Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Langkah Efektif Menjadi Seorang BookTok dan BookThreads bagi Pemula

5 Langkah Efektif Menjadi Seorang BookTok dan BookThreads bagi Pemula
ilustrasi seorang pria sedang membuat konten video (pexels.com/Anna Shvets)
  • Pemula BookTok dan BookThreads disarankan menentukan niche, identitas, serta estetika konten sesuai minat membaca agar audiens mudah mengenali karakter akun.
  • Konten perlu dibuat menarik, autentik, dan konsisten dengan jadwal realistis; format TikTok menekankan video singkat, sementara Threads mengandalkan utas, ulasan teks, dan diskusi.
  • Kreator perlu aktif berinteraksi dengan komunitas pencinta buku serta mengevaluasi tayangan, komentar, dan konten terpopuler untuk mengembangkan ide tanpa kehilangan ciri khas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

BookTok adalah singkatan dari Book TikTok, yaitu subkomunitas di dalam aplikasi TikTok tempat para penggunanya fokus membuat konten seputar buku dan sastra. Para kreator di komunitas ini biasa disebut dengan istilah BookTokers. Sedangkan, BookThreads adalah komunitas pencinta buku yang berkembang di aplikasi Threads milik Meta.

Menjadi seorang BookTok dan BookThreads sama halnya dengan membuat konten untuk media sosial pada umumnya. Namun, hal yang menjadi pembeda ialah BookTok dan BookThreads berfokus pada konten berbau buku. Untuk para pecinta buku yang ingin menjadi konten kreator, tetapi bingung dengan ide konten, cobalah mulai untuk menjadi seorang BookTok dan BookThreads dengan memperhatikan langkah berikut. Keep Scrolling!

  1. 1. Tentukan niche, identitas, dan estetika konten

    ilustrasi perempuan sedang membuat konten
    ilustrasi perempuan sedang membuat konten (pexels.com/Alena Darmel)

    Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum menjadi seorang BookTok atau BookThreads adalah menentukan niche, identitas, dan estetika konten. Sebagai pemula, kamu bisa memilih topik yang memang sesuai dengan minat dan kebiasaan membaca agar lebih mudah. Misalnya, kamu dapat fokus pada review buku, rekomendasi bacaan, membagikan kutipan menarik, hingga membuat konten seputar dunia literasi.

    Dengan memiliki fokus yang jelas, audiens akan lebih mudah mengenali karakter konten yang kamu buat sekaligus mengetahui alasan untuk mengikuti akunmu. Selain itu, perhatikan estetika apa yang cocok dengan konten kamu. Misal, kamu menyukai suasana konten membaca buku di perpustakaan. Nah, kamu bisa mengunjungi beberapa perpustakaan sebagai background untuk konten kamu. Tentukan tema warna atau pencahayaan video, seperti cozy dark academia, bright & pastel, atau minimalist.

  2. 2. Buat konten yang menarik dan konsisten

    ilustrasi perempuan sedang membuat konten
    ilustrasi perempuan sedang membuat konten (pexels.com/Gustavo Fring)

    Setelah menentukan niche, langkah berikutnya adalah mulai membuat konten secara konsisten. Sebagai pemula, kamu tidak perlu langsung menghasilkan konten yang sempurna. Justru manfaatkan proses ini untuk menemukan gaya penyampaian yang paling sesuai dengan karakter dan kenyamananmu. Pakai format video yang simpel tetapi sampai ke penonton, serta usahakan untuk selalu konsisten.

    Usahakan juga setiap konten memiliki ciri khas tersendiri sehingga audiens dapat mengenali gaya yang kamu miliki. Tidak harus selalu mengikuti tren, kamu juga bisa mengemas pengalaman membaca dengan sudut pandang pribadi agar konten terasa lebih autentik dan relatable. Yang terpenting, buat jadwal unggahan yang realistis dan usahakan untuk tetap konsisten agar akunmu dapat berkembang secara perlahan.

  3. 3. Pahami karakteristik unik tiap platform

    ilustrasi sedang membuat video untuk konten di media sosial
    ilustrasi sedang membuat video untuk konten di media sosial (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Membuat konten di TikTok dan Threads tentunya memiliki perbedaan yang harus kamu ketahui. Jika kamu lebih dominan membuat konten di TikTok, perhatikan karakteristik yang dimiliki oleh TikTok. Pengguna TikTok kebanyakan menyukai konten yang berdurasi pendek, berkisar dari 15-60 detik. Gunakan ekspresi wajah, emosi saat membaca, suara/audio yang sedang tren agar viewers konten kamu bertambah.

    Jika ingin lebih banyak membuat konten di Threads, format utama tentunya sebuah utas pendek, ulasan kalimat dari sebuah buku, foto yang aesthetic serta menarik. Gunakan opini tertulis yang mendalam, diskusi dua arah, dan humor berbasis teks. Kamu juga bisa memberikan ulasan teks dengan gaya bahasa yang santai tetapi cepat dipahami pembaca. Jangan lupa untuk selalu aktif berinteraksi dengan pengguna, ya!

  4. 4. Bangun interaksi dengan sesama pencinta buku

    ilustrasi sedang berinteraksi dengan orang lain di media sosial
    ilustrasi sedang berinteraksi dengan orang lain di media sosial (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Menjadi seorang BookTok atau BookThreads bukan hanya tentang membuat dan mengunggah konten, tetapi juga membangun hubungan dengan sesama pencinta buku. Jangan ragu untuk mengikuti diskusi yang sedang berlangsung, memberikan komentar pada unggahan pengguna lain, atau membagikan pendapat mengenai buku yang sedang ramai diperbincangkan.

    Interaksi sederhana tersebut dapat menjadi langkah optimal untuk mengenal komunitas literasi sekaligus memperluas jaringan. Dengan begitu, akun yang dimiliki tidak hanya menjadi tempat membagikan konten, tetapi juga ruang untuk terhubung dan bertukar cerita dengan para pencinta buku lainnya. Usahakan untuk menanggapi konten bookfluencer lain yang sedang ramai dibahas. Ini adalah cara tercepat agar akun kamu disadari oleh warganet.

  5. 5. Evaluasi dan kembangkan konten

    ilustrasi perempuan sedang mereview buku
    ilustrasi perempuan sedang mereview buku (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Jangan lupa untuk mengevaluasi setiap unggahan yang telah dibuat. Perhatikan respons audiens, mulai dari jumlah tayangan, komentar, tanda suka, hingga jenis konten yang paling banyak mendapatkan interaksi. Dari respons tersebut, kamu bisa mengetahui topik atau format seperti apa yang lebih disukai oleh pengikut.

    Namun, bukan berarti kamu harus selalu mengikuti konten yang sedang populer. Jadikan respons audiens sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan ide berikutnya, sambil tetap mempertahankan gaya dan ciri khas pribadi. Dengan begitu, konten BookTok dan BookThreads yang dibuat tidak hanya menarik bagi audiens, tetapi juga terasa autentik dan memiliki karakter tersendiri.

    Menjadi seorang BookTok atau BookThreads pemula tidak harus membuat konten yang viral. Yang terpenting adalah konsisten membagikan kecintaan terhadap buku dengan gaya yang autentik dan menarik. Dengan menerapkan langkah di atas, para pemula bisa mulai membangun personal branding, menemukan komunitas pembaca, sekaligus mengembangkan akun secara perlahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More