Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Beda Internship dan Externship yang Bikin Lulusan Mudah Dapat Kerja

5 Beda Internship dan Externship yang Bikin Lulusan Mudah Dapat Kerja
ilustrasi teamwork, rekan kerja, semangat bekerja (magnific.com/tirachardz)
  • Internship melibatkan tugas dan kolaborasi langsung untuk membangun skill, sedangkan externship berfokus pada observasi profesi, meeting, dan wawancara informasional guna mengeksplorasi karier.
  • Durasi internship umumnya satu semester atau masa libur dan dapat penuh/paruh waktu, sementara externship biasanya berlangsung dari sehari hingga beberapa minggu seperti job shadowing.
  • Keduanya memperkuat CV, networking, dan pemahaman dunia kerja; peluang dapat dicari melalui kampus, alumni, platform lowongan, serta komunitas profesional, lalu cantumkan tugas dan skill yang dipelajari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu baru lulus kuliah dan mulai mencari kerja, pengalaman profesional bisa jadi salah satu bekal penting agar CV-mu gak terlihat kosong. Selain internship, kamu mungkin pernah mendengar istilah externship yang sama-sama memberi kesempatan untuk mengenal dunia kerja.

Meski terdengar mirip, keduanya punya cara kerja, durasi, dan tujuan yang cukup berbeda, lho. Memahami perbedaan ini bisa membantumu memilih pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan kariermu. Apalagi, pengalaman tersebut nantinya bisa dicantumkan di CV untuk membuat profilmu lebih menarik di mata recruiter.

  1. 1. Internship lebih fokus membangun skill, externship mengenalkan dunia kerja

    ilustrasi komunikasi
    ilustrasi komunikasi (magnific.com/Drazen Zigic)

    Internship merupakan posisi kerja jangka pendek yang memungkinkan mahasiswa atau lulusan baru mendapatkan pengalaman secara langsung di lingkungan profesional. Selama menjalani internship, kamu biasanya gak hanya melihat bagaimana orang lain bekerja, tapi juga ikut mengerjakan tugas dan berkolaborasi dengan tim. Karena terlibat langsung dalam pekerjaan, kamu bisa mengembangkan skill yang relevan dengan bidang karier yang ingin ditekuni. Pengalaman ini juga bisa membantumu memahami seperti apa ritme kerja di dunia profesional.

    Sementara itu, externship lebih banyak ditujukan untuk memberi gambaran mengenai profesi atau lingkungan kerja tertentu. Kamu bisa mengamati aktivitas di tempat kerja, mengikuti meeting, sampai melakukan wawancara informasional dengan karyawan. Jadi, kalau internship membuatmu lebih banyak "terjun langsung", externship cenderung membuatmu belajar dengan cara mengamati. Pengalaman tersebut cocok kalau kamu masih ingin mengeksplorasi pilihan karier sebelum benar-benar menentukan bidang yang ingin ditekuni.

  2. 2. Durasi internship biasanya lebih panjang

    ilustrasi suasana kantor, ruang kerja, karyawan kantoran
    ilustrasi suasana kantor, ruang kerja, karyawan kantoran (magnific.com/drobotdean)

    Perbedaan berikutnya bisa kamu lihat dari durasinya. Internship umumnya berlangsung selama satu semester, musim panas, atau masa libur kuliah dan bisa dilakukan secara penuh maupun paruh waktu. Durasi yang lebih panjang membuatmu punya waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja sekaligus mengembangkan kemampuan. Tergantung programnya, internship juga bisa memberikan kredit akademik atau kompensasi.

    Externship umumnya punya durasi yang jauh lebih singkat, terutama untuk program yang ditujukan bagi mahasiswa atau lulusan baru. Program ini bisa berlangsung hanya satu hari hingga beberapa minggu dan konsepnya mirip dengan job shadowing. Dalam waktu singkat tersebut, kamu dapat melihat aktivitas profesional secara langsung tanpa harus berkomitmen selama berbulan-bulan. Meski begitu, ada juga program externship di tingkat pascasarjana yang berlangsung lebih lama dan dirancang sebagai bagian dari pendidikan.

  3. 3. Internship memberi pengalaman kerja langsung, externship lebih banyak observasi

    ilustrasi karyawan bekerja dengan laptop, pekerja kantoran, suasana kerja
    ilustrasi karyawan bekerja dengan laptop, pekerja kantoran, suasana kerja (magnific.com/pressfoto)

    Kalau tujuanmu adalah mengumpulkan pengalaman yang bisa langsung dipraktikkan, internship biasanya memberikan ruang yang lebih besar. Kamu akan bekerja bersama tim dan mengerjakan tugas tertentu sesuai dengan posisi yang dijalani. Dari sini, kamu bisa belajar bagaimana teori yang diperoleh selama kuliah diterapkan dalam situasi kerja yang sebenarnya. Pengalaman tersebut juga dapat memperkaya skill set yang nantinya bisa kamu tawarkan kepada perusahaan.

    Berbeda dengan internship, externship lebih menekankan kesempatan untuk mengamati cara kerja suatu profesi atau perusahaan. Kamu mungkin mengikuti seorang profesional selama beberapa waktu untuk melihat bagaimana dia menjalankan pekerjaannya. Kamu juga bisa mengikuti meeting atau berbincang dengan karyawan untuk mendapatkan gambaran mengenai pekerjaan tersebut. Dengan begitu, externship dapat membantumu mengetahui apakah suatu bidang memang sesuai dengan minat dan ekspektasimu.

  4. 4. Keduanya sama-sama bisa memperkuat CV dan peluang kerja

    ilustrasi CV, resume, HRD, loker, lamaran
    ilustrasi CV, resume, HRD, loker, lamaran (magnific.com/DC Studio)

    Jangan menganggap pengalaman singkat seperti externship gak berguna untuk karier, lho. Baik internship maupun externship dapat memberimu pengalaman tentang dunia profesional, memperluas jaringan, dan membantumu memahami lingkungan kerja. Setelah menyelesaikannya, kamu bisa mencatat pengalaman tersebut di CV sebagai bukti bahwa kamu pernah mengenal atau terlibat dalam lingkungan profesional. Hal ini bisa membuat profilmu terlihat lebih siap dibandingkan kandidat yang sama sekali belum punya pengalaman kerja.

    Untuk internship, manfaatnya bahkan bisa terlihat dari peluang diterima kerja. Menurut hasil survei National Association of Colleges and Employers (NACE) Job Outlook 2020, ketika dua kandidat memiliki kualifikasi yang setara, pengalaman internship menjadi salah satu faktor yang dapat membuat kandidat lebih unggul dalam proses perekrutan. Laporan NACE juga mencatat job offer rate sebesar 68 persen untuk kandidat yang memiliki pengalaman internship. Selain itu, tingkat retensi satu tahun tercatat 68,7 persen bagi intern yang sebelumnya memiliki pengalaman internal, dibandingkan 55 persen untuk pengalaman internship eksternal dan 40,3 persen bagi kandidat tanpa pengalaman sebelumnya.

  5. 5. Cara mendapatkannya juga cukup fleksibel

    ilustrasi Purdue University, Amerika Serikat, universitas, kuliah
    ilustrasi Purdue University, Amerika Serikat, universitas, kuliah (unsplash.com/Cole Parsons)

    Kalau kamu tertarik mengikuti salah satunya, kampus bisa menjadi tempat pertama yang perlu dicek. Layanan karier kampus, program internship, jaringan alumni, atau informasi dari fakultas bisa membuka akses ke berbagai kesempatan. Kamu juga bisa mencari peluang secara mandiri melalui platform lowongan kerja seperti Handshake dan LinkedIn Jobs. Jangan lupa gunakan kata kunci "internship" atau "externship" saat melakukan pencarian supaya hasilnya lebih relevan.

    Networking juga gak kalah penting, terutama kalau kamu sudah punya bidang karier yang ingin dituju. Kamu bisa menghubungi alumni kampus yang bekerja di bidang tersebut atau memanfaatkan komunitas profesional di media sosial. Setelah mendapatkan pengalaman, masukkan internship atau externship ke CV beserta tugas dan skill yang benar-benar kamu pelajari. Dengan begitu, recruiter gak hanya melihat nama programnya, tapi juga memahami kontribusi dan kemampuan yang sudah kamu dapatkan.

    Pada dasarnya, internship dan externship sama-sama bisa menjadi jalan untuk mengenal dunia profesional, tapi pengalaman yang didapatkan cukup berbeda. Internship lebih cocok kalau kamu ingin terlibat langsung dalam pekerjaan sekaligus membangun skill, sedangkan externship bisa menjadi pilihan kalau kamu ingin mengeksplorasi profesi dalam waktu relatif singkat.

    Keduanya juga dapat membantu memperluas networking dan membuat CV-mu punya pengalaman yang relevan. Jadi, kalau kamu sedang mempersiapkan diri masuk dunia kerja, gak ada salahnya memanfaatkan kesempatan yang paling sesuai dengan tujuan kariermu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More