Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Rumah Mengalami Moisture Intrusion, Waspadai Dampaknya!

3 min read
5 Tanda Rumah Mengalami Moisture Intrusion, Waspadai Dampaknya!
Ilustrasi rumah mengalami moisture intrusion (pexels.com/Sergio Fdez)
  • Moisture intrusion adalah rembesan kelembapan yang terperangkap di struktur rumah, berisiko menimbulkan bau apek, merusak material bangunan, dan memicu pertumbuhan jamur.
  • Tanda yang perlu diperhatikan meliputi cat dinding menggelembung, lantai melengkung atau bercelah, serta paku, sekrup, dan engsel yang lebih cepat berkarat.
  • Bau apek di area tertutup dan kelembapan lebih tinggi pada satu bagian rumah dapat mengindikasikan rembesan; pemeriksaan sumber air perlu dilakukan agar kerusakan tidak meluas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rumah yang terlihat bersih dan terawat belum tentu bebas dari masalah kelembapan. Ada kondisi ketika air merembes masuk melalui bagian bangunan secara perlahan, lalu terperangkap di balik dinding, lantai, atau plafon tanpa disadari.

Kondisi ini dikenal sebagai moisture intrusion atau masuknya kelembapan ke dalam struktur bangunan. Jika dibiarkan, dampaknya bukan cuma membuat rumah berbau apek, tetapi juga bisa merusak material bangunan. Yuk, kenali tanda-tandanya sebelum masalahnya semakin sulit ditangani!

  1. 1. Cat dinding menggelembung meski permukaannya tidak terkena air

    Cat dinding mengelupas
    Ilustrasi cat dinding mengelupas (pexels.com/Krakograff Textures)

    Cat yang menggelembung atau membentuk tonjolan kecil bisa menjadi petunjuk adanya kelembapan di balik permukaan dinding. Air yang meresap melalui tembok dapat melemahkan daya rekat cat sehingga lapisannya terangkat dan akhirnya mengelupas.

    Menariknya, kerusakan ini bisa muncul di bagian dinding yang jauh dari kamar mandi atau sumber air. Jika gelembung terus bertambah atau muncul kembali setelah dicat ulang, jangan buru-buru menutupinya dengan cat baru karena sumber kelembapannya mungkin belum teratasi.

  2. 2. Lantai terasa lembap atau muncul celah pada sambungan material

    Lantai muncul celah sambungan
    Ilustrasi lantai muncul celah sambungan (pexels.com/Valentin Ivantsov)

    Perhatikan lantai kayu, parket, atau material laminasi yang tiba-tiba terasa lebih lunak, melengkung, maupun terangkat pada bagian sambungannya. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika kelembapan masuk dari bawah lantai dan membuat material menyerap air secara berlebihan.

    Pada jenis lantai tertentu, perubahan bentuk juga bisa disertai celah yang semakin lebar atau permukaan yang terasa tidak rata. Jika perubahan ini muncul tanpa ada tumpahan air yang jelas, periksa kemungkinan rembesan dari bawah lantai, pipa tersembunyi, atau kelembapan dari tanah.

  3. 3. Paku dan engsel mulai berkarat lebih cepat dari biasanya

    Engsel pintu berkarat
    Ilustrasi engsel pintu berkarat (pexels.com/Erik Mclean)

    Tanda moisture intrusion gak selalu terlihat pada dinding atau lantai. Kelembapan yang terperangkap di dalam rongga bangunan dapat meningkatkan risiko korosi pada komponen logam, seperti paku, sekrup, engsel pintu, dan rangka tertentu.

    Coba perhatikan apakah engsel pintu di area yang sama lebih cepat berkarat atau sekrup pada kusen mengalami perubahan warna. Jika beberapa komponen logam menunjukkan kerusakan serupa, ada baiknya memeriksa kondisi kelembapan di sekitarnya, bukan hanya mengganti bagian yang berkarat.

  4. 4. Bau apek muncul dari lemari atau sudut ruangan yang tertutup

    Sudut dinding berjamur
    Ilustrasi sudut dinding berjamur (unsplash.com/michael schaffler)

    Bau apek yang terus muncul meski ruangan sudah dibersihkan bisa menjadi petunjuk adanya kelembapan tersembunyi. Area di balik lemari besar, bagian bawah tangga, atau sudut ruangan yang minim sirkulasi udara dapat menjadi tempat lembap yang sulit terpantau.

    Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme lain, terutama jika material di sekitarnya seperti kayu, kertas, atau kain ikut menyerap air. Jadi, jangan hanya mengandalkan pengharum ruangan untuk menghilangkan baunya. Coba geser furnitur dan periksa apakah ada noda, permukaan basah, atau perubahan tekstur pada dinding di belakangnya.

  5. 5. Kelembapan terasa berbeda pada satu bagian rumah

    Mengecek dinding
    Ilustrasi mengecek dinding (pexels.com/RDNE Stock project)

    Pernah merasa satu sudut rumah jauh lebih lembap dibandingkan ruangan lain, padahal ventilasi dan penggunaan pendingin udaranya serupa? Perbedaan kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya sumber kelembapan lokal, misalnya rembesan dari dinding luar, kebocoran pipa, atau air yang masuk melalui sambungan bangunan.

    Untuk memeriksanya, kamu bisa menggunakan alat pengukur kelembapan (moisture meter) pada material yang dicurigai. Bandingkan hasil pengukuran di beberapa titik dengan kondisi ruangan yang serupa. Jika satu area menunjukkan angka jauh lebih tinggi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menemukan sumber airnya.

    Moisture intrusion sebaiknya gak dianggap sebagai masalah kosmetik semata karena kelembapan yang terus terperangkap dapat merusak material bangunan dan memicu pertumbuhan jamur. Jadi, jangan abaikan perubahan kecil pada rumah, ya. Semakin cepat sumber air ditemukan dan ditangani, semakin kecil risiko kerusakan yang perlu kamu tanggung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More