Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Analog Hobbies dan Contohnya? Pengganti Doomscrolling!

Apa Itu Analog Hobbies dan Contohnya? Pengganti Doomscrolling!
Ilustrasi analog hobbies (pexels.com/Miriam Alonso)

Minat pada "grandma hobbies" , belakangan ini diminati generasi muda sebagai hobi yang cocok untuk healing. Baru-baru ini muncul lagi istilah tentang hobi yang juga viral di media sosial seperti TikTok, yaitu "analog hobbies".

Aktivitas ini dinilai menjauhkan dari kebiasaan membaca berita negatif dan membuat kita berkreasi, membaca, serta memecahkan teka-teki menjadi semakin populer. Kamu tertarik dengan kegiatan ini? Cari tahu dulu apa itu analog hobbies beserta inspirasi hobinya yang bisa kamu ikuti!

1. Apa itu analog hobbies?

Ilustrasi analog hobbies
Ilustrasi analog hobbies (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Analog hobbies merupakan istilah yang menggambarkan aktivitas taktil tanpa layar. Hobi ini dirancang untuk membantu orang melepaskan diri dari kejenuhan digital dan memperlambat laju kehidupan. Dengan kata lain, analog hobbies menjadi sebuah media yang dapat digunakan untuk menjauh dari semua teknologi.

Beberapa orang tidak sejalan dengan kemajuan otomatisasi dan teknologi "pintar" yang tak henti-hentinya. Analog hobbies menjadi detoks digital jangka pendek, dengan menggabungkan cara-cara yang lebih lambat dan lebih nyata untuk menyelesaikan tugas sehari-hari. Gagasannya adalah untuk memperlambat, melakukan lebih sedikit, dan lebih terlibat dalam kehidupan.

2. Hobi ini menjauhkan diri dari dunia digital yang dapat memicu stres

Ilustrasi analog hobbies
Ilustrasi analog hobbies (pexels.com/Vitaly Gariev)

Banyak dari kita yang tentunya merasa kelelahan, letih, cemas, frustrasi, dan dipenuhi perasaan tidak nyaman yang 'menghantui' kehidupan sehari-hari.

Sepanjang hari, kita dikhawatirkan oleh berita terkini hingga gangguan lain yang kita peroleh saat melihat media sosial seperti Instagram, atau aplikasi lain. Konten yang kita lihat tidak semuanya menenangkan atau menenteramkan hati.

Phil Lane MSW, LCSW, seorang psikoterapis yang mengulas tema analog hobbies di laman Psychology Today, dalam artikel yang berjudul "Why Analog Hobbies Are the New Self-Care Trend", mengungkapkan paparan konten yang terus-menerus memengaruhi sistem saraf.

Pada dasarnya, kortisol (hormon stres alami) dipompa ke seluruh tubuh kita sebagai faktor pelindung terhadap rangsangan yang membuat stres, menakutkan, atau negatif. Tentu saja, terlalu banyak kortisol dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman secara fisik hingga kecemasan atau serangan panik (panic attack).

Jadi, untuk mengatasi kelelahan dan lonjakan kortisol ini, memperlambat tempo adalah penawar yang berasal langsung dari kesadaran penuh. Itulah mengapa meditasi, yoga, dan latihan pernapasan sering direkomendasikan sebagai cara untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Gagasan tentang analog hobbies dibangun di atas konsep yang diterima secara luas ini. Misalnya, jika merajut syal, kamu akan fokus pada pekerjaan tersebut, dan mengulangi gerakan sesuai kebutuhan.

3. Contoh analog hobbies yang bisa kamu lakukan

Ilustrasi analog hobbies
Ilustrasi analog hobbies (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Menurut Dayna Isom Johnson, pakar tren Etsy dan tim di Etsy, sulaman dan rajutan menempati peringkat tinggi, dengan pencarian untuk "barang sulaman untuk pemula" meningkat 208% YoY (tahun ke tahun) dan pencarian untuk "sweater rajutan" meningkat 162% YoY.

"Seni sulam jarum (needlepointing) muncul sebagai yang paling menonjol. Meskipun minat terhadap beberapa kerajinan tradisional meningkat, pencarian terkait sulam jarum jauh melampaui yang lain, terutama di kalangan pemula," ujarnya mengutip laman Today.

Contoh analog hobbies yang bisa kamu lakukan:

  • Crocheting
  • Knitting
  • Melukis atau mewarnai
  • Membaca buku
  • Journaling
  • Scrapbooking
  • Berjalan-jalan di alam
  • Mendaur ulang pakaian lama
  • Bermain atau melatih hewan peliharaan
  • Memainkan alat musik
  • Bermain boardgame
  • Memasak atau membuat kue
  • Crafting
  • Menulis surat dengan tangan
  • Yoga

4. Alasan mengapa analog hobbies jadi pilihan banyak orang

Ilustrasi analog hobbies
Ilustrasi analog hobbies (pexels.com/Vitaly Gariev)

Mengurangi paparan digital
Di era modern, kamu pasti sulit lepas dari screentime, dengan alasan untuk bekerja, bersosialisasi, bahkan bersantai. Analog hobbies jadi cara untuk menjauh sejenak dan fokus pada sesuatu yang bersifat fisik, yang membuat kamu melambat dan terlibat dengan momen tersebut.

Menemukan kegembiraan dalam membuat sesuatu dengan tangan
Ada kepuasan tersendiri dalam menciptakan sesuatu dengan tangan sendiri, terutama ketika sebagian besar kehidupan kita serba digital. Menulis dengan pena, mengabadikan momen dalam kamera analog, atau membingkai foto, ini terasa seperti pencapaian yang tenang.

Mencari sesuatu yang terasa nyata
Dunia digital memang praktis, tetapi terkadang terasa hambar. Analog hobbies memungkinkan kamu untuk menikmati berbagai hal dengan cara yang lebih lengkap dan kaya. Piringan hitam, pena, kamera film, semuanya menawarkan semacam keaslian yang tidak ada pada versi digital.

Berlatih mindfulness tanpa aplikasi
Kamu tidak membutuhkan aplikasi untuk menjadi lebih sadar, karena analog hobbies tidak terburu-buru, seperti saat kamu menulis jurnal atau jalan-jalan di alam. Kamu menikmati momen itu, tanpa gangguan, dan hanya fokus pada aktivitasnya. Bagi sebagian orang, hobi ini bahkan menjadi cara untuk melepaskan stres, hampir seperti meditasi dalam praktik.

Menemukan komunitas di kehidupan nyata
Salah satu hal terbaik tentang analog hobbies adalah komunitasnya. Komunitas crochetting, knitting, scrapbooking, dan lainnya, dipenuhi orang-orang yang ingin berbagi, belajar, dan terhubung. Ini bukan grup daring, melainkan orang-orang nyata, yang berkumpul karena minat yang sama. Koneksi-koneksi ini membuat hobi tersebut menjadi jauh lebih istimewa.

Jika kamu merasa lelah dengan dunia internet yang serba cepat, cobalah satu atau beberapa aktivitas menyenangkan ini untuk berisitirahat. So, apa analog hobbies versi kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More

6 Kesalahan Parenting yang Bisa Picu Ketidaknyamanan Anak

04 Mei 2026, 10:30 WIBLife