Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Incar S2 atau S3? Jardine Foundation Buka Beasiswa untuk 20 Mahasiswa
Peresmian Program Beasiswa Pascasarjana Jardine Foundation bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). (IDN Times/Maura Thirza)
  • Jardine Foundation dan UGM meluncurkan beasiswa penuh bagi 20 mahasiswa pascasarjana tiap tahun: 10 magister dan 10 doktoral, mencakup biaya pendidikan serta biaya hidup.
  • Program ditujukan untuk mahasiswa baru pascasarjana UGM yang membutuhkan dukungan finansial dan berkomitmen berkontribusi kepada masyarakat, sebagai investasi talenta, karakter, pengetahuan, serta kepemimpinan.
  • Kemitraan Jardine Foundation-UGM berlanjut sejak 2014; Retno Marsudi ditunjuk sebagai Senior Advisor untuk memperkuat dukungan yayasan terhadap pendidikan tinggi di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana dengan dukungan biaya, kini hadir lewat program beasiswa pascasarjana Jardine Foundation bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). Program beasiswa ini resmi diluncurkan pada Senin (31/8/2026) di Mandarin Oriental Hotel Jakarta dan akan diberikan kepada 20 mahasiswa pascasarjana UGM setiap tahunnya.

Tak hanya biaya pendidikan, beasiswa tersebut juga mencakup biaya hidup bagi penerimanya. Program ini ditujukan bagi mahasiswa baru pascasarjana UGM yang membutuhkan dukungan finansial sekaligus memiliki komitmen untuk berkontribusi kepada masyarakat. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang Beasiswa Jardine Foundation untuk mahasiswa pascasarjana UGM.

1. Sebanyak 20 mahasiswa akan menerima beasiswa setiap tahun

Anthony Nightingale, Direktur Matheson & Co Ltd. dan Komisaris Astra International perwakilan dari Jardine Foundation memberikan remark. (IDN Times/Maura Thirza)

Jardine Foundation akan memberikan beasiswa penuh kepada 20 mahasiswa pascasarjana UGM setiap tahun, terdiri dari 10 penerima program magister dan 10 penerima program doktoral. Dukungan yang diberikan mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama masa studi.

Anthony Nightingale, Direktur Matheson & Co Ltd. dan Komisaris Astra International perwakilan dari Jardine Foundation, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi pemimpin masa depan. Melalui program ini, penerima beasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kami sangat percaya pada dampak pendidikan dalam membangun calon pemimpin masa depan dan meningkatkan kualitas masyarakat,” ujar Anthony.

2. Bukan sekadar soal jumlah penerima beasiswa

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. memberikan remark. (IDN Times/Maura Thirza)

Bagi UGM, program ini bukan hanya tentang berapa banyak mahasiswa yang mendapatkan bantuan pendidikan. Kemitraan dengan Jardine Foundation dipandang sebagai investasi untuk mengembangkan potensi generasi muda.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan kerja sama tersebut mencakup investasi terhadap talenta, pengetahuan, karakter, hingga kapasitas kepemimpinan generasi masa depan. Ia menambahkan, sebagai kampus inklusif, UGM berkomitmen memperluas akses terhadap pendidikan tinggi, termasuk melalui berbagai program beasiswa dan kerja sama dengan mitra.

“Makna kemitraan ini jauh lebih besar daripada sekadar jumlah, yang sesungguhnya adalah investasi terhadap talenta, pengetahuan, karakter, dan juga kapasitas kepemimpinan generasi masa depan,” ujar Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D.

3. Penerima beasiswa membagikan pengalaman mereka

Rangga Aditya Dachlan dan Dirgayuza Setiawan membagikan pengalaman mereka sebagai penerima beasiswa Jardine Foundation. (IDN Times/Maura Thirza)

Selain informasi mengenai program, pengalaman penerima beasiswa sebelumnya bisa menjadi gambaran tentang bagaimana kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan diri. Rangga Aditya Dachlan, salah satu penerima Jardine Foundation Scholarship, melanjutkan studi pascasarjana dengan tujuan yang sudah ia tentukan sejak awal. Saat mendaftar, ia telah menjadi akademisi di UGM dan ingin melanjutkan karier sebagai dosen. Menurut Rangga, calon penerima beasiswa sebaiknya memiliki tujuan yang jelas mengenai apa yang ingin dilakukan setelah menyelesaikan studi.

“Kamu harus jelas mengenai apa yang ingin kamu lakukan setelah menyelesaikan gelar tersebut. Jadi, apa tujuanmu?” ujar Rangga.

Sementara itu, Dirgayuza Setiawan, penerima Jardine Foundation Scholarship lainnya, menyoroti pentingnya konsistensi antara tujuan yang ingin dicapai dengan pengalaman yang telah dibangun sebelumnya.

“Sebenarnya, yang mereka cari adalah konsistensi dan linieritas antara apa yang kita sampaikan, ingin kita lakukan, apa yang ingin kita kerjakan, dan apa yang menjadi rekam jejak kita dalam hidup,” ujar Yuza.

Menurut Dirgayuza, calon penerima perlu mampu menunjukkan bahwa tujuan yang mereka sampaikan dalam aplikasi sejalan dengan pengalaman dan aktivitas yang telah dilakukan. Hal tersebut dapat membantu menunjukkan keseriusan mereka terhadap rencana yang ingin dicapai melalui pendidikan lanjutan.

4. Bukan pertama kalinya Jardine Foundation bekerja sama dengan UGM

Seremonial Peluncuran Program Beasiswa Pascasarjana Jardine Foundation bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). (IDN Times/Maura Thirza)

Program pascasarjana ini melanjutkan kemitraan Jardine Foundation dan UGM yang telah terjalin sejak 2014. Anthony dari Jardine Foundation menjelaskan, kerja sama tersebut awalnya dibentuk untuk meningkatkan kesempatan mahasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa pascasarjana di kedua universitas tersebut.

“Pada 2014, kami bermitra dengan UGM untuk membentuk program Jardine Foundation UGM untuk Oxford dan Cambridge guna meningkatkan jumlah beasiswa pascasarjana. Secara keseluruhan, kami kini telah memberikan 108 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Oxford dan Cambridge,” ujar Anthony.

Kemitraan kemudian diperluas pada 2022 melalui program beasiswa sarjana bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di UGM. Hingga 2025, sebanyak 53 mahasiswa telah menerima beasiswa melalui program tersebut.

5. Retno Marsudi ditunjuk sebagai Senior Advisor

Retno Marsudi selaku Senior Advisor Jardine Foundation memberikan remark. (IDN Times/Maura Thirza)

Dalam peluncuran program tersebut, Jardine Foundation juga memperkenalkan Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024 sebagai Senior Advisor. Ia akan memimpin upaya memperkuat dukungan yayasan bagi pendidikan tinggi di Indonesia. Retno menilai akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas masih perlu diperkuat, termasuk melalui kemitraan dengan sektor swasta.

“Akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas sangat penting dan perlu terus diperkuat,” ujar Retno.

Menurutnya, beasiswa memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar bantuan finansial.

“Beasiswa lebih dari sekadar dukungan finansial. Beasiswa merupakan investasi bagi generasi muda dan calon pemimpin Indonesia, sekaligus investasi bagi masa depan Indonesia,” lanjutnya.

Dengan hadirnya program ini, akses pendidikan pascasarjana bagi mahasiswa Indonesia semakin terbuka. Jardine Foundation dan UGM berharap penerima beasiswa dapat mengembangkan potensi dan kapasitas kepemimpinannya. Tak hanya untuk diri sendiri, ilmu yang diperoleh juga diharapkan dapat memberi dampak bagi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi langkah untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article