5 Cara Menjalani Gaya Hidup YOLO Tanpa Menguras Tabungan, Anti Boncos!

Istilah YOLO atau You Only Live Once sering dianggap sebagai ajakan untuk menikmati hidup selagi bisa. Mulai dari traveling, mencoba makanan yang sedang viral, membeli barang yang sudah lama diincar, sampai melakukan hal-hal spontan yang bikin hidup terasa lebih menyenangkan. Namun, bukan berarti menjalani hidup dengan prinsip YOLO harus selalu menguras tabungan.
Menikmati hidup sebenarnya tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan kondisi keuangan. Kuncinya adalah tahu mana pengalaman yang memang ingin dinikmati dan mana pengeluaran yang hanya muncul karena impuls sesaat. Dengan begitu, kamu tetap bisa bersenang-senang tanpa harus menyesal ketika melihat saldo rekening di akhir bulan. Nah, berikut IDN Times Community membagikan lima cara menjalani gaya hidup YOLO tanpa harus boncos. Keep scrolling!
1. Buat anggaran khusus untuk bersenang-senang

ilustrasi membuat rencana anggaran (freepik.com/rodnaeproduction) Menyiapkan anggaran khusus untuk hiburan bisa menjadi cara sederhana agar gaya hidup YOLO tidak membuat keuangan berantakan. Kamu bisa menentukan sejumlah uang setiap bulan yang memang diperuntukkan untuk jalan-jalan, nongkrong, mencoba restoran baru, atau membeli sesuatu yang kamu inginkan. Selama pengeluaran tersebut masih berada di dalam batas yang sudah ditentukan, kamu bisa menikmatinya tanpa rasa bersalah.
Cara ini juga membuatmu tidak perlu merasa bahwa menabung berarti harus berhenti bersenang-senang. Kamu tetap punya ruang untuk menikmati hasil kerja keras, tetapi jumlahnya sudah disesuaikan dengan kemampuan. Jadi, YOLO tetap jalan, kondisi finansial pun tetap aman.
2. Prioritaskan pengalaman yang benar-benar berarti

ilustrasi solo traveling (magnific.com/freepik) Menjalani gaya hidup YOLO bukan berarti harus mengikuti semua tren atau mencoba setiap hal yang sedang populer. Coba pikirkan pengalaman seperti apa yang benar-benar membuatmu bahagia dan rela mengeluarkan uang untuk mendapatkannya. Bisa jadi kamu lebih menikmati liburan singkat daripada membeli pakaian baru atau lebih senang menghabiskan waktu di kafe favorit daripada mengikuti tren nongkrong yang mahal.
Dengan mengenali prioritas tersebut, kamu bisa mengalokasikan uang untuk hal yang memang memberikan kepuasan. Pengeluaran pun terasa lebih bermakna karena tidak sekadar dilakukan secara impulsif. Hidup tetap terasa seru tanpa harus membeli segala sesuatu yang menarik perhatian.
3. Cari versi hemat dari kesenangan yang kamu suka

ilustrasi diskon di swalayan (freepik.com/topntp26) YOLO tidak selalu identik dengan aktivitas mahal. Kalau ingin traveling, misalnya, kamu bisa memilih perjalanan singkat atau destinasi yang masih terjangkau dari tempat tinggal. Kalau ingin makan di restoran yang sedang viral, kamu juga bisa menunggu promo atau menentukan batas pengeluaran sebelum datang.
Kamu bahkan bisa menciptakan kesenangan sederhana dengan biaya yang jauh lebih rendah. Menonton film di rumah, mencoba resep baru, piknik di taman, atau menjelajahi tempat menarik di kota sendiri juga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Intinya bukan seberapa mahal aktivitasnya, melainkan seberapa banyak kamu menikmatinya.
4. Jangan gunakan utang untuk membiayai gaya hidup

ilustrasi utang (magnific.com/rawpixel) Salah satu jebakan terbesar dari gaya hidup YOLO adalah merasa harus menikmati sesuatu sekarang dan memikirkan pembayarannya nanti. Padahal, kesenangan yang dibayar dengan utang bisa berubah menjadi beban setelah momen tersebut selesai. Apalagi jika pengeluaran dilakukan berulang kali tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar.
Kalau belum mampu membeli atau melakukan sesuatu tanpa mengganggu kebutuhan utama, tidak ada salahnya menundanya. Kamu tetap bisa membuat rencana untuk mewujudkannya setelah uangnya terkumpul. Menikmati hidup seharusnya membuatmu merasa bahagia, bukan membuatmu cemas ketika tagihan datang.
5. Tetap punya tabungan untuk masa depan

ilustrasi perempuan yang hobi menabung (magnific.com/drobotdean) Memilih gaya hidup YOLO bukan berarti masa depan tidak penting. Justru, memiliki tabungan bisa membuatmu lebih bebas menikmati hidup karena kamu tahu ada dana yang disiapkan untuk kebutuhan mendatang. Setelah kebutuhan rutin dan tabungan terpenuhi, kamu bisa menggunakan sebagian uang yang tersisa untuk menikmati hidup.
Kamu tidak harus memilih antara menabung atau bersenang-senang. Keduanya bisa berjalan bersamaan selama porsinya disesuaikan dengan kondisi keuangan. Dengan begitu, kamu bisa menikmati momen sekarang tanpa mengorbankan ketenangan finansial di masa depan.
Menjalani gaya hidup YOLO sebenarnya bukan tentang menghabiskan uang sebanyak mungkin sebelum kesempatan berlalu. Prinsipnya lebih kepada menghargai waktu dan pengalaman yang kita miliki, termasuk dengan menikmati hal-hal yang memang berarti bagi diri sendiri. Karena itu, kamu tetap boleh traveling, mencoba makanan baru, atau membeli sesuatu yang sudah lama diinginkan. Selama dilakukan dengan perhitungan, YOLO justru bisa menjadi pengingat untuk menikmati hidup tanpa melupakan tanggung jawab kepada diri sendiri.






















