ilustrasi sekolah (unsplash.com/Ed Us)
Berbeda dari sekolah reguler, Sekolah Maung memiliki syarat seleksi yang lebih ketat. Untuk jalur Potensi Akademik SMA Maung, calon siswa wajib memiliki IQ minimal 130 berdasarkan skala Wechsler. Hasil tes IQ harus dikeluarkan oleh psikolog yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia atau HIMPSI, maupun perguruan tinggi penyelenggara psikotes yang terakreditasi.
Selain IQ, calon siswa juga harus memiliki kreativitas tinggi, komitmen kuat terhadap tugas, serta mengikuti Tes Kemampuan Akademik atau TKA untuk mengukur kemampuan numerasi dan literasi. Jalur seleksi Sekolah Maung terdiri dari beberapa kategori dengan kuota berbeda, yaitu:
Jalur Potensi Akademik: 10 persen dari total daya tampung
Jalur Kompetensi Akademik: 70 persen dari total daya tampung
50 persen berdasarkan nilai rapor dan TKA
20 persen berdasarkan prestasi akademik atau kejuaraan
Jalur Kompetensi Non-Akademik: 20 persen untuk prestasi seni, olahraga, Pramuka, Paskibra, dan kepemimpinan seperti Ketua OSIS
Untuk jalur akademik, siswa wajib memiliki rata-rata nilai rapor minimal 85 dari semester 1 sampai 5. Sementara itu, jalur nonakademik mensyaratkan rata-rata nilai minimal 80. Pada jenjang SMK Maung, calon siswa tidak wajib mengikuti TKA dan dapat memilih maksimal tiga program keahlian, baik sesuai domisili maupun lintas wilayah. Penilaian akademik SMK Maung berfokus pada lima mata pelajaran utama:
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
IPA
IPS