"Awan ingin membangun generasi muda Indonesia yang berkarakter mulia. Mendorong tampilnya calon pemimpin masa depan yang cinta tanah air Indonesia. Mempersiapkan generasi muda untuk menjadi warga dunia yang tangguh dan memiliki daya saing kuat. Ini penting sekali mengingat kalau diperhatikan anak-anak yang sekarang cenderung untuk konsumtif ya, lebih gadget minded, lebih menjadi pengguna, tapi bukan sebagai seorang yang berkreasi," ucapnya dalam press conferece yang digelar pada Rabu (1/7/2026) di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Pameran Awan Cerah 2026 Pamerkan 1200 Lebih Fotografi Anak dan Remaja

- Pameran Awan Cerah 2026 di Taman Ismail Marzuki menampilkan lebih dari 1.200 foto karya anak dan remaja usia 6–16 tahun, hasil lomba fotografi bertema budaya Indonesia.
- Digagas oleh komunitas AWAN, pameran ini menjadi wadah belajar kreatif di luar sekolah untuk membentuk karakter generasi muda yang mandiri, berakhlak, dan cinta tanah air.
- Mengusung tema 'Yang Muda, Yang Berbudaya', pameran berlangsung gratis dari 3 Juli hingga 1 Agustus 2026 dengan desain ruang interaktif serta kegiatan workshop dan talkshow setiap akhir pekan.
Taman Ismail Marzuki diwarnai oleh hadirnya pameran baru yang bisa diakses secara gratis. Pameran Awan Cerah 2026 ini menghadirkan sederet karya-karya fotografi anak dan remaja. Pameran ini merupakan ide dari founder Awan yaitu Julyvan Pertamawan, Retno Audite Matin, dan Irsa Consinita.
Kepedulian mereka terhadap tumbuh kembang anak-anak di Indonesia memprakarsai ide yang dimulai pada tahun 2023 ini. Melalui foto dan narasi, pameran ini ingin mengajak setiap lapisan masyarakat untuk bisa meresapi makna budaya Indonesia dari kacamata anak dan remaja.
1. Pameran Awan Cerah bertujuan menjadi sarana belajar anak dan remaja di luar sekolah

Pameran Awan Cerah digagas oleh AWAN yaitu komunitas yang bergerak dalam bidang bimbingan, pelatihan dan pembinaan karakter anak dan remaja. Julyvan Pertamawan sebagai founder Awan mengatakan bahwa ia ingin Awan menjadi penyedia sarana belajar di luar sekolah untuk anak dan remaja sehingga mereka bisa tumbuh dengan karakter kreatif, mandiri, berakhlak, dan berwawasan luas.
Awan merupakan akronim dari Asuh Watak, Asah Nalar. Julyvan menyebut bahwa Awan ingin menyeimbangkan agar watak dan nalar generasi muda Indonesia ini bisa berkembang dengan baik. Maka dari itu, hadirlah lomba dan pameran foto yang ditujukan untuk anak dari usia 6-16 tahun. Lomba dan pameran foto ini bertajuk Awan Cerah (Cerita-Ekspansif-Retorik-Aspiratif-Hakiki).
2. Angkat tema "Yang Muda, Yang Berbudaya"

Pameran Awan Cerah pertama kali digelar pada tahun 2023 dengan tema "Ceritaku untuk Bumiku" karena isu lingkungan yang jadi perhatian utama. Di tahun ini, pameran Awan Cerah kembali hadir dengan tema "Yang Muda, Yang Berbudaya".
"Untuk Awan Cerah kedua ini, kami angkat "Yang Muda Yang Berbudaya". Budaya itu kan nggak melulu tentang masa lalu. Budaya itu adalah budi dan daya lho gitu. Bahwa budaya itu adalah hal-hal yang kita lakukan sehari-hari. Contohnya gotong royong, tadi kayak Mas Yori bilang. Nah itu yang ingin kita tunjukkan kepada anak-anak muda kita ini bahwa apa yang kalian kerjakan itu adalah budaya Indonesia lho. Misalnya cium tangan orang tua, itu kan budaya kita yang sangat kental dan baik ya gitu loh. Nah, hal-hal seperti itu, nilai-nilai seperti itu yang ingin kita angkat. Budaya itu bukan hanya peninggalan masa lalu, tapi budaya itu hidup," tutur Retno Audite Matin, founder Awan.
Pameran ini bertujuan mengajak masyarakt untuk memandang suatu budaya dari sudut pandang anak dan remaja. Untuk itu, semua foto yang dipamerkan menggunakan tone yang simpel supaya foto-foto tersebut yang berbicara.
3. Foto yang dipamerkan merupakan foto yang dilombakan

Bukan sekadar pameran biasa, foto-foto yang disuguhkan di pameran Awan Cerah 2026 merupakan foto yang dilombakan. Adapun juri-juri yang terlibat pada acara tahun ini, adalah Davy Linggar, Beawiharta, Peni Candra Rini, Yori Antar, Prof. Stella Christie.
"Di sini ada 1000 foto, seperti berkeliling Indonesia sebetulnya. Gambaran dari foto anak-anak itu secara keseluruhan menggambarkan kondisi Indonesia saat ini dengan kebudayaannya. Tapi yang bagi saya juga sebuah pertanyaan: bagaimana anak-anak itu memotret dari kacamata-nya yang masih lugu, bisa jadi belum pernah ke mana-mana ya, tetapi banyak foto-fotonya juga mengandung pesan yang kuat begitu," ucap Yori Antar, arsitek dan perwakilan juri.
Lomba ini terbuka untuk anak usia 6-16 tahun sehingga di pameran akan terbagi dua area. Area anak yang menyajikan karya anak-anak usia 6-11 tahun dan area remaja untuk mereka yang berusia 12-16 tahun. Di pameran Awan Cerah 2026 ini akan menampilkan semua karya foto dari lebih dari 700 peserta dengan total karya 1285.
Audite mengatakan, "Kita ingin mengapresiasi usaha anak-anak dan remaja ini membuat foto gitu. Mereka buat foto lalu mendaftarkan itu suatu hal yang sangat buat kita itu usaha yang cukup serius. Maka jadi yang ada di sini semua kenapa sampai ada 1.285 sampai 1.300, itu adalah karya semua anak yang ikut lomba ini. Jadi gak ada yang dikurasi."
4. Pameran Awan Cerah 2026 dibuka dari 3 Juli sampai 1 Agustus 2026

Kalau ingin melihat karya-karya anak bangsa ini, pameran Awan Cerah 2026 ada di Galeri Emiria Soenassa yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki. Pameran ini terbuka untuk umum dari tanggal 3 Juli sampai 1 Agustus 2026 dan bisa diakses secara gratis.
Tidak hanya pameran, setiap akhir pekan juga ada talkshow maupun workshop dengan ahli-ahli di bidangnya. Komunitas Awan juga sedang menyiapkan kegiatan lainnya yang akan memberikan ruang belajar dalam bentuk Character Building Camp.
"Character Building Camp ini disebut Awan Teduh. Teduh-nya sendiri juga akronim, ya... Teduh kependekan dari Tekun, Empati, Disiplin, Unggul, dan Hikmat. Jadi, diharapkan ada keseimbangan antara disiplin anak-anak ini dengan kehikmatan dalam belajar, ya," kata Julyvan Pertamawan.
5. Secara desain, pameran ini dipermanis oleh beberapa karakter yang sarat akan makna

Berhubung pameran ini mengangkat karya anak dan remaja, layout dan desain dibuat tidak begitu kaku. Ada beberapa detail kecil yang menambah kesan playful. Ketika memasuki area pameran, pengunjung akan mendapati beberapa karakter yang menjadi pemandu atau memberikan beberapa insight seputar budaya Indonesia.
Andi Rahmat selaku founder Nusae, desainer dan juga eksibisi grafis, mengatakan, "Ada karakter anak kecil. Empat karakter yang menggunakan wastra atau baju-baju adat beberapa daerah yang memiliki karakter curious. Curiousity-nya pengen kita perlihatkan. Bagaimana nilai-nilai budaya ini tentang curiousity dan juga saling gotong royong."
Andi juga memperhatikan material yang digunakan. Ia menggunakan karton-karton yang bisa didaur ulang kembali sehingga tidak menimbun sampah dan merusak lingkungan.
Sedangkan secara layout sangat dipikirkan oleh Andra Matin, founder Andra Matin Arsitek. Ia banyak menggunakan warna cokelat yang memang identik dengan warna budaya. Selain itu, layout-nya sengaja dibuat tidak terlalu kaku, tidak lurus, dan menunjukkan beberapa dimensi yang curvy.
"Bayangan kami adalah anak-anak itu sesuatu yang belum selesai, belum jadi, dia masih berkembang, masih punya harapan sehingga kita gak memberikan sesuatu yang rigid. Kalau bentuknya lingkaran sempurkan kan udah rigid, kalau oval kelihatan masih ada sesuatu potensi untuk bergerak lagi. Nah, itulah anak-anak," ujor Andra Martin saat menjelaskan bagaimana ia menata layout pameran agar ebih dinamis dan menyenangkan.
Lebih dari 1200 foto yang dipajang ini menjadi bukti bahwa budaya Indonesia itu beragam dan punya banyak makna di baliknya. Kalau kamu tertarik dengan pameran ini, cek informasi lainnya melalui media sosial instagram Awan Cerah di @awancerah.photo, ya!











![[QUIZ] Dari Permainan Upin & Ipin, Kamu Tipe Sahabat Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20260219/upload_b5cbec34bcee64adc2f12e0b93f545cd_da9affec-591e-41ca-bb15-99ed7c9935b6.jpg)







