Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fenomena Penggunaan AI di Kalangan Pelajar: Positif atau Negatif?

Fenomena Penggunaan AI di Kalangan Pelajar: Positif atau Negatif?
ilustrasi pelajar terbiasa dengan literasi digital (pexels.com/Max Fischer)
  • AI membantu pelajar memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui akses informasi yang lebih luas serta diskusi interaktif dalam proses pembelajaran.
  • Ketergantungan berlebihan pada AI dapat menurunkan motivasi dan kemampuan berpikir mandiri, karena pelajar cenderung mengandalkan jawaban otomatis tanpa evaluasi mendalam.
  • Penggunaan AI perlu diimbangi dengan keterlibatan aktif pelajar agar teknologi ini menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir kritis dan analisis mandiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehadiran AI (Artificial Intelligence) di abad ini merupakan fenomena besar yang mengubah cara berpikir banyak orang. Sebagai inovasi teknologi, AI mampu memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Saat ini, pelajar hidup di era digitalisasi yang mempermudah akses terhadap informasi.

AI dalam konteks pendidikan membantu pelajar memperoleh perspektif yang lebih luas terhadap suatu topik, sehingga mereka dapat mengeksplorasi berbagai sudut pandang yang mungkin belum pernah dipertimbangkan sebelumnya. Kemudahan dalam mengakses beragam informasi dan referensi memungkinkan pelajar memahami suatu pembahasan secara lebih mendalam.

Di sisi lain, muncul kekhawatiran akan kehadiran AI yang berpotensi membuat pelajar ketergantungan akan kemudahan yang ditawarkan. Lalu, bagaimana sebetulnya dampak AI bagi para pelajar? Simak penjelasannya lewat ulasan di bawah ini!

  1. 1. Peran AI dalam mendorong berpikir kritis

    Ilustrasi aplikasi AI
    Ilustrasi aplikasi AI (pexels.com/Markus Winkler)

    Beberapa studi menyatakan, bahwa penggunaan AI berpotensi positif dalam mendorong pelajar untuk berpikir kritis. Studi oleh Susanto dkk. (2025) yang berjudul "Analisis Dampak Penggunaan Artificial Intelligence Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa", menjelaskan bahwa mahasiswa yang menggunakan ChatGPT untuk bertanya, mengoreksi, dan membandingkan suatu informasi mengalami peningkatan dalam mengevaluasi dan menyusun argumen.

    Penggunaan AI dalam praktiknya membantu pelajar dari berbagai bidang pendidikan menyelesaikan pekerjaan. AI sendiri terbukti memiliki peran signifikan dalam memperkaya proses pembelajaran. Melalui bantuan AI, pelajar dapat berdiskusi mengenai berbagai topik sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

    Selain itu, AI memudahkan akses terhadap informasi dari berbagai sumber, baik nasional maupun internasional, sehingga pelajar dapat memperoleh referensi yang lebih beragam untuk mendukung analisis dan penyusunan argumen. Oleh karena itu, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran yang memudahkan pelajar dalam memperoleh informasi dan referensi sesuai dengan kebutuhan.

  2. 2. Dampak ketergantungan penggunaan AI

    ilustrasi pelajar SMK
    ilustrasi pelajar SMK (pexels.com/Thành Đỗ)

    Namun di balik itu, kemunculan AI tentunya menimbulkan kekhawatiran terhadap perilaku penggunanya, di mana intensitas penggunaan AI dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritits pelajar. Journal Research and Education Studies menyebutkan, bahwa ketergantungan akan penggunaan AI dinilai dapat menggerus proses intelektual yang seharusnya dilakukan melalui literasi, menalar, dan menyusun argument secara mandiri.

    Peranan AI yang mempermudah pekerjaan juga beresiko mereduksi motivasi para pelajar untuk berpikir secara mandiri. Pada konteks ini, kehadiran AI tidak lagi hanya sebagai alat “bantu”, tetapi dapat dikatakan menjadi “pengganti” proses berpikir.

    Melalui artikel dari New Collage Board (2026) yang membahas mengenai "Faculty Express Near-Universal Concern That Student AI Use Undermines Original Writing and Critical Thinking" menyebutkan, bahwa lebih dari 84 persen menyetujui bahwa AI bisa mengurangi kemampuan berpikir kritis, mempengaruhi originalitas akan hasil kerja, keterlibatan mendalam pelajar terhadap materi. Sementara, sebanyak 88 persen merasa khawatir akan ketergantungan yang berlebih terhadap otomatisasi atau kemudahan.

    Ketergantungan terhadap AI dapat memengaruhi kepercayaan diri dalam menyelesaikan pekerjaan secara mandiri. Intensitas penggunaan AI yang berlebihan juga berpotensi mengurangi kemampuan pelajar dalam berpikir kritis dan menganalisis suatu permasalahan.

    Pelajar cenderung mengandalkan jawaban yang diberikan AI tanpa melakukan proses evaluasi atau verifikasi terhadap informasi tersebut. Akibatnya, kemampuan untuk menyusun argumen, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara mandiri dapat menurun. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu diimbangi dengan keterlibatan aktif pelajar dalam memahami materi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

  3. 3. Pengaruh penggunaan AI

    Ilustrasi penggunaan AI
    Ilustrasi penggunaan AI (pexels.com/Solen Feyissa)

    Menurut studi, penggunaan AI tidak sepenuhnya bersifat positif maupun negatif. Dalam penerapannya, AI membantu pelajar memahami suatu kasus, isu, materi pembelajaran, dan hal lainnya untuk mempermudah penyusunan tugas. Namun, intensitas penggunaan AI juga perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan ketergantungan pada teknologi yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran mandiri.

    Oleh karena itu, AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat pendukung dalam proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir. Pelajar tetap perlu mengembangkan kebiasaan menganalisis informasi, mengevaluasi sumber, dan menyusun argumen berdasarkan pemahaman mereka sendiri. Dengan memanfaatkan AI secara bijak, teknologi ini dapat menjadi sarana untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis.

    Dapat dikatakan, bahwa munculnya AI tidak sepenuhnya memengaruhi kemampuan berpikir kritis para pelajar. Penurunan kemampuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek dan hal ini kembali pada bagaimana pelajar ataupun konteks menggunakan AI itu sendiri. Mereka perlu memahami batasan penggunaan AI dalam membantu pembelajaran, kapan harus menggunakannya, untuk apa, dan kapan harus berhenti menggunakannya atau mulai menyusun pekerjaan secara mandiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More