Loud budgeting bukan tindakan berkoar-koar tentang anggaran dan pengelolaan keuanganmu. Namun, dirimu berani mengatakan secara terbuka kemampuan serta prioritas finansialmu pada saat dibutuhkan. Bukan ke sembarang orang.
Topik ini mulai sering dibahas karena tidak sedikit orang yang merasa malu kalau kemampuan keuangannya yang asli diketahui oleh orang lain. Padahal, menutupinya juga tidak selalu baik. Tak jarang sikap berpura-pura mampu soal ekonomi bikin pengeluaran berlipat.
Kamu terlalu sering diminta menjadi donatur acara sampai terpaksa membeli sesuatu yang lebih mahal dari kesanggupanmu. Apalagi ketika dirimu akan membeli atau merenovasi rumah. Tanpa loud budgeting, uang yang dikeluarkan bisa jauh lebih besar dari dana yang disiapkan. Berikut penerapan loud budgeting saat membeli dan merenovasi rumah yang bisa ditiru olehmu.
