ilustrasi standar hidup (pexels.com/Alexandra Maria)
Media sosial sering memperlihatkan kehidupan orang lain melalui berbagai pencapaian, seperti promosi jabatan, perjalanan ke luar negeri, kepemilikan rumah, hingga keberhasilan membangun bisnis. Unggahan semacam itu dapat membuat seseorang merasa perlu memiliki target serupa agar hidupnya tidak terlihat biasa-biasa saja. Padahal, apa yang dianggap menyenangkan oleh satu orang belum tentu memberikan efek yang sama bagi orang lain.
Ada orang yang merasa bahagia ketika memiliki pekerjaan dengan penghasilan besar, sementara orang lain lebih menghargai waktu luang dan hubungan yang dekat dengan keluarga atau teman. Sebagian orang ingin terus berpindah tempat tinggal dan mencoba pengalaman baru, sedangkan sebagian lainnya justru merasa nyaman dengan lingkungan yang sudah dikenalnya sejak lama. Tidak ada satu ukuran yang bisa digunakan untuk menentukan apakah kehidupan seseorang sudah cukup menarik atau bermakna.
Hidup yang menyenangkan tidak harus dibuktikan melalui banyaknya target yang berhasil dicapai atau panjangnya rencana yang berhasil disusun. Kamu tetap boleh memiliki ambisi, tetapi tidak perlu merasa bersalah ketika sedang ingin menjalani hari dengan lebih santai dan sederhana. Kalau sejauh ini apakah kamu merasa kalau hidupmu sudah menyenangkan?