Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanaman Hias yang Sensitif terhadap Air Sadah, Catat!

4 min read
5 Tanaman Hias yang Sensitif terhadap Air Sadah, Catat!
Ilustrasi tanaman hias (pexels.com/Olga Lioncat)
Share Article

Jika kamu melihat bintik-bintik putih pada tanaman hias atau daun yang layu dan berwarna cokelat, kemungkinan penyebabnya adalah hard water, atau dikenal dengan air sadah. Air sadah mengandung kadar mineral yang tinggi, seperti kalsium, magnesium, dan besi, yang dapat membahayakan tanaman hias seiring waktu.

Meskipun banyak tanaman dapat tahan terhadap air sadah, beberapa tanaman lain sangat sensitif dan menandakan ada sesuatu yang tidak beres di lingkungannya. Sebelum memindahkan tanaman ke tempat yang lebih terang, cek tanaman hias yang sensitif terhadap air sadah di sini!

  1. 1. Spider plant

    Ilustrasi spider plant
    Ilustrasi spider plant (pexels.com/Mathias Reding)

    Tanaman laba-laba (spider plant) disukai karena daunnya yang melengkung dan sifatnya yang mudah dirawat, tetapi tanaman ini bisa sangat rewel soal kualitas air. Dikenal karena pertumbuhannya yang cepat dan menjalar, spider plant ermasuk di antara tanaman hias yang paling umum menunjukkan kerusakan akibat air sadah.

    “Ujung daun yang berwarna cokelat, yang sering dikaitkan dengan kelembapan rendah, lebih sering disebabkan oleh penumpukan fluorida dan garam terlarut yang ditemukan di banyak pasokan air kota,” kata pendidik hortikultura Robin Trott, mengutip laman Martha Stewart.

    Mineral-mineral ini mudah diserap dan cenderung menumpuk di ujung daun seiring waktu. Air sadah juga dapat mencegah akar menyerap air dengan benar. Jadi, beralih ke rainwater (air hujan) dapat memberikan perbedaan yang nyata dan membantu menjaga dedaunan tetap segar dan hijau. 

  2. 2. Peace lily

    Ilustrasi peace lily
    Ilustrasi peace lily (pexels.com/Thắng Lê)

    Tanaman peace lily menghadirkan ketenangan di ruangan dengan daunnya yang mengkilap dan bunga putihnya yang elegan. Namun, tanaman ini cepat menunjukkan tanda-tanda stres jika terpapar air sadah. Kamu mungkin akan melihat daun menguning, tepi berwarna cokelat, atau jumlah bunga yang berkurang.

    “Ketika disiram dengan air yang kaya mineral, mereka mungkin mengembangkan tepi daun cokelat, dedaunan menguning, dan lebih sedikit bunga, bahkan ketika praktik pencahayaan dan penyiraman lainnya sudah tepat. Fluorida dalam air sadah biasanya merupakan penyebab utama masalah ini," jelas Trott.

    Menggunakan air yang memiliki kadar mineral kalsium dan magnesium yang sangat rendah (soft water), membantu tanaman menyerap kelembapan dengan baik dan menjaga penampilannya tetap subur.

  3. 3. Anggrek

    Ilustrasi anggrek
    Ilustrasi anggrek (pexels.com/Micha Münzel)

    Anggrek yang halus dan indah mungkin tampak sulit untuk ditanam, tetapi sebenarnya cukup mudah dipelihara sebagai tanaman hias dalam ruangan. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah air.

    Paparan air sadah dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti meninggalkan endapan mineral yang tidak sedap dipandang pada daun. Air sadah dapat meninggalkan bekas pada daun dan mengganggu pertumbuhan akar yang sehat. 

    Menyiram dengan air hujan atau air suling (distilled water) sangat ideal untuk tanaman ini. Air tersebut menjaga akar tetap bersih dan mendukung pembungaan yang lebih baik dari waktu ke waktu.  

  4. 4. Calathea

    Ilustrasi tanaman Calathea Ornata
    Ilustrasi tanaman Calathea Ornata (pexels.com/Huy Phan)

    Tanaman calathea yang cantik ini terutama ditanam karena pola daunnya yang cerah, yang menambah daya tarik visual di sekitar rumah. Tetapi tanaman ini sangat sensitif. Untuk menjaga agar dedaunan tetap cerah, hindari menyiramnya dengan air sadah.

    “Logam berat, klorin, dan fluorida menumpuk di tanah, mengakibatkan pertumbuhan terhambat, pengeringan di tepi luar daun, dan kemungkinan kerusakan lebih lanjut,” kata pakar tanaman hias Lee Miller, mengutip laman Martha Stewart.

    Air yang lebih bersih membantu mempertahankan corak yang mencolok dan membuat daun tetap terlihat cerah. 

  5. 5. Prayer plant

    Ilustrasi calathea
    Ilustrasi calathea (pexels.com/Anca)

    Tanaman hias lain dengan pola daun bergaris yang menakjubkan, tanaman doa (prayer plant) membutuhkan sedikit pengetahuan hortikultura, dan juga membutuhkan air yang tepat untuk hasil terbaik.

    “Prayer plant dihargai karena dedaunan berpolanya, tetapi sangat sensitif terhadap penumpukan mineral di sekitar akar. Karena mereka lebih menyukai tanah yang selalu lembap, garam dari air sadah menumpuk lebih cepat, menyebabkan ujung daun terbakar, bercak, atau warna daun memudar," ungkap Trott.

    Tanaman ini membutuhkan kelembapan yang konsisten, yang berarti mineral dapat menumpuk lebih cepat di dalam tanah. Menggunakan soft water membantu menjaga warna yang kaya dan kesehatan secara keseluruhan.  

    Cara mengatasi air sadah

    Jika air sadah menyebabkan masalah bagi tanaman hias yang sensitif, ada alternatif yang dapat kamu gunakan. Air hujan adalah pilihan terbaik, karena secara alami lembut dan bebas dari bahan kimia tambahan.

    Air hujan dapat dengan mudah dikumpulkan di teras atau dek dan dibawa ke dalam rumah. Pilihan lain yang cocok adalah air suling (distilled water), yang dapat dibeli atau dibuat di rumah.

    Namun, jika air keran (tap water) adalah satu-satunya pilihan, diamkan semalaman selama 24 jam untuk membantu mengurangi kandungan klorinnya. Tetapi perlu diingat bahwa metode ini tidak akan menghilangkan fluorida atau garam terlarut. Hindari juga penyiraman berlebihan, karena hal itu meningkatkan penumpukan mineral. 

    Itulah beberapa tanaman hias yang sensitif terhadap air sadah. Bagi kamu yang punya tanaman di rumah, catat ini agar kamu bisa merawat tanaman hias dengan tepat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More