Comscore Tracker

Jatuh Setiap 9 Februari, Yuk Intip Fakta di Balik Hari Pers Nasional 

Hari Pers Nasional 2019 diadakan di Surabaya lho!

Sudahkah kamu membaca atau menyaksikan berita hari ini? Kalau sudah kira-kira berita apa yang dikonsumsi? Segala macam berita yang kita semua nikmati takkan pernah ada tanpa peran pers. Mereka jadi garda terdepan dalam menyediakan informasi yang dalam prosesnya disebarluaskan ke khalayak ramai.

Keberadaan pers di tanah air layak untuk diapresiasi. Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari jadi momen yang tepat untuk kembali melihat bagaimana kerja pers di era yang kini semakin maju. Perayaan ini punya sejarah panjang hingga bisa dirayakan tiap tahunnya. Seperti apa benang panjang Hari Pers Nasional? 

1. Tirto Adhi Soerjo : Bapak Pers Nasional di balik surat kabar pertama berbahasa Melayu

Jatuh Setiap 9 Februari, Yuk Intip Fakta di Balik Hari Pers Nasional kebudayaan.kemdikbud.go.id

Lahir di Blora pada 1880, anak dari Raden Ngabehi Muhammad Chan Tirtodipuro ini adalah sosok penting perjalanan pers di Indonesia. Tirto Adhi Soerjo jadi orang pertama yang menerbitkan surat kabar pertama yang dikelola oleh pribumi. Soenda Berita yang terbit pada 1901 merupakan permulaan ia berkarir di dunia jurnalistik.

Tak lama berselang, tepatnya pada 1909 surat kabar mingguan Medan Prijaji dipublikasikan. Ini merupakan surat kabar pertama yang menggunakan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang beredar di tanah air.

Di tahun yang sama Tirto juga mendirikan perusahaan penerbitan pertama di Indonesia, N.V Javaansche Boekhandelen Drukkerij “Medan Priyayi”. Ia juga dikenal sebagai orang pertama yang menggunakan surat kabar sebagai media untuk menyebarkan propaganda dan pendapat umum untuk menyadarkan masyarakat yang ketika itu sedang dijajah.

2. Kantor berita Antara, kemerdekaan Indonesia dan sosok di baliknya

Jatuh Setiap 9 Februari, Yuk Intip Fakta di Balik Hari Pers Nasional pixabay/rawpixel

Sejarah pers di tanah air juga tak bisa mengesampingkan keberadaan kantor berita Antara. Berdiri sejak 13 Desember 1937, kantor berita milik pemerintah ini ikut dalam cerita perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Didirikan oleh oleh A.M. Sipahoetar, Mr. Soemanang, Adam Malik dan Pandoe Kartawigoena ada banyak cerita yang mengiringi perjalanan Antara.

A.M. Sipahoetar, dan Mr. Soemanang melihat Aneta, kantor berita Belanda ketika itu, memberitakan kondisi Hindia Belanda yang berat sebelah. Mereka merasa tak puas dan memutuskan mendirikan Antara untuk menyebarkan semangat perjuangan. Sepak terjang Antara berlanjut ketika era penjajahan Jepang.

Ketika itu, Antara masih diizinkan beroperasi menggunakan nama sendiri. Namun, angin kebijakan berubah dan memaksa mereka mengganti nama menjadi Yashima yang berarti semesta pada 29 Mei 1942. Meski begitu, Antara dapat bertahan dan ikut serta dalam usaha kemerdekaan Indonesia melalui jurnalistik. 

3. HPN diusulkan dalam kongres, diresmikan berdasarkan ketetapan presiden

Jatuh Setiap 9 Februari, Yuk Intip Fakta di Balik Hari Pers Nasional pixabay/AndyLeungHK

Kehadiran Hari Pers Nasional bertalian dengan berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Dibentuk pada 9 Februari 1946, PWI diketuai oleh pendiri kantor berita Antara yakni Mr. Soemanang. Di tahun yang sama Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) juga muncul tepatnya pada 8 Juni 1946. 

Tanggal berdirinya PWI dijadikan sebagai Hari Pers Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985. Namun, jauh sebelum adanya aturan itu Hari Pers Nasional sudah dibahas dalam kongres PWI. Pada 1978, Kongres PWI ke-28 di Padang, Sumatera Barat, adalah awal mula tercetusnya Hari Pers Nasional. Pembahasan itu mengemuka karena masyarakat pers ingin adanya satu perayaan untuk memperingati peran serta keberadaan pers di tanah air.

Baca Juga: Tak Hadir di Expert Sharing HPN 2019, Ini Kekecewaan Fans Ria Ricis

4. Rutin tiap tahun, Hari Pers Nasional 2019 digelar di Surabaya

Jatuh Setiap 9 Februari, Yuk Intip Fakta di Balik Hari Pers Nasional instagram.com/hpn_2019

Adanya ketetapan yang diputuskan oleh Presiden pada tahun 1985 menjadikan Hari Pers Nasional digelar rutin tiap tahunnya. Di 2019 ini Jawa Timur didapuk sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional. Kota Surabaya ditunjuk sebagai penyelenggara acara yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Februari 2019. Rangkaian acara dimeriahkan oleh seminar, pertunjukan seni hingga pameran teknologi media yang berlangsung di Grand City Mall. 

5. Peran dan kondisi pers tanah air dalam maskot HPN 2019

Jatuh Setiap 9 Februari, Yuk Intip Fakta di Balik Hari Pers Nasional hpn2019.id

Hari Pers Nasional 2019 memunculkan maskot dengan cita rasa khas Jawa Timur. Eja adalah nama yang dipilih untuk maskot HPN 2019. Merupakan singkatan dari Elang Jawa, maskot ini diciptakan oleh Raga Nopsa, seorang Layouter harian Jawa Pos. Di balik maskot yang unik dan keren ini ada makna yang terkandung dam merupakan cerminan dari kondisi pers saat ini.

Pemilihan Elang Jawa sebagai maskot adalah wujud dari keberadaan pers yang kini mulai tergerus oleh adanya faktor internal dan eksternal di dunia jurnalistik khususnya sosial media dan penyebaran berita bohong. Persis seperti jumlah spesies ini yang mulai terancam punah.

Namun, semangat optimisme bahwa pers masih dapat bertahan di dunia jurnalistik modern juga digelorakan lewat maskot tersebut layaknya keberhasilan penangkaran satwa yang punya nama latin Spizaetus Bartelsi. 

Perjalanan pers di Indonesia memang sepatutnya diapresiasi dan diberikan penghargaan. Memberikan perlindungan dan hak bagi para jurnalis juga perlu dilakukan agar kerja pers dapat berjalan dengan lancar serta terhindar dari aksi yang tak patut.

Baca Juga: HPN 2019, Kominfo Jelaskan Pentingnya Digitalisasi untuk Masa Depan

Topic:

  • Dewa Putu Ardita Darma Putera
  • Pinka Wima

Just For You