“Ujung daun yang cokelat, yang sering dianggap disebabkan oleh kelembapan rendah, lebih sering disebabkan oleh penumpukan fluoride dan garam terlarut yang terdapat dalam banyak sumber air kota,” ujar Robin Trott, pendidik hortikultura di University of Minnesota Extension, dikutip dari Martha Stewart.
5 Tanaman Hias yang Sensitif terhadap Air Keran, Jangan Asal Siram!

- Air keran dapat mengandung mineral, fluoride, dan zat terlarut yang memicu daun menguning, kecokelatan, atau bercak pada tanaman hias tertentu.
- Spider plant, peace lily, anggrek, calathea, dan prayer plant tergolong sensitif terhadap penumpukan mineral atau zat seperti fluoride, klorin, serta logam berat.
- Untuk mengurangi risiko kerusakan dan gangguan pertumbuhan, beberapa tanaman tersebut lebih cocok disiram air hujan atau air suling berkandungan mineral lebih rendah.
Air keran memang paling praktis untuk menyiram tanaman hias di rumah. Namun, kandungan mineral, fluoride, dan zat terlarut di dalamnya bisa membuat beberapa tanaman lebih sensitif. Jika daun mulai kecokelatan, menguning, atau muncul bercak, kualitas air bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Oleh karena itu, tidak semua tanaman akan bermasalah saat disiram air keran. Beberapa jenis tanaman justru lebih sensitif sehingga membutuhkan air dengan kandungan mineral yang lebih rendah. Berikut tanaman hias yang sebaiknya tidak asal disiram dengan air keran.
1. Spider Plant

ilustrasi spider plant (pexels.com/matreding) Spider plant dikenal sebagai tanaman yang mudah dirawat dan cepat tumbuh. Meski begitu, ujung daunnya cukup sensitif terhadap fluoride dan garam terlarut yang terdapat dalam sebagian sumber air keran. Zat tersebut dapat menumpuk di ujung daun dan membuatnya berubah kecokelatan.
Selain membuat ujung daun kecokelatan, air dengan kandungan mineral tinggi juga dapat mengganggu penyerapan air oleh akar. Kondisi ini bisa terjadi meski tanaman sudah mendapatkan penyiraman secara rutin. Jadi, jangan buru-buru menganggap ujung daun cokelat hanya disebabkan oleh udara yang terlalu kering.
2. Peace Lily

ilustrasi tanaman peace lily (pexels.com/pexlao) Peace lily juga termasuk tanaman yang cepat menunjukkan tanda ketika kualitas airnya kurang sesuai. Air yang kaya mineral dapat menyebabkan tepi daun kecokelatan, daun menguning, hingga tanaman menghasilkan lebih sedikit bunga. Masalah tersebut bahkan bisa muncul ketika pencahayaan dan pola penyiraman sudah tepat.
“Ketika disiram dengan air sadah yang kaya mineral, tanaman ini dapat mengalami tepi daun kecokelatan, daun menguning, dan lebih sedikit bunga, meskipun pencahayaan dan cara penyiramannya sudah sesuai,” ujar Robin Trott.
Fluoride dalam air disebut sebagai salah satu penyebab utama masalah pada peace lily. Karena itu, kondisi daun yang berubah warna tidak selalu berarti tanaman kekurangan nutrisi atau salah mendapatkan cahaya. Memperhatikan kualitas air bisa membantu mencegah masalah tersebut berulang.
3. Anggrek

ilustrasi bunga anggrek (pexels.com/ameliacui) Anggrek memang sering dianggap sulit dirawat, padahal beberapa jenis bisa tumbuh baik sebagai tanaman hias di rumah. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas air karena tanaman ini cukup sensitif terhadap kandungan mineral. Air sadah juga dapat meninggalkan endapan mineral pada permukaan daun.
Untuk mengurangi risiko tersebut, anggrek lebih cocok disiram menggunakan air hujan atau air suling. Keduanya memiliki kandungan mineral yang lebih rendah dibandingkan sejumlah sumber air keran. Jadi selain mengatur frekuensi penyiraman, pastikan air yang digunakan juga sesuai dengan kebutuhan tanaman.
4. Calathea

tanaman Calathea (pexels.com/plantscandy) Calathea populer karena memiliki corak daun yang cantik dan mencolok. Sayangnya, tanaman ini cukup sensitif terhadap berbagai zat yang dapat menumpuk di dalam media tanam, termasuk logam berat, klorin, dan fluoride. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat serta membuat tepi daun berubah kecokelatan.
“Logam berat, klorin, dan fluoride menumpuk di dalam tanah sehingga menyebabkan pertumbuhan terhambat, bagian tepi daun menjadi kecokelatan, dan berpotensi menimbulkan kerusakan lebih lanjut,” ujar Lee Miller, penulis The Houseplant Guide: How to Easily Select & Maintain Indoor Plants, dengan pengalaman lebih dari 40 tahun merawat tanaman dalam ruangan, dikutip dari Martha Stewart.
Calathea cukup mudah menunjukkan perubahan pada daun saat mengalami masalah. Jika tepinya mulai kecokelatan, coba evaluasi kembali air keran yang digunakan. Air dengan kandungan mineral lebih rendah bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk tanaman ini.
5. Prayer Plant

ilustrasi prayer plant (pexels.com/bertellifotografia) Prayer plant memiliki daun bermotif menarik dan menyukai media tanam yang konsisten lembap. Kondisi tersebut membuat garam dari air sadah lebih mudah menumpuk di sekitar akar jika tanaman terus disiram dengan air yang sama. Akibatnya, ujung daun bisa terlihat seperti terbakar, muncul bercak, atau warnanya memudar.
“Prayer plant dikenal karena dedaunannya yang bermotif, tetapi tanaman ini sangat sensitif terhadap penumpukan mineral di sekitar akar,” ujar Robin Trott.
Karena itu, prayer plant perlu diperhatikan bukan hanya jumlah airnya, tetapi juga kualitasnya. Jika memungkinkan, gunakan air hujan atau air suling agar mineral tidak menumpuk di media tanam. Dengan begitu, tanaman tetap lembap tanpa kelebihan mineral.
Jangan hanya memperhatikan frekuensi penyiraman karena kualitas air juga bisa memengaruhi kondisi tanaman. Pilih juga air yang sesuai agar tanaman hias tetap sehat, subur, dan cantik.




















