Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Sikap yang Memicu Trust Issue terhadap Pasangan, Stop Melakukannya!

4 Sikap yang Memicu Trust Issue terhadap Pasangan, Stop Melakukannya!
Ilustrasi pasangan (pexels.com/Timur Weber)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti empat sikap yang dapat memicu trust issue dalam hubungan romantis, yaitu tidak jujur, inkonsisten antara ucapan dan tindakan, tidak memberi feedback sepadan, serta mengabaikan perasaan pasangan.
  • Kejujuran dan konsistensi disebut sebagai fondasi penting untuk menjaga kepercayaan karena kebohongan atau ketidaksesuaian perilaku dapat menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak aman dalam hubungan.
  • Penulis menekankan pentingnya komunikasi dua arah, empati, serta saling menghargai agar hubungan tetap sehat dan terhindar dari trust issue yang bisa merusak keintiman emosional pasangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memiliki hubungan dalam konteks romantis tentunya melibatkan dua insan dengan kepribadian yang berbeda. Fisik, pikiran, serta perasaan perlu diselaraskan agar keduanya dapat saling terhubung. Selain itu, komunikasi dua arah merupakan syarat utama yang perlu disepakati dan diterapkan agar hubungan terasa lebih dinamis dan hidup. Respons yang diberikan pasangan juga menjadi suatu hal yang sangat berarti karena dapat membuat hubungan semakin kuat.

Namun, tanpa disadari, beberapa sikap yang dilakukan oleh pasangan justru memicu trust issue. Terkadang, ketika alam bawah sadar menuntun seseorang untuk berperilaku tidak seperti biasanya, pasangan akan merasakan bahwa ada sesuatu yang berbeda dalam hubungan tersebut. Nah, beberapa sikap berikut memiliki potensi memunculkan rasa trust issue terhadap pasangan.

1. Tidak berkata jujur

Ilustrasi berbohong (pexels.com/Anete Lusina)
Ilustrasi berbohong (pexels.com/Anete Lusina)

Sikap tidak jujur adalah ketika seseorang tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Saat pasangan berbohong, ada kemungkinan pasangan sedang menyimpan sesuatu dalam konteks negatif atau melakukan kesalahan yang melanggar etika dalam hubungan. Karenanya, pasangan tidak berani untuk berkata jujur. Sikap ini dapat menjadi pemicu tumbangnya trust issue, membuat pasangan menjadi overthinking, serta mempertanyakan ketulusan hubungan.

"Kejujuran dalam hubungan romantis adalah tentang menjadi diri sendiri dan bersikap tulus kepada pasangan. Kejujuran mengharuskan seseorang untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkan tanpa menyembunyikan, menekan, atau memanipulasi ucapannya," ujar Sabrina Romanoff, seorang psikologi klinis yang berfokus pada hubungan interpersonal, dikutip dari Verywell Mind.

Kejujuran merupakan poin penting yang perlu dijunjung oleh setiap pasangan. Apabila sudah memutuskan untuk berkomitmen, maka kejujuran harus menjadi top of the list dari sikap yang selalu dijaga dan diterapkan.

2. Inkonsisten antara ucapan dan tindakan

Ilustrasi inkonsisten (pexels.com/Markus Spiske)
Ilustrasi inkonsisten (pexels.com/Markus Spiske)

Konsistensi merupakan salah satu faktor penting yang perlu dimiliki oleh pasangan karena sikap ini mencerminkan nilai atau value yang dimiliki seseorang. Apabila seseorang tidak mampu menepati perkataannya sendiri, orang lain akan mempertanyakan seberapa besar dirinya dapat dipercaya. Sikap ini juga dapat memicu trust issue terhadap pasangan. Ketika tindakan tidak sesuai dengan apa yang diucapkan, kondisi tersebut akan menimbulkan kecurigaan. Sikap seperti ini dapat membuat pasangan merasa kamu sudah ingkar janji.

Dilansir Zengerfolkman, Joseph Folkman yang merupakan ahli psikometri sekaligus Presiden Zenger Folkman, mengungkapkan, "Sikap tidak konsisten adalah penyebab hilangnya rasa percaya dari orang lain." Apabila terdapat perubahan rencana atau hal lain yang berkaitan dengan hubungan, komunikasikan terlebih dahulu mengenai perubahan tersebut. Jangan membuat pasangan terus bertanya-tanya akibat sikap yang tidak konsisten.

3. Tidak memberikan feedback yang serupa

Ilustrasi feedback (pexels.com/Ann H)
Ilustrasi feedback (pexels.com/Ann H)

Dalam hubungan, feedback merupakan hal yang patut dilakukan untuk menunjukkan bahwa hubungan dijalani oleh dua orang yang sama-sama terlibat. Sikap ini penting dimiliki karena dapat membangun koneksi yang lebih dalam dengan pasangan.

"Memberikan feedback positif dapat membantu pasangan merasa dicintai dan dihargai. Memberikan feedback sama seperti mengomunikasikan hal positif dan negatif. Hal ini dapat memperkuat hubungan," ujar Lee LeGrice, psikoterapis (LCSW) berlisensi yang berbasis di Lakewood/Denver, dikutip dari drleelegrice.com.

Apabila tidak mampu memberikan feedback yang sepadan, pasangan dapat merasakan bahwa perasaannya tidak berada pada tingkat yang sama. Pasangan juga dapat berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya pihak yang berjuang dalam hubungan tersebut. Kondisi ini dapat memicu trust issue terhadap segala bentuk perhatian yang ia berikan kepada pasangannya. Ia akan merasa bahwa usahanya tidak dihargai dan menjadi ragu untuk kembali melakukan hal serupa di kemudian hari.

4. Mengabaikan perasaan pasangan

Ilustrasi mengabaikan (pexels.com/Keira Burton)
Ilustrasi mengabaikan (pexels.com/Keira Burton)

Hubungan yang sehat diisi oleh pasangan yang saling mendukung, peduli, dan memahami satu sama lain. Ketika pasangan mengabaikan perasaan yang sedang dirasakan oleh pasangan lainnya, hal tersebut dapat memicu trust issue. Ini karena ia akan berpikir bahwa perasaannya tidak cukup penting untuk didengarkan. Kondisi tersebut secara perlahan akan mengikis kepercayaan dirinya untuk berbagi cerita maupun mengungkapkan isi hatinya.

Pengabaian merupakan sikap yang perlu dihindari ketika menjalani suatu hubungan. Pada dasarnya, hubungan romantis antara dua insan merupakan proses untuk menumbuhkan rasa percaya, membangun komunikasi dua arah, serta menciptakan koneksi melalui kebiasaan berbagi cerita.

Hubungan yang sehat perlu dibangun dengan sikap yang saling mendukung, saling berbagi, serta memiliki rasa empati terhadap satu sama lain. Jangan sampai sikap-sikap yang tanpa disadari dapat memicu trust issue dilakukan berulang kali. Sikap tersebut dapat memberikan dampak yang sangat buruk terhadap kelangsungan hubungan. Apa pun yang terjadi dalam suatu hubungan, komunikasikan bersama pasangan karena komunikasi akan membantu kedua belah pihak untuk saling memahami. Jagalah sikap terhadap pasangan karena persoalan perasaan merupakan hal yang kompleks, berharga, dan perlu diungkapkan dengan baik.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More