Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lakukan Ini agar Dinding Rumah Tetap Sejuk saat Cuaca Panas
Ilustrasi dinding rumah (pexels.com/Peter Vang)
  • Paparan sinar matahari membuat dinding rumah menyerap panas, sehingga suhu ruangan meningkat dan terasa gerah, terutama pada siang hingga sore hari.
  • Ventilasi silang dan efek cerobong membantu sirkulasi udara alami agar panas keluar dan udara sejuk masuk, menjaga suhu rumah tetap stabil tanpa pendingin ruangan.
  • Mengurangi sumber panas dalam rumah serta memilih warna cat terang seperti putih atau biru muda dapat memantulkan cahaya matahari dan menjaga ruangan tetap sejuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cuaca panas dengan teriknya sinar matahari tidak hanya meningkatkan suhu tubuh, tetapi juga kondisi bangunan, termasuk dinding rumah. Paparan sinar matahari yang berlangsung selama berjam-jam, dapat membuat permukaan dinding menyerap panas. Panas tersebut kemudian merambat ke bagian dalam bangunan sehingga suhu ruangan meningkat dan terasa lebih gerah, terutama pada siang hingga sore hari. Akibatnya, udara di dalam rumah menjadi kurang nyaman untuk beraktivitas maupun beristirahat.

Oleh sebab itu, menjaga dinding rumah agar tidak mudah menyerap panas, jadi langkah untuk menciptakan hunian nyaman saat cuaca sedang terik. Dengan langkah yang tepat, suhu ruangan dapat terasa lebih sejuk tanpa harus selalu mengandalkan pendingin ruangan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar dinding rumah tetap sejuk saat cuaca panas.

1. Buat ventilasi silang (cross ventilation)

Ilustrasi ventilasi (pexels.com/Ravi Sharma)

Ventilasi silang atau cross ventilation merupakan metode alami yang untuk menjaga rumah tetap sejuk tanpa bergantung sepenuhnya pada pendingin ruangan. Teknik ini dilakukan dengan membuka dua bukaan yang saling berhadapan atau berseberangan, seperti jendela dan pintu, sehingga tercipta jalur keluar-masuk udara secara alami. Dengan adanya aliran udara tersebut, sirkulasi di dalam rumah menjadi lebih lancar dan udara terasa lebih segar.

"Sebagai contoh, bukalah jendela ruang tamu dan dapur apabila keduanya terletak saling berseberangan. Cara ini dapat membantu mendorong pergerakan udara masuk ke dalam rumah," demikian ditulis dalam artikel di situs Velux yang berjudul Five Tips for Keeping Your Home Cool in Extreme Heat.

Melalui metode cross ventilation, udara panas yang terperangkap di dalam rumah akan terdorong keluar melalui bukaan ventilasi, sementara udara yang lebih sejuk dari luar akan masuk menggantikannya. Pergantian udara yang terus berlangsung, membantu menurunkan suhu di dalam ruangan sehingga dinding rumah tidak terus-menerus menyimpan panas.

2. Manfaatkan efek cerobong (stack effect)

Ilustrasi efek cerobong (pexels.com/Mathias Reding)

Selain ventilasi silang, metode alami lain yang dapat diterapkan adalah stack effect atau efek cerobong. Teknik ini memanfaatkan perbedaan suhu dan kepadatan udara untuk menciptakan sirkulasi udara secara alami. Udara panas memiliki massa jenis yang lebih rendah sehingga akan bergerak naik ke bagian atas ruangan. Sebaliknya, udara yang lebih dingin dan padat akan masuk melalui bukaan yang berada di bagian bawah rumah.

Dikutip dari Velux, untuk menerapkan metode ini, bukalah ventilasi yang berada di bagian atas bangunan, seperti jendela tinggi, lubang angin, atau ventilasi pada atap. Bersamaan dengan itu, bukalah pula ventilasi atau jendela yang berada di bagian bawah. Ketika kedua bukaan tersebut terbuka, udara panas yang berkumpul di dalam ruangan akan naik dan keluar melalui ventilasi atas, sedangkan udara yang lebih sejuk akan masuk melalui bukaan bawah. Proses ini berlangsung secara alami tanpa memerlukan bantuan alat elektronik.

Sirkulasi udara yang terus bergerak, membuat panas tidak mudah terperangkap di dalam rumah. Akibatnya, suhu ruangan menjadi lebih stabil, dinding rumah tidak cepat menyerap panas, dan suasana di dalam rumah tetap terasa sejuk meskipun paparan sinar matahari di luar sedang tinggi.

3. Kurangi sumber panas dalam rumah

Ilustrasi elektronik (pexels.com/Miguel Rivera)

Saat cuaca panas melanda, suhu di dalam rumah tidak hanya dipengaruhi oleh panas dari luar, tetapi juga oleh berbagai sumber panas yang berasal dari dalam ruangan. Lampu pijar, televisi, komputer, oven, rice cooker, hingga peralatan elektronik lainnya akan menghasilkan panas ketika digunakan. Semakin banyak perangkat yang menyala dalam waktu bersamaan, semakin besar pula panas yang dilepaskan ke dalam ruangan sehingga suhu rumah menjadi lebih tinggi.

Masih dikutip dari Velux, salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mematikan peralatan elektronik yang sedang tidak digunakan. Selain membantu mengurangi konsumsi listrik, langkah ini juga dapat menekan penumpukan panas di dalam ruangan. Apabila memungkinkan, gunakan lampu LED karena menghasilkan panas yang lebih rendah dibandingkan lampu pijar.

Selain itu, hindari menggunakan peralatan yang menghasilkan panas tinggi, seperti oven atau kompor, pada siang hari ketika suhu udara sedang mencapai puncaknya. Jika harus memasak, usahakan membuka jendela dapur atau menyalakan exhaust fan agar panas dapat segera keluar dari dalam rumah. Dengan mengurangi sumber panas di dalam ruangan, suhu rumah akan terasa lebih nyaman, panas yang tersimpan pada dinding dapat dikurangi, dan kebutuhan penggunaan kipas angin maupun pendingin ruangan juga dapat berkurang.

4. Pilih warna cat yang dapat memantulkan cahaya

Ilustrasi warna (pexels.com/Cottonbro Studio)

Pemilihan warna cat rumah juga dapat memengaruhi kenyamanan suhu di dalam bangunan, terutama pada dinding yang setiap hari menerima paparan sinar matahari langsung. Warna cat dengan tingkat kecerahan yang tinggi, cenderung lebih baik dalam memantulkan cahaya matahari dibandingkan yang gelap. Akibatnya, panas yang diserap oleh permukaan dinding menjadi lebih sedikit sehingga suhu di dalam ruangan dapat terasa lebih stabil.

"Cat dinding berwarna putih merupakan pilihan paling ideal untuk melindungi rumah dari rasa panas karena mampu memantulkan sinar matahari dan panas secara maksimal. Selain itu, penggunaan cat berwarna putih dapat menciptakan kesan ruangan yang lebih terang, luas, hidup, sejuk, dan segar," demikian tertulis dalam artikel Berger Paints berjudul Top 10 Ways Keep Your House Cool During The Summers.

Dikutip dari Berger Paints, selain putih, ada warna-warna bernuansa lembut, seperti biru muda yang mampu menghadirkan suasana tenang dan menyegarkan (refreshing atmosphere), serta lilac atau lavender yang memberikan kesan lembut, damai, dan menenangkan. Warna natural green juga dapat menjadi pilihan karena menghadirkan nuansa alami yang identik dengan kesejukan alam, sedangkan beige mampu menciptakan suasana hangat, nyaman, dan elegan tanpa membuat ruangan terasa berat.

Menjaga suhu rumah tetap sejuk saat cuaca panas, dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana, mulai dari memperbaiki sirkulasi udara hingga memilih warna cat yang tepat. Dengan suhu ruangan yang lebih stabil, aktivitas di dalam rumah menjadi lebih nyaman dan waktu beristirahat pun terasa lebih berkualitas. Oleh karena itu, terapkan beberapa tips di atas agar rumah tetap menjadi tempat yang sejuk, nyaman, dan menyenangkan untuk ditinggali meski cuaca di luar sedang terik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article