5 Buku Nonfiksi Sebelum Tidur yang Ringan dan Gak Bikin Overthinking

- The Boy, The Mole, The Fox and The Horse – Charlie Mackesy
- Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life — Héctor García & Francesc Miralles
Sesi membaca sebelum tidur bisa jadi cara sederhana buat menutup hari dengan lebih damai. Tapi, memilih buku yang tepat itu penting, apalagi kalau kamu tipe yang gampang kepikiran. Buku yang terlalu berat justru bisa memicu overthinking sebelum kepala menyentuh bantal. Karena itu, pilihan non fiksi yang ringan, penuh insight positif, dan mudah diikuti adalah teman terbaik untuk malam yang lebih tenang.
Berikut lima rekomendasi buku non fiksi yang cocok dibaca sebelum tidur karena kontennya menenangkan, inspiratif, dan tidak membebani pikiran.
1.The Boy, The Mole, The Fox and The Horse – Charlie Mackesy

Buku ilustrasi ini membawa kamu mengikuti percakapan sederhana namun penuh makna antara empat karakter berbeda. Setiap halaman menghadirkan pesan lembut tentang keberanian, persahabatan, rasa takut, dan harapan disampaikan lewat ilustrasi tinta yang menenangkan dan kata-kata yang mudah dicerna sebelum tidur. Ceritanya tidak linear, jadi kamu bisa membuka halaman mana pun tanpa merasa harus mengikuti alur tertentu.
Keunggulan buku ini ada pada tone-nya yang hangat dan sangat healing. Bahasa yang dipakai ringan, tidak menuntut kamu berpikir keras, dan justru membantu menurunkan beban pikiran sebelum tidur. Selain itu, visualnya memberikan efek “cool down”, cocok banget buat kamu yang ingin tidur lebih cepat tanpa drama mental.
2.Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life — Héctor García & Francesc Miralles

Buku ini membahas konsep ikigai, filosofi Jepang tentang menemukan tujuan hidup melalui hal-hal sederhana yang disukai. Isinya ringan dan berisi banyak contoh inspiratif tentang bagaimana orang-orang di Jepang menemukan kebahagiaan sehari-hari lewat rutinitas yang damai dan penuh makna.
Keunggulan Ikigai adalah cara penjelasannya yang mudah dipahami serta menghadirkan vibe yang menenangkan. Buku ini bukan tipe yang memaksa pembacanya melakukan perubahan besar, tapi mengajak refleksi ringan yang justru cocok dibaca sebelum tidur. Pesan utamanya membantu kamu merasa lebih rileks dan bersyukur.
3.Tuesdays with Morrie – Mitch Albom

Buku ini menceritakan percakapan mingguan antara Mitch Albom dan mantan profesornya, Morrie, yang sedang menghadapi masa-masa terakhir hidupnya. Walaupun temanya terdengar berat, penyampaiannya justru lembut, penuh human touch, dan mengingatkan kamu pada hal-hal penting yang sering terlupakan. Ceritanya mengalir pelan namun hangat, cocok menemani sebelum tidur.
Keunggulannya terletak pada tone yang menenangkan dan penuh kebijaksanaan tanpa membuat kamu merenung terlalu dalam. Alurnya simpel, bahasanya mudah dipahami, dan setiap babnya memberi rasa lega, bukan tekanan mental. Buku ini memberi efek "plong" setelah dibaca, cocok untuk menutup hari dengan perasaan lebih ringan.
4.Goodbye, Things – Fumio Sasaki

Buku non fiksi ini bercerita tentang perjalanan penulis menjalani hidup minimalis dan bagaimana melepas barang-barang bisa memberi ketenangan. Meskipun membahas konsep hidup minimalis, penjelasannya to the point dan penuh contoh sederhana yang mudah diterapkan. Membacanya seperti diajak ngobrol santai, bukan digurui.
Keunggulan buku ini adalah sifatnya yang menenangkan karena memberi perspektif bahwa kamu tidak perlu menguasai segalanya. Pesan yang dibawa sederhana: hidup bisa lebih ringan kalau kamu memilih untuk tidak ribet. Tanpa teori rumit, setiap bab pendek dan sangat mudah dibaca sebelum tidur, justru membantu merilekskan pikiran.
5.The Comfort Book – Matt Haig

Buku ini berisi kumpulan catatan pendek, kutipan, dan refleksi penulis tentang bagaimana menemukan kenyamanan di tengah hidup yang penuh tekanan. Formatnya tidak linear dan setiap halaman berdiri sendiri, jadi kamu bisa membaca bagian mana saja tanpa harus mengikuti alur panjang. Isinya lembut, menenangkan, dan terasa seperti dipeluk secara emosional.
Keunggulannya adalah gaya penulisan yang sangat ringan dan penuh afirmasi halus, cocok untuk menurunkan kecemasan malam hari. Buku ini mengajak kamu fokus pada rasa syukur, ketenangan, dan makna kecil kehidupan tanpa drama atau pemikiran yang menguras energi. Efeknya terasa seperti “obat tidur” alami dalam bentuk tulisan.
Membaca buku non fiksi sebelum tidur bukan berarti harus menyerap teori-teori berat. Justru, pilihan yang santai dan menghadirkan energi positif bisa membuat malam terasa lebih damai. Lima rekomendasi di atas adalah teman yang tepat buat kamu yang pingin tidur tanpa overthinking, sekaligus ingin menutup hari dengan hati yang lebih ringan. Selamat memilih bacaan yang paling pas buat rutinitas malammu!


















