Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bayu Oktara Rilis Buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Ilmu Komunikasi!

Bayu Oktara Rilis Buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Ilmu Komunikasi!
Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma. 10 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
Intinya Sih
  • Bayu Oktara meluncurkan buku 'Suara yang Menggerakkan Dunia' di Jakarta, hasil pengalaman dua dekade di dunia komunikasi sebagai panduan praktis membangun pengaruh lewat komunikasi efektif.
  • Buku ini menekankan pentingnya komunikasi empatik dan relevan di era digital, mengajarkan cara memahami audiens serta menyusun pesan yang tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
  • Tidak hanya soal public speaking, buku ini juga membahas personal branding autentik dan dikemas ringan dengan ilustrasi visual agar mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kemampuan berbicara sering kali dianggap sebagai keterampilan yang hanya dibutuhkan oleh presenter, public speaker, atau tokoh publik. Padahal, di era digital seperti sekarang hampir semua orang dituntut mampu menyampaikan ide, membangun pengaruh, dan menciptakan koneksi melalui komunikasi yang efektif.

Berangkat dari pengalaman lebih dari dua dekade di dunia media dan komunikasi, Bayu Oktara resmi meluncurkan buku Suara yang Menggerakkan Dunia, Rabu (10/6/2026) bertempat di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta. Buku ini hadir sebagai panduan praktis yang tidak hanya membahas public speaking, tetapi juga mengajak pembaca memahami bagaimana komunikasi dapat menjadi alat untuk menciptakan perubahan dan membuka peluang dalam kehidupan.

1. Lahir dari perjalanan panjang dan pengalaman puluhan tahun di dunia komunikasi

Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma
Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma. 10 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Buku Suara yang Menggerakkan Dunia bukan karya yang disusun dalam waktu singkat. Bayu mengungkapkan, bahwa ide buku ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak 2019, sementara proses penulisannya mulai dilakukan secara serius pada awal 2025.

Ia mengaku membutuhkan waktu cukup lama untuk menemukan kerangka dan judul yang tepat agar isi buku benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembaca saat ini. Pengalaman sebagai jurnalis, presenter televisi, moderator, hingga public speaker menjadi fondasi utama dalam penyusunan materi yang ada di dalam buku tersebut.

Menariknya, buku ini tidak hanya berisi teori komunikasi, tetapi juga diperkaya dengan berbagai pengalaman nyata yang pernah dialami Bayu selama berkarier. Karena itu, pembaca diajak memahami komunikasi dari sudut pandang yang lebih praktis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

2. Membahas komunikasi yang relevan dengan tantangan era digital

Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma
Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam peluncuran buku ini adalah pentingnya komunikasi yang empatik di tengah dunia yang bergerak sangat cepat. Menurut Bayu, kemajuan teknologi dan media sosial membuat siapa pun kini dapat menyampaikan pesan kepada banyak orang dalam waktu singkat.

Namun di saat yang sama, risiko kesalahpahaman juga semakin besar. Sebuah unggahan, komentar, atau pernyataan yang tidak dipahami dengan baik dapat memicu dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya.

"Saya percaya komunikasi yang tepat itu harus yang empatik. Dunia bergerak begitu cepat dan rapuh. Satu postingan di media sosial bisa meruntuhkan dunia yang sudah dibangun. Yang paling penting adalah memahami siapa yang kita ajak bicara," ujar Bayu.

Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bagaimana cara menyusun pesan yang relevan, mengenali karakter audiens, hingga membangun kredibilitas dalam berkomunikasi di era digital.

3. Tidak hanya membahas public speaking, tetapi juga personal branding

Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma
Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma. 10 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Selain teknik berbicara di depan umum, Suara yang Menggerakkan Dunia juga mengulas hubungan erat antara komunikasi dan personal branding. Bayu menilai kemampuan menyampaikan pesan akan semakin kuat ketika seseorang memiliki nilai dan identitas yang jelas.

Ia menegaskan, bahwa personal branding berbeda dengan pencitraan. Personal branding bukan tentang menciptakan karakter palsu untuk terlihat menarik, melainkan tentang mengenali nilai diri dan menunjukkannya secara konsisten kepada orang lain.

"Personal branding dan pencitraan itu dua hal berbeda. Personal branding adalah mengenali nilai yang dimiliki, lalu mengajak orang sekitar mengikuti dan memiliki nilai yang sama. Itu bisa terwujud jika dilakukan secara konsisten," jelasnya.

Topik ini menjadi salah satu bagian yang relevan bagi mahasiswa, profesional muda, content creator, maupun siapa saja yang ingin membangun reputasi dan kepercayaan melalui komunikasi yang autentik.

4. Dikemas ringan dengan ilustrasi dan infografis yang mudah dipahami

Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma
Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma. 10 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Tidak semua buku komunikasi mudah dinikmati oleh pembaca umum. Menyadari hal tersebut, Bayu memilih menghadirkan pendekatan yang lebih visual agar materi yang dibahas terasa ringan dan mudah dipraktikkan.

Sampul dan ilustrasi dalam buku ini dikerjakan oleh ilustrator Bodro Bilowo dan Indra Mufarendra yang dikenal melalui berbagai karya visual di media sosial dan sejumlah buku populer. Selain itu, pembaca juga akan menemukan berbagai infografis yang dirancang untuk membantu memahami poin-poin penting dengan lebih cepat.

Menurut Bayu, keberadaan ilustrasi dan rangkuman visual sengaja dihadirkan agar pembaca dapat dengan mudah mengingat sekaligus menerapkan konsep-konsep yang dijelaskan dalam buku. Pendekatan tersebut membuat Suara yang Menggerakkan Dunia terasa lebih dekat dengan generasi saat ini yang terbiasa mengonsumsi informasi secara visual dan praktis.

5. Ditujukan untuk siapa saja yang ingin idenya didengar dan dipahami

Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma
Bayu Oktara, dalam perilisan buku karyanya berjudul Suara yang Menggerakkan Dunia di Gramedia Jalma. 10 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Meski banyak membahas public speaking, buku ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang sering tampil di atas panggung. Bayu menegaskan, bahwa isi buku relevan untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, profesional, pemimpin organisasi, pejabat publik, hingga siapa saja yang ingin berkomunikasi lebih efektif.

Baginya, banyak orang sebenarnya tidak kekurangan ide. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana ide tersebut dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan mampu menyentuh hati orang lain.

"Kita tidak habis ide, tetapi sering kali belum bisa menyampaikan ide dengan baik. Ketika pesan bisa dipahami dan menyentuh hati, maka dampaknya akan jauh lebih besar," ungkap Bayu.

Pesan inilah yang menjadi benang merah dari keseluruhan buku. Bahwa suara yang dimiliki setiap orang sesungguhnya memiliki potensi untuk menggerakkan lingkungan, komunitas, bahkan dunia di sekitarnya ketika digunakan dengan cara yang tepat.

Peluncuran Suara yang Menggerakkan Dunia menjadi bukti komitmen Bayu Oktara untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan komunikasinya kepada masyarakat yang lebih luas. Buku ini tidak hanya menawarkan teori public speaking, tetapi juga panduan membangun pengaruh melalui komunikasi yang empatik, autentik, dan relevan dengan tantangan masa kini.

Bagi kamu yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara, membangun personal branding, atau belajar menyampaikan ide dengan lebih efektif, Suara yang Menggerakkan Dunia bisa menjadi salah satu bacaan yang layak masuk dalam daftar buku pengembangan diri tahun ini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More