“Berfokus pada aspek positif kehidupan menumbuhkan optimisme dan ketahanan, yang menjadi dasar bagi pola pikir yang teguh,” ungkap Chandni Tugnait, psikoterapis dan penulis, dikutip dari Gateway of Healing.
Unshakable Mindset: Cara Tetap Tenang Hadapi Masalah

- Unshakable mindset adalah pola pikir kokoh untuk mengelola respons saat menghadapi masalah, kegagalan, dan tekanan, tanpa menuntut seseorang selalu bebas dari takut, sedih, atau tertekan.
- Memupuk rasa syukur dan menghentikan dialog diri negatif dapat membantu mengalihkan fokus dari hal buruk, membangun optimisme, serta mengganti pikiran pesimis dengan respons lebih konstruktif.
- Growth mindset mendorong tantangan sebagai proses belajar, sementara teknik havening dapat menjadi relaksasi sederhana untuk stres; keduanya tidak meniadakan pentingnya bantuan profesional bagi masalah berat.
Permasalahan hidup akan selalu datang silih berganti sekalipun kita sudah berusaha menghindarinya. Hal tersebut menjadi bagian dari kehidupan yang perlu dihadapi agar kita dapat belajar dan lebih siap menghadapi berbagai rintangan berikutnya.
Setiap orang pun memiliki cara masing-masing dalam menghadapi masalah, mulai dari menyimpannya sendiri, bercerita kepada teman, keluarga, atau pasangan, hingga membicarakannya secara langsung untuk mencari solusi. Namun, apakah kamu pernah mendengar istilah unshakable mindset?
Istilah ini merujuk pada pola pikir yang kokoh dan tidak mudah goyah ketika menghadapi masalah, kegagalan, maupun tekanan. Seseorang dengan pola pikir ini bukan berarti tidak pernah merasa takut, sedih, atau tertekan, tetapi mampu mengelola respons terhadap berbagai situasi sulit dan tetap berusaha mencari jalan keluar.
Terlebih, membangun pola pikir yang kuat tentu membutuhkan proses. Penasaran bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Simak beberapa tips berikut!
1. Memupuk rasa syukur

. Ilustrasi orang dengan penuh rasa syukur (pexels.com/RDNE Stok Project) Rasa syukur bukan sekadar mengingat hal-hal baik yang terjadi dalam hidup, tetapi juga dapat membantu seseorang melihat kehidupannya dari sudut pandang yang lebih positif. Dikutip dari Gateway of Healing, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 2010 menemukan bahwa praktik bersyukur berkaitan dengan peningkatan kebahagiaan dan kepuasan hidup.
Ketika terbiasa menghargai berbagai hal yang dimiliki, kamu dapat mengalihkan perhatian dari hal-hal negatif yang sedang dihadapi. Memupuk rasa syukur dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana, seperti meluangkan waktu setiap hari untuk menuliskan tiga hal yang kamu syukuri, baik besar maupun kecil.
2. Hindari berbicara negatif kepada diri sendiri

ilustrasi efek buruk self-talk negatif (pexels.com/Alex Green) Tanpa disadari, terkadang kamu mengucapkan berbagai kalimat negatif kepada diri sendiri, seperti merasa tidak layak, tidak bisa, atau tidak mampu melakukan sesuatu. Padahal, cara berbicara kepada diri sendiri dapat memengaruhi cara kamu melihat kemampuan dan menghadapi berbagai situasi.
Kebiasaan berbicara negatif kepada diri sendiri dapat membuat seseorang semakin meragukan kemampuannya. Oleh karena itu, penting untuk mulai memperhatikan pikiran yang muncul ketika menghadapi masalah.
Menurut Chandni, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mempertanyakan apakah pikiran negatif tersebut benar-benar bermanfaat atau realistis. Setelah itu, cobalah mengubah pikiran pesimis menjadi kalimat yang lebih konstruktif dan mendorongmu untuk terus melangkah.
3. Terapkan growth mindset

ilustrasi seseorang dengan growth mindset (pexels.com/Andrea Piacquadio) Psikolog Stanford, Carol Dweck, memopulerkan konsep growth mindset atau pola pikir berkembang. Dikutip dari Gateway of Healing, konsep ini menekankan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat terus berkembang melalui usaha, pengalaman, dan proses pembelajaran. Sebaliknya, fixed mindset atau pola pikir tetap melihat kemampuan sebagai sesuatu yang cenderung tidak berubah.
Kamu bisa mulai menerapkan growth mindset dengan mengubah cara pandang terhadap tantangan. Alih-alih melihat kesulitan sebagai bukti bahwa kamu tidak mampu, anggap hal tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman baru.
Selain itu, cobalah memberikan apresiasi terhadap setiap proses yang kamu jalani, bukan hanya berfokus pada hasil akhir. Kamu juga bisa memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk mencoba berbagai hal baru dan mengeksplorasi kemampuan yang sebelumnya belum pernah dikembangkan.
4. Coba teknik havening

Ilustrasi orang sabar(freepik.com/benzoix) Teknik havening dikembangkan oleh Dr. Ronald Ruden dan melibatkan sentuhan yang dilakukan pada diri sendiri, seperti mengusap telapak tangan, lengan atas, atau wajah. Teknik ini dikenal sebagai salah satu pendekatan yang digunakan untuk membantu seseorang merasa lebih tenang ketika menghadapi kondisi yang membuatnya tertekan.
Dilansir Mindvalley Blog, teknik havening disebut dapat membantu seseorang mengelola stres sehari-hari dan membangun rasa tenang. Namun, manfaat teknik ini sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti bantuan profesional, terutama bagi seseorang yang sedang menghadapi masalah psikologis atau pengalaman traumatis yang berat.
Jika ingin mencobanya, kamu dapat menjadikan teknik ini sebagai salah satu cara relaksasi sederhana ketika sedang merasa tegang. Tetap perhatikan kondisi diri dan pilih cara yang paling nyaman untuk membantumu menghadapi situasi sulit!
Itu dia beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk membangun unshakable mindset. Memiliki pola pikir yang kuat bukan berarti kamu harus selalu tenang dan tidak boleh merasa terpuruk. Justru, pola pikir yang kokoh dapat dibangun dengan belajar mengenali emosi, menghadapi tantangan, dan mencari cara yang sehat untuk kembali melangkah.





















