Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Menata Barang di Rumah Minimalis biar Nggak Penuh

6 Cara Menata Barang di Rumah Minimalis biar Nggak Penuh
Interior rumah (pexels.com/ Hakim Santoso)
  • Pisahkan barang harian dan cadangan; simpan kebutuhan rutin di tempat mudah dijangkau, sementara stok disembunyikan agar ruangan tetap rapi dan barang mudah ditemukan.
  • Sediakan area khusus untuk benda yang sering berpindah, kosongkan jalur lalu lintas, serta manfaatkan sudut ruangan dengan furnitur berukuran sesuai agar ruang utama terasa lega.
  • Kurangi barang yang kegunaannya tidak jelas dan pertimbangkan tempat penyimpanan sebelum membeli barang baru, sehingga jumlah barang tetap selaras dengan ukuran rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rumah minimalis identik dengan ruangan yang tidak dipenuh dengan terlalu banyak barang. Meski begitu, rumah ini tidak berarti kamu hanya bisa punya barang berukuran kecil atau seadanya. 

Kunci utama dari rumah konsep ini adalah menata barang dengan tepat agar setiap barang punya tempat dan tidak membuat ruangan terasa penuh. Barang yang sebenarnya tidak terlalu banyak juga bisa membuat rumah jadi terlihat berantakan jika diletakkan sembarangan. 

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menata barang di rumah agar tidak terasa penuh. 


  1. 1. Bedakan barang yang dipakai setiap hari dan barang cadangan

    Rak dapur
    Rak dapur (freepik.com/ freepik)

    Letakkan barang dengan penggunaan setiap hari pada area dengan jangkauan yang mudah. Sementara untuk barang cadangan bisa disimpan di area yang lebih tersembunyi. Dengan membedakan tempat penyimpanan, mengambil barang jadi lebih mudah. 

    Kamu bisa menggunakan cara ini untuk menata barang di dapur. Simpan stok di dalam lemari dan keluarkan barang yang memang sedang digunakan. Pembagian ini membuat ruangan jadi terlihat kosong tanpa membuat barang kebutuhan sulit ditemukan. 


  2. 2. Buat satu area untuk barang yang sering berantakan

    Vas bunga di atas meja kayu
    Vas bunga di atas meja kayu (Unsplash.com/ engin akyurt)

    Barang-barang yang sering berpindah tempat seperti kunci, dompet, charger, tas, dan benda kecil lainnya sebaiknya punya tempat khusus. Sedaiakan nampan kecil di dekat pintu untuk barang-barang kecil. 

    Cara ini membantu mencegah barang berserakan di banyak tempat. Dengan aturan sederhana ini, barang yang sering berpindah tetap memiliki tujuan. Jika kebiasaan meletakkan barang tersebut terbentuk, kamu tidak perlu lagi mencari kunci atau dompet di berbagai sudut rumah. 


  3. 3. Kosongkan area yang sering dilewati

    Dekorasi rumah
    Dekorasi rumah (pexels.com/ Huy Phan)

    Meletakkan barang di area yang sering dilewati juga menjadi penyebab rumah terasa sempit. Perhatikan area antara ruang dengan pintu. Jika terdapat barang-barang yang menghalangi jalur untuk pergerakan, pindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih sesuai. 

    Area berjalan yang kosong memberikan efek yang cukup besar. Ruangan bisa jadi terasa lebih terbuka karena tidak dipenuhi oleh barang-barang. Oleh karena itu, perhatikan juga posisi dari barang tersebut.


  4. 4. Gunakan sudut rumah untuk barang yang tidak cocok di tengah ruangan

    Dekorasi rumah
    Dekorasi rumah (pexels.com/ Max Vakhtbovych)

    Manfaatkan sudut ruangan untuk menempatkan barang agar ruang utama tidak terganggu. Misalnya, meletakkan rak kecil di sudut kamar untuk buku atau perlengkapan pribadi. Untuk dapur, gunakan untuk menyimpan peralatan yang tidak digunakan setiap hari. 

    Penggunaan sudut tetap harus disesuaikan dengan ukuran ruangan. Jangan memaksa furnitur besar hanya karena ingin memanfaatkan area tersebut. Tujuan utama adalah memanfaatkan setiap bagian rumah tanpa membuat ruangan jadi terasa sesak. 


  5. 5. Jangan menyimpan barang hanya karena masih bisa digunakan

    Hiasan rumah
    Hiasan rumah (pexels.com/ Dmitry Zvolskiy)

    Sebelum menyimpan sesuatu, coba cek apakah barang tersebut benar-benar akan digunakan kembali. Jika jawabannya tidak jelas, pertimbanggkan untuk mengurangi jumlahnya. Cara ini membantu mencegah barang menumpuk tanpa harus melakukan sortir setiap beberapa bulan dalam jumlah banyak. 

    Menyimpan barang dalam jumlah banyak padahal tidak terlalu dibutuhkan hanya akan membuat tempat penyimpanan jadi penuh. 


  6. 6. Buat aturan agar barang baru tidak langsung menambah tumpukan

    Ilustrasi prempuan merapikan pakaian
    Ilustrasi prempuan merapikan pakaian (Freepik.com/ Freepik)

    Selain menata barang yang sudah ada, kamu juga perlu mengatur kebiasaan saat membeli sesuatu. Sebelum membawa barang baru ke rumah, pikirkan dahulu tempat untuk menyimpannya. 

    Jika tidak ada tempat yang sesuai, pertimbangkan kembali apakah barang tersebut benar-benar diperlukan. Menata rumah jaid lebih mudah jika jumlah barang yang ada sesuai dengan ukuran ruangan.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More