, bentangkan beberapa lembar wallpaper di lantai atau meja terlebih dahulu. Cocokkan motifnya sebelum dipotong sesuai ukuran dinding. Dengan begitu, proses pemasangan menjadi lebih cepat dan sambungan antarmotif terlihat lebih mulus.

7. Terburu-buru dan lupa membersihkan sisa lem

ilustrasi perempuan hendak memasang wallpaper
ilustrasi perempuan hendak memasang wallpaper (pexels.com/n-voitkevich)

Memasang wallpaper membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Jika dilakukan terlalu cepat, gelembung udara, kerutan, atau sambungan yang kurang rapi akan lebih sulit dihindari. Setelah lem mulai mengering, memperbaiki kesalahan juga menjadi jauh lebih rumit.

Setelah seluruh wallpaper terpasang, jangan lupa membersihkan sisa perekat yang masih menempel menggunakan spons lembap. Lem yang dibiarkan mengering dapat meninggalkan noda mengilap pada permukaan wallpaper. Tahap akhir ini memang sederhana, tetapi sangat berpengaruh terhadap hasil pemasangan secara keseluruhan.

Memasang wallpaper memang membutuhkan ketelitian, tetapi hasilnya sebanding jika dilakukan dengan cara yang tepat. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, wallpaper bisa tampil lebih rapi, awet, dan membuat suasana rumah terasa semakin estetik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Cara Menambah Penghasilan Tanpa Harus Resign dari Pekerjaan Utama

02 Jul 2026, 10:00 WIBLife