4 Artis Penerima LPDP yang Kuliah di Kampus Top Dunia, Siapa Saja?

Enam artis Indonesia seperti Maudy Ayunda dan Gita Gutawa tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP yang menempuh studi di kampus top dunia.
Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan magister di universitas ternama, seperti Stanford hingga Columbia University.
Usai studi, para artis ini aktif berkontribusi di berbagai bidang seperti pendidikan, lingkungan, seni, dan budaya untuk membawa dampak positif bagi Indonesia.
Belakangan ini, media sosial ramai memperbincangkan alumni LPDP yang bangga menetap di luar negeri, bahkan anaknya mendapat kewarganegaraan asing. Banyak netizen yang akhirnya menyoroti fenomena lulusan luar negeri yang enggan pulang meskipun statusnya ternyata alumni penerima beasiswa LPDP.
Di tengah keramaian isu tersebut, deretan nama artis penerima LPDP yang kuliah di kampus top dunia pun ikut menjadi sorotan publik. Meskipun cukup sulit, namun mereka terbukti bisa meraih prestasi gemilang dan kembali berkontribusi untuk Indonesia.
Penasaran siapa saja publik figur yang berhasil menyeimbangkan karier di dunia hiburan dengan prestasi akademiknya?
Table of Content
1. Maudy Ayunda

Artis penerima LPDP yang kuliah di kampus top dunia pertama ada Maudy Ayunda. Penyanyi yang satu ini menjadi sosok yang paling ikonik jika kita berbicara tentang pendidikan. Setelah lulus S1 dari Oxford University, Maudy melanjutkan studi S2 dengan beasiswa LPDP di Stanford University, Amerika Serikat.
Ia mengambil Joint Degree Program (JDP) di jurusan Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts in Education. Prestasinya gak main-main, loh! Maudy berhasil menyelesaikan dua gelar magister sekaligus hanya dalam waktu dua tahun di salah satu kampus elit di dunia. Kini, ia aktif berkontribusi di Indonesia melalui berbagai inisiatif pendidikan dan literasi bagi generasi muda
2. Gita Gutawa

Gita Gutawa merupakan alumni LPDP yang menempuh pendidikan S2 di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris. Putri dari komposer Erwin Gutawa ini mengambil jurusan MSc in Culture and Society yang dikenal sebagai salah satu institusi ilmu sosial terbaik di dunia.
Kerennya, Gita lulus dengan hasil yang sangat memuaskan dan kini banyak terlibat dalam proyek-proyek kreatif yang mengedukasi masyarakat melalui seni dan budaya.
3. Ahmad Dekatama

Ahmad Dekatama atau yang dikenal dengan nama Pasming Based baru-baru ini juga membagikan pengalamannya setelah menerima beasiswa LPDP. Ia mendapatkan kesempatan menempuh studi Master of Laws S2 di Columbia Law School pada tahun 2021.
Sosok yang dikenal sebagai kakak dari Amel Carla ini sebelumnya diketahui merupakan lulusan Universitas Indonesia jurusan hukum. Adapun setelah lulus, Pasming Based sempat bekerja di Asosiasi Fintech Indonesia sebagai In-house Legal Counsel.
4. Tasya Kamila

Tasya Kamila menjadi salah satu artis penerima LPDP yang kuliah di kampus top dunia. Mantan penyanyi cilik ini menempuh pendidikan S2 di Columbia University, Amerika Serikat dan mengambil jurusan Master of Public Administration.
Menariknya, Tasya lulus dengan predikat yang sangat baik dari kampus Ivy League tersebut. Pascastudi, Tasya secara konsisten mengabdi di Indonesia, terutama dalam isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Ia pun sering menjadi pembicara di berbagai forum internasional. Keren banget, kan?
Itulah deretan artis penerima LPDP yang kuliah di kampus top dunia. Dari daftar di atas, kamu bisa melihat bahwa LPDP merupakan beasiswa yang terbuka bagi semua talenta terbaik bangsa. Jadi, kamu pun bisa saja kamu menyusul daftar nama-nama hebat di atas, loh!
FAQ seputar artis penerima LPDP
| Apakah artis juga harus mengabdi di Indonesia setelah lulus? | Ya, semua penerima beasiswa LPDP, termasuk artis, memiliki kewajiban pengabdian yang sama sesuai aturan 2N+1. |
| Jalur LPDP apa yang biasanya diambil oleh para artis? | Banyak artis masuk melalui jalur targeted atau jalur reguler dengan mengikuti seleksi ketat seperti peserta lainnya. |
| Apakah mereka mendapatkan perlakuan khusus saat seleksi? | Tidak. Para artis tetap harus melewati tahapan seleksi administrasi, bakat skolastik, hingga wawancara yang ketat untuk membuktikan kelayakan mereka. |