Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam acara bertajuk Inspiring Educators 2026 di Jakarta Concert Hall, Sabtu (26/9/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Orangtua Mu'ti punya keinginan agar Mu'ti bisa menjadi PNS dan guru selepas kuliah. Namun, Mu'ti menolak. Hal tersebut membuat mereka berdebat semalam suntuk tanpa kesimpulan. Baik Mu'ti dan orangtuanya memiliki prinsip hidup yang berbeda.
"Saya kuliah, kebetulan ada program pembibitan dosen yang banyak dari mahasiswanya itu kuliah di Semarang. Di situ, ia bertemu banyak profesor dari berbagai negara. Saya praktek Bahasa Inggris walau keliru-keliru, percaya diri aja, yang penting dia paham," katanya.
Saat itu, ia bertemu beberapa peserta yang akan kuliah lagi keluar negeri. "Ketika itu, muncul keinginan. Abdul Mu'ti orang kampung itu untuk, bagaimana kalau saya kuliah ke luar negeri ya? Saya terinspirasi dari peserta pembibitan dosen itu. Bagaimana ikut program mereka dan bagaimana bisa kuliah ke luar negeri?" Mu'ti menarasikan pikirannya kala itu.
Lantas, ia menemui dan menemani ibunya memasak di dapur. Ia menegosiasikan keinginannya itu dengan analogi genteng kaca.
"Saya menemani ibu memasak di dapur. Di rumah saya itu, ada genteng kaca karena tidak ada listrik. Saya ingin jadi genteng kaca. Kenapa genteng kaca? Genteng kaca itu hanya satu, tapi menerangi seisi ruangan," jelasnya sembari tersenyum.
Restu sang ibu pun meluncur. Mu'ti kembali mengenyam pendidikan di Flinders University of South Australia di Adelaide dengan beasiswa. Ia meraih gelar Master of Education dari School of Education pada tahun 1997. Ia juga mengikuti Short Course on Governance and Shariah the University of Birmingham UK pada 2005. Puncaknya, gelar Doktor dari Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ikut diraih pada 2008.
Pada akhirnya, Mu'ti tidak menjadi guru. Namun, ia menjadi dosen yang diangkat pemerintah. Ia menjadi gurunya para guru dan menjadi PNS, persis seperti apa yang diharapkan orangtuanya.
"Tapi, itulah kekuatan doa orangtua dan itulah kekuatan doa seorang guru," simpulnya.