"Fasilitas sekolah merupakan inti dari pengalaman belajar. Kita tidak sedang berbicara tentang kemewahan."
Kenapa sih Kita Harus Punya Fasilitas Pendidikan yang Layak di Sekolah?

Pernah terbayangkan tidak, belajar di kelas dengan suasana kelas yang tidak layak? Atap kelas bocor, lantainya tidak dikeramik, bangkunya banyak yang rusak, bahkan mejanya berlubang. Jauh dari kata mewah, bahkan sekolah semacam ini bisa dikatakan tidak layak.
Kalau ada di sebuah ruangan dengan fasilitas yang serba terbatas, kira-kira kamu lebih fokus melihat atap yang bocor karena khawatir air hujan akan rembes, atau mendengarkan guru di depan kelas?
Padahal, fasilitas pendidikan yang layak harus terpenuhi oleh setiap sekolah terutama di Indonesia. Tanpa sarana dan prasarana yang mendukung, hasil belajar akan menunjukkan prestasi yang kurang mumpuni. Coba kita telaah bagaimana fasilitas pendidikan dapat memengaruhi capaian prestasi siswa, yuk!
1. Sarana dan pra sarana sekolah ikut menentukan prestasi siswa

Kelas rusak di sebuah sekolah di Lebak ( ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas) Ternyata, ketika seorang murid belajar di bangku sekolah, ada banyak faktor yang menentukan kesuksesan hasil belajar anak tersebut. Setidaknya capaian hasil belajar seorang siswa dipengaruhi oleh aspek eksternal dan internal. Aspek eksternal meliputi sarana pendidikan, seperti ruang kelas, buku, perpustakaan, dan laboratorium.
Ada pula prasarana pendidikan yang merupakan fasilitas tidak langsung dalam proses pendidikan seperti taman dan halaman sekolah, hal ini menurut jurnal yang ditulis oleh Bandono dan Samino berjudul Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Di Sekolah Dasar Negeri 01 Tohudan, Karanganyar. Hal ini juga diungkapkan oleh Julien Lafortune, Institut Kebijakan Publik California, dilansir dari School-infrastructure.org.
Berbagai penelitian yang dilakukan Lafortune mengarah pada satu kesimpulan utama: kualitas fasilitas sekolah memiliki pengaruh langsung terhadap pencapaian akademik siswa. "Siswa yang berada di gedung yang lebih modern cenderung lebih sering hadir di sekolah," ujarnya.
2. Fasilitas yang gak memadai bikin siswa gak disiplin

ilustrasi sekolah rusak (pexels.com/Khaled Akacha) Kalau fasilitas sekolah memadai, siswa bisa menangkap pembelajaran secara lebih konkret, sehingga meningkatkan prestasi akademik dan ketepatan waktu bagi mereka. Fasilitas yang baik dapat membantu meningkatkan kedisiplinan siswa.
Sementara, kalau sekolah punya kendala terhadap fasilitas yang memadai, maka siswa yang belajar di dalam kelas menunjukkan kesulitan dalam menyampaikan hasil belajar secara konkret. Kondisi sekolah yang kurang layak dan fasilitas yang terbatas bisa meningkatkan perilaku kurang disiplin. Parahnya lagi, akan muncul kecenderungan siswa membolos. Pemaparan ini selaras dengan hasil penelitian dalam jurnal "Impact of School Facilities on the Academic Performance of Secondary School Students in Kaduna State, Nigeria".
Fasilitas sekolah itu penting untuk siswa. Soalnya, belajar di ruang kelas yang fasilitasnya tidak layak akan membuat siswa yang tengah melakukan kegiatan-belajar merasa tidak aman. Peralatan sekolah yang sudah usang dengan kualitas buruk juga bisa membuat proses belajar-mengajar jadi tidak efektif.
Memastikan infrastruktur sekolah memenuhi standar kualitas fisik minimum, mulai dari atap yang tidak bocor, sistem tata udara (HVAC) yang menjaga kualitas udara dan suhu tetap nyaman, hingga ruang kelas yang bebas jamur dan tidak terlalu padat, bukan hanya soal kenyamanan.
"Berbagai aspek bangunan ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan faktor yang meningkatkan capaian siswa," tegas Lafortune.
3. Belajar di kelas yang tidak layak bikin siswa cemas dan gak fokus

Ilustrasi sekolah rusak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas) Hasil riset yang dilakukan dalam jurnal "Effect of Educational Facilities and Infrastructure in Primary Schools on Students’ Learning Outcome" mencatat, sebuah sekolah yang punya ruang kelas rusak, menunjukkan kemungkinan siswa untuk mengulang kelas lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Hal ini berarti ada korelasi yang kuat antara fasilitas pendidikan dengan kondisi ruang kelas.
Ruang kelas memengaruhi kenyamanan siswa dan konsentrasi mereka selama mengikuti pelajaran. Kalau anak-anak belajar di ruangan yang fasilitasnya rusak, misalnya atapnya bocor, bangkunya reyot, dindingnya lapuk, maka perasaan cemas akan meningkat dan membuat mereka tidak konsentrasi.
Sayangnya, menurut Pusat Data Pendidikan (Dapodik atau Data Pokok Pendidikan) tahun ajaran 2017/2018 (Kemendikbud, 2017), tingkat kerusakan fasilitas dan infrastruktur pendidikan masih tergolong tinggi, terutama di ruang kelas. Kondisi ini tercermin dari hasil belajar siswa yang belum optimal.
Siswa yang belajar di ruangan dengan kondisi tidak layak menanggung bebas psikologis yang besar. Akibatnya, pada tahun ajaran 2017/2018, sebanyak 67,46 persen perempuan dan 32,56 persen laki-laki tidak naik kelas di sekolah karena hasil belajarnya kurang mumpuni.
Jadi, kenapa sih kita harus punya fasilitas pendidikan yang layak untuk sekolah? Sebab berbagai penelitian dan data menunjukkan, kalau sekolah dengan fasilitas yang baik, bisa meningkatkan capaian belajar siswa. Masalahnya, siswa yang belajar di ruang kelas dengan fasilitas yang tidak memadai cenderung kesulitan mengikuti pembelajaran secara optimal, sehingga potensi mereka untuk meraih prestasi akademik pun jadi makin terhambat, kan?





















