Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sapu di Rumah Ternyata Perlu Dipotong, Ini Alasannya!
ilustrasi membersihkan lantai (pexels.com/shvets-production)

Di banyak rumah, sapu menjadi alat utama yang hampir selalu dipakai untuk membersihkan lantai setiap hari. Meski terlihat sederhana, kondisi sapu sering kali diabaikan setelah digunakan berulang kali. Padahal, bulu sapu yang sudah tidak berbentuk bisa membuat hasil menyapu jadi kurang maksimal.

Seiring waktu, sapu tidak hanya kotor, tetapi juga mengalami perubahan struktur pada bagian bulunya. Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa alat yang mereka gunakan justru bisa menyebarkan debu kembali. Karena itu, perawatan kecil pada sapu ternyata punya peran penting dalam menjaga kebersihan rumah. Yuk, simak alasan kenapa kamu perlu memotong ujung sapu sebagai cleaning hack!

1. Bulu sapu yang rusak justru menyebarkan debu

ilustrasi sapu ijuk (pexels.com/joshimer-binas)

Bulu sapu yang sudah lama digunakan biasanya akan menjadi berjumbai, bengkok, dan tidak lagi rata. Kondisi ini membuat sapu sulit mengangkat debu dengan maksimal karena permukaannya tidak lagi presisi. Akibatnya, kotoran justru terdorong dan menyebar ke area lain.

Menurut Lisa Macqueen, co-founder The Facilities Forum, dikutip dari Real Simple, perubahan bentuk ini adalah hal yang umum terjadi pada sapu yang sering digunakan. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut bisa menurunkan efektivitas alat kebersihan secara signifikan.

“Seiring waktu, bulu sapu bisa menjadi berjumbai dan kehilangan bentuknya, terutama saat digunakan untuk menyapu debu halus, rambut, atau kotoran dari luar,” ujar Lisa Macqueen.

2. Memotong ujung sapu bisa mengembalikan daya bersihnya

ilutrasi sapu ijuk (pexels.com/owen-outdoors)

Memotong sedikit ujung bulu sapu dapat membantu mengembalikan bentuk tepinya agar lebih rata. Dengan bentuk yang lebih rapi, sapu jadi lebih efektif dalam mengangkat debu dibanding hanya mendorongnya. Cara ini juga membantu mengurangi penumpukan kotoran di ujung bulu sapu.

Selain itu, sapu yang sudah dipangkas biasanya terasa lebih responsif saat digunakan. Gerakan menyapu menjadi lebih ringan karena seluruh bulu kembali bekerja ke arah yang sama. Hasilnya, proses membersihkan rumah jadi lebih cepat dan efisien. Mengutip dari Real Simple, Scott Schrader, Cleaning Expert CottageCare, menegaskan bahwa kebiasaan kecil ini sering diabaikan, padahal cukup berpengaruh pada performa sapu.

“Banyak orang tidak memperhatikan kondisi bulu sapu mereka, tetapi sedikit pemangkasan ringan di antara pembersihan mendalam bisa menjadi praktik perawatan yang sangat baik. Seiring waktu, bulu sapu bisa menjadi berjumbai atau bengkok dan menumpuk kotoran di ujungnya, terutama jika sering digunakan untuk debu halus dan bulu hewan peliharaan. Hal ini dapat mengurangi efektivitas sapu dan bahkan membuatnya hanya mendorong kotoran, bukan mengangkatnya,” ujar Scott Schrader.

3. Sapu yang dirawat bisa jadi ebih awet

ilustrasi membersihkan lantai (pexels.com/shvets-production)

Selain meningkatkan efektivitas, merawat sapu juga dapat memperpanjang usia pakainya. Sapu yang rutin dibersihkan tidak mudah rusak meskipun sering digunakan setiap hari. Hal ini membuat pengguna tidak perlu terlalu sering membeli sapu baru.

Perawatan sederhana seperti mencuci dan mengeringkan sapu juga membantu menjaga bentuk bulunya. Jika kotoran tidak dibiarkan menumpuk, bulu sapu lebih mudah kembali ke bentuk semula. Dengan begitu, sapu tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.

4. Tidak semua sapu boleh dipotong sembarangan

ilustrasi pria berjualan sapu ijuk (pexels.com/hson)

Meski terlihat sederhana, teknik memotong sapu tidak bisa dilakukan pada semua jenis. Sapu berbahan serat alami masih bisa dirapikan karena membutuhkan bentuk ujung yang rata untuk bekerja optimal. Namun, pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak fungsinya.

Sebaliknya, sapu berbahan sintetis tidak disarankan untuk dipotong sama sekali. Ujungnya sudah dirancang khusus agar melebar dan memberikan kontak maksimal dengan lantai. Jika dipotong, justru bisa menurunkan efektivitas sapu dalam membersihkan.

Ternyata, sapu di rumah bukan sekadar alat sederhana yang bisa dipakai terus tanpa perawatan. Dengan merapikan, membersihkan, hingga memangkas ujung bulunya, sapu bisa bekerja jauh lebih efektif dan tahan lama. Perawatan kecil ini bisa membuat kegiatan bersih-bersih rumah jadi lebih ringan dan maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article