"Praktik Ôsôji sangat simbolis, mewakili awal yang baru dengan membersihkan kotoran, debu, dan kekacauan yang menumpuk selama setahun. Ini juga mencerminkan pola pikir penuh perhatian dan rasa syukur, karena setiap sudut rumah diperhatikan dengan saksama," jelas Karina Toner, manajer operasional di Spekless Cleaning, dilansir dari laman Homes and Gardens.
Mengenal Osoji, Metode Bersih-bersih Rumah ala Tradisi Jepang

Banyak teknik bersih-bersih rumah yang pastinya kamu tahu. Tetapi apakah kamu pernah mendengar tentang Ôsôji? Ini merupakan tradisi Jepang membersihkan rumah di akhir tahun, berakar kuat dalam budaya Jepang.
Sarat dengan makna spiritual dan praktis, Ôsôji mencerminkan pendekatan Jepang terhadap rasa hormat dan harmoni dengan lingkungan sekitar. Metode bersih-bersih rumah ala tradisi Jepang tentunya bisa kamu aplikasikan di kehidupan sehari-hari, lho! So, mari kita telusuri asal-usul, hingga bagaimana praktiknya!
1. Apa itu Ôsôji dan asal-usulnya?

Ôsôji adalah praktik pembersihan mendalam yang berakar dalam budaya Jepang yang mempersiapkan rumah, tempat kerja, dan bahkan kuil untuk Tahun Baru. Tradisi ini dimaksudkan untuk menyapu bersih hal-hal lama dan mengundang keberuntungan serta energi baru ke dalam suatu tempat.
Metode pembersihan ini berakar pada kepercayaan Shinto. Secara tradisional, setiap keluarga membersihkan altar keluarga pada hari terakhir tahun untuk menghormati kedatangan Dewa Tahun Baru.
"Ōsōji (大掃除) secara harfiah berarti 'Great Cleaning'. Ini adalah acara tahunan penting di akhir tahun sebelum Tahun Baru," kata Yumi Nagasawa, direktur program pendidikan dan keluarga di Japan Society, dikutip dari laman Huffpost.
Praktik ini menyebar sejak tahun 1640, selama periode Edo (1603-1867), ketika Kastil Edo mulai dibersihkan dari atas ke bawah setiap tanggal 13 Desember, yang dulunya merupakan hari terakhir tahun.
2. Bagaimana praktik Ôsôji?

Ôsôji lebih dari sekadar membersihkan rumah secara rutin. Ini adalah pembersihan menyeluruh seluruh rumah, di mana setiap sudut dan celah dibersihkan dengan cermat.
Dari jendela hingga alas dinding, dari bagian bawah furnitur hingga bagian belakang peralatan, tidak ada yang terlewatkan. Keluarga Jepang sangat serius dalam menjalankan tugas ini, dan biasanya semua anggota keluarga aktif berpartisipasi dalam pekerjaan rumah tangga.
Proses ini juga melibatkan penyortiran dan pembuangan barang-barang yang tidak perlu atau merepotkan, mencerminkan konsep Jepang "mottainai", yang mengungkapkan penyesalan atas pemborosan. Langkah ini menciptakan ruang yang lebih rapi dan tenang, siap menyambut Tahun Baru.
Tak hanya di rumah, proses Ôsôji bisa di adaptasi di lingkungan apapun. Di kantor misalnya, kertas-kertas lama dapat dibuang dan berkas-berkas diatur ulang. Sedangkan para siswa di sekolah dapat merapikan meja hingga, ikut serta dalam upaya pembersihan kolektif.
3. Cara praktik Ôsôji di rumah

Bagi yang ingin menerapkan praktik Ôsôji, berikut ada beberapa tips untuk mengintegrasikannya ke rumah:
- Perencanaan dan persiapan: Tetapkan tanggal untuk pembersihan besar-besaran dan siapkan semua peralatan yang diperlukan sebelumnya.
- Pembagian zona: Bagilah pekerjaan dengan membagi rumah menjadi beberapa zona, baik berdasarkan ruangan maupun berdasarkan kategori objek.
- Menyingkirkan barang-barang yang tidak perlu: Manfaatkan kesempatan ini untuk memilah barang-barang dan menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan.
- Pembersihan menyeluruh: Bersihkan setiap sudut dan celah, termasuk area yang sering terabaikan seperti di belakang peralatan atau bagian atas lemari.
- Pengorganisasian dan penataan: Tata ulang ruang untuk menciptakan lingkungan yang lebih fungsional dan tenang.
Dalam melakukan metode bersih-bersih rumah ala tradisi Jepang ini, kamu tidak perlu terbebani.
“Cobalah menerapkannya dengan cara apa pun yang membuat kamu nyaman. Meskipun kamu hanya memilih satu area kecil yang mengganggu, membersihkannya dengan rasa syukur atas tahun yang telah berlalu dapat menjadi ungkapan penghargaan terhadap rumah dan kesempatan lembut untuk refleksi diri," ungkap Marie Kondo dikutip dari laman Huffpost.
Jangan ragu untuk melibatkan semua anggota keluarga dalam proses ini, seperti yang secara tradisional dilakukan oleh orang Jepang. So, kapan kamu ingin melakukan praktik Ôsôji di rumah?


















